SeputarDesa.com, Malang Kota – Sebanyak 84 pasangan ganda atau 168 atlet tenis meja dari berbagai klub di Malang Raya ambil bagian dalam turnamen Tidar Cup Total Divisi 11 yang digelar di GOR PTM Tidar, Gedung Serbaguna Tidar Permai, Jalan Kwoka, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Minggu (27/9/2026).
Turnamen yang berlangsung sepanjang hari tersebut menjadi gelaran keenam yang sukses diselenggarakan PTM Tidar selama 2026. Persaingan antarpasangan berlangsung ketat, dengan menghadirkan atlet senior, legenda tenis meja, hingga penghobi yang masih aktif berkompetisi.
Ajang kali ini mengusung konsep unik. Untuk kategori putra, peserta disyaratkan berusia minimal 35 tahun, sedangkan kategori putri tidak dibatasi usia. Ketentuan tersebut turut menghadirkan persaingan lintas generasi sekaligus menambah semarak turnamen.
Setelah melewati pertandingan demi pertandingan, pasangan Jatmiko dan Julian dari Permata Jingga Pingpong berhasil keluar sebagai juara pertama. Keduanya menunjukkan permainan kompak dan mampu mengatasi persaingan hingga partai final.
Sementara itu, pasangan Agus dan Amel dari PTM Fearless harus puas menempati posisi kedua. Adapun posisi ketiga bersama diraih pasangan Rouf dan Lukman dari PTM Graha-9 serta Bayu dan Deni dari PTM Tidar Malang.
Berikut hasil lengkap Tidar Cup Total Divisi 11:
- Juara I: Jatmiko / Julian (Permata Jingga Pingpong), trofi dan uang pembinaan Rp1,5 juta.
- Juara II: Agus / Amel (PTM Fearless), trofi dan uang pembinaan Rp1 juta.
- Juara III Bersama: Rouf / Lukman (PTM Graha-9) dan Bayu / Deni (PTM Tidar Malang), trofi dan uang pembinaan masing-masing Rp500 ribu.
Ketua PTM Tidar Malang, Agiun, mengatakan turnamen tersebut sengaja digelar secara rutin setiap bulan. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan menjaga jam terbang atlet dan mempererat tali silaturahmi antarklub tenis meja di Malang Raya.
“Kami ingin atmosfer kompetisi di Malang Raya tetap hidup. Kalau rutin begini, semangat teman-teman klub juga tetap menyala,” ujar Agiun.
Ia menambahkan, selama ini penyelenggaraan turnamen masih dilakukan secara swadaya. Karena itu, pihaknya berharap ke depan ada dukungan dari induk organisasi olahraga agar kegiatan serupa dapat terus berkembang.
“Kami berharap PTMSI dan KONI Kota Malang bisa ikut merangkul komunitas seperti kami. Potensi atlet di akar rumput ini besar, sayang kalau tidak dibina bersama,” tutupnya.
Melalui penyelenggaraan rutin tersebut, PTM Tidar berharap semakin banyak atlet dan klub yang terlibat dalam kompetisi, sekaligus membuka ruang pembinaan dan pengembangan tenis meja di Malang Raya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















