banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaDaerah

Bakti TNI AD di Madura, Menyentuh Kebutuhan Warga hingga Pelosok dan Kepulauan

×

Bakti TNI AD di Madura, Menyentuh Kebutuhan Warga hingga Pelosok dan Kepulauan

Sebarkan artikel ini

Seputardesa.com, Madura  – Matahari mulai menampakkan cahayanya di Alun-Alun Kota Bangkalan. Suasana pagi itu perlahan riuh oleh barisan prajurit TNI Angkatan Darat, unsur pemerintah daerah, kepolisian, serta masyarakat. Ruang publik yang biasanya menjadi tempat warga beraktivitas berubah menjadi titik awal pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 di Pulau Madura.

Momentum tersebut mempertemukan semangat pengabdian prajurit TNI AD dengan harapan masyarakat. Pemerintah, TNI, Polri, dan warga bergerak bersama melalui semangat gotong royong untuk menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat.

Bakti TNI AD Tahun 2026 dilaksanakan di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Kegiatan berlangsung selama dua bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.

Sasarannya meliputi pembangunan infrastruktur dasar dan kegiatan nonfisik, mulai dari jembatan, sumur bor, rumah layak huni, fasilitas pendidikan dan rumah ibadah hingga pelayanan kesehatan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pembangunan Berangkat dari Kebutuhan Warga

Madura memiliki karakter geografis dan sosial budaya yang khas. Selain wilayah daratan, sebagian masyarakat tinggal di kawasan kepulauan yang menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemenuhan infrastruktur dan pelayanan dasar.

Jarak antardaerah, kondisi jalan dan jembatan, keterbatasan sumber air bersih, serta akses terhadap pelayanan publik masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di pelosok dan wilayah terpencil.

Bakti TNI AD hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Sasaran fisik yang disiapkan antara lain pembangunan 33 jembatan, pengeboran 52 sumur, pembangunan atau pemugaran 20 rumah ibadah, renovasi 400 rumah tidak layak huni (RTLH) beserta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), rehabilitasi sekolah, serta pembenahan panti asuhan.

Sementara sasaran nonfisik meliputi operasi katarak, khitanan massal, donor darah, pemeriksaan kesehatan, bakti lingkungan, penanaman pohon, serta pemberian kaki palsu dan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami sangat membutuhkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi, rumah yang lebih layak untuk ditempati, fasilitas sekolah yang nyaman dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu,” ujar Marmo, warga Sumenep.

Ia mengapresiasi kehadiran prajurit TNI AD yang menurutnya memberikan semangat sekaligus perhatian kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI AD dan pemerintah. Semoga semua fasilitas yang dibangun dapat digunakan dengan baik, bermanfaat dan dirawat bersama,” tambahnya.

Jembatan yang Menghubungkan Harapan

Bagi masyarakat di pelosok Madura, akses transportasi menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Kondisi jembatan yang kurang memadai bahkan dapat membuat warga harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk bekerja, bersekolah maupun membawa hasil pertanian.

Kondisi tersebut dirasakan masyarakat Desa Palo’lo’an, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Jembatan Kadhempol menjadi akses utama yang menghubungkan sejumlah dusun dengan berbagai fasilitas dan aktivitas masyarakat.

“Semua aktivitas sehari-hari melalui jembatan bambu tersebut. Anak-anak pergi sekolah dan para petani ke ladang maupun sawah. Kami berharap setelah pembangunan jembatan beton selesai, perjalanan menjadi lebih efektif, lancar dan aman,” ujar Marmo.

Kepala Desa Palo’lo’an, Sunaryo, mengatakan Jembatan Kadhempol merupakan jalur vital bagi masyarakat.

“Jembatan ini adalah satu-satunya akses utama masyarakat Desa Palo’lo’an dalam beraktivitas, baik untuk pergi ke sekolah maupun ke ladang dan sawah,” ujarnya.

Tahap awal pembangunan dilakukan Babinsa Koramil 0827/16 Gapura, Koptu Lucky Vecky Tania, bersama masyarakat dengan membersihkan lokasi jembatan.

“Saat ini kami fokus membersihkan area jembatan. Setelah itu dilanjutkan dengan penggalian dan pembangunan pondasi,” katanya.

Antusiasme warga terlihat dalam kegiatan tersebut. Mereka berharap jembatan beton yang dibangun dapat memperpendek waktu tempuh sekaligus memberikan akses yang lebih aman.

Mengalirkan Air, Meringankan Beban Warga

Selain akses transportasi, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan Sumenep yang sebagian masih menghadapi persoalan kekeringan.

Pulau Raas menjadi salah satu sasaran Bakti TNI AD Tahun 2026. Pengeboran sumur dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sarana air bersih masyarakat.l

Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, mengatakan penentuan sasaran dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep agar program benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Kami selalu berkoordinasi dengan Pemkab Sumenep tentang program yang dibutuhkan. Terutama kebutuhan sarana air bersih bagi warga merupakan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

 

Pengeboran sumur di Desa Poteran, Kecamatan/Kepulauan Raas, dimulai pada 22 Juli 2026. Kehadiran sumur bor tersebut diharapkan dapat mengurangi beban warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.

 

“Program Bakti TNI 2026 berupa sumur bor di Pulau Raas ini menjadi bukti bahwa pemerataan pembangunan tidak hanya difokuskan di daratan Madura,” kata Citra.

Baca Juga :  Bimtek Jagung Cerdas Iklim, Danramil Wonorejo Tegaskan Dukungan untuk Petani

 

Ketersediaan air bersih juga berkaitan erat dengan kesehatan dan sanitasi. Dengan sumber air yang memadai, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi risiko penyakit.

Rumah Layak, Keluarga Lebih Bermartabat

Rumah yang aman dan layak huni menjadi salah satu kebutuhan penting bagi keluarga. Karena itu, renovasi RTLH menjadi salah satu sasaran utama Bakti TNI AD di Madura.

Program tersebut menargetkan renovasi 400 unit RTLH beserta fasilitas MCK. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan melalui program RTLH yang dilaksanakan di empat kabupaten di Madura.

Salah satu lokasi berada di Dusun Kapasan, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu memperbaiki rumah warga penerima manfaat.

Komandan Kodim 0828/Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, S.T., mengatakan keterlibatan TNI merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan Bakti TNI ini selain sebagai bentuk kepercayaan, pelibatan TNI AD pada program RTLH adalah bentuk pengabdian institusi dalam mengatasi berbagai kesulitan masyarakat,” katanya.

Salah satu Babinsa, Serka Miran, bersama masyarakat membantu pembangunan rumah Maryam, warga Desa Baturasang.

Bagi Maryam, perbaikan rumah memberikan rasa haru sekaligus kebahagiaan. Atap yang sebelumnya bocor dan sejumlah bagian bangunan yang kurang layak diperbaiki agar keluarganya dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman DLH-Perkim Kabupaten Sampang, Abdul Rokib, mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantu mempercepat penanganan RTLH.

“Dengan adanya bantuan dari Pemprov Jatim ini, kami yakin upaya menyediakan tempat tinggal yang layak huni oleh Pemkab kepada warga bisa lebih cepat,” katanya.

Renovasi RTLH bukan sekadar memperbaiki bangunan. Rumah yang lebih layak memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, orang tua untuk beristirahat, serta keluarga untuk berkumpul dalam lingkungan yang lebih sehat dan aman.

Sekolah dan Harapan yang Ditumbuhkan

Di Kabupaten Bangkalan, tepatnya Desa Tlomar, Kecamatan Tanah Merah, personel Kodim 0829/Bangkalan bersama masyarakat mengerjakan rehabilitasi SDN Tlomar 2.

Sejumlah bagian bangunan diperbaiki, mulai dari plafon, plamir, lantai hingga keramik. Pekerjaan dilakukan secara bergotong royong antara prajurit dan warga.

Canda dan komunikasi antara prajurit dan masyarakat mengiringi proses pengerjaan. Mereka bersama-sama berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak Desa Tlomar.

“Yang kami bangun bukan hanya sekolah, tetapi juga harapan masyarakat. Kami ingin anak-anak belajar dengan lebih nyaman. Selama semangat gotong royong tetap terjaga, kami optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tutur Babinsa Desa Tlomar, Serda Ali Muji.

Seorang guru SDN Tlomar 2 mengapresiasi perhatian tersebut.

“Anak-anak tentu lebih senang belajar di ruang kelas yang bersih dan aman. Kami berterima kasih karena sekolah mendapat perhatian melalui program Bakti TNI AD ini,” ujarnya.

Bagi anak-anak, perubahan kondisi ruang kelas bukan sekadar perubahan fisik. Sekolah yang lebih nyaman menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung mereka belajar, bermain dan meraih cita-cita.

Pelayanan Kesehatan Menyentuh Langsung Warga

Bakti TNI AD tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pelayanan tersebut meliputi pemeriksaan dan pengobatan gratis, operasi katarak, khitanan massal, donor darah hingga pemberian alat bantu.

Di Kabupaten Sumenep, pelayanan kesehatan dilakukan melalui screening operasi katarak gratis. Sejak pagi, warga berdatangan untuk memeriksakan kondisi mata mereka.

Pemeriksaan dilakukan di Aula Makodim Sumenep oleh tim dokter Denkesyah 05.04.04 Surabaya yang dipimpin Letkol Ckm dr. Yogi K. Lesmana, Sp.M., M.H.

“Seluruh peserta menjalani pemeriksaan menyeluruh guna mendeteksi gejala katarak sekaligus menentukan tindak lanjut pelayanan kesehatan,” kata dr. Yogi.

Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada mengatakan kesehatan mata sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kemampuan masyarakat menjalankan aktivitas.

“Bakti TNI AD ini hadir untuk rakyat dan berupaya mengembalikan harapan masyarakat melalui pelayanan kesehatan. Screening ini menjadi langkah awal agar warga yang mengalami katarak bisa segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Selain pelayanan kesehatan, masyarakat yang membutuhkan juga mendapatkan bantuan kursi roda dan kaki palsu. Bantuan tersebut diharapkan membantu penerima manfaat bergerak lebih mandiri dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan TNI AD. Bantuan ini sangat membantu. Kursi roda ini akan memudahkan saya beraktivitas dan tidak selalu bergantung kepada keluarga,” ujar salah seorang penerima bantuan.

Baca Juga :  Pupuk dan Pena: Merawat Kedaulatan Pangan dan Informasi Nusantara di Era Digital

Mempercepat Pemerataan Pembangunan

Pemerintah daerah memandang Bakti TNI AD untuk Rakyat sebagai dukungan strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.IP., M.H., menilai keterlibatan TNI AD, khususnya Kodam V/Brawijaya, memberikan dukungan nyata kepada pemerintah daerah dalam menjangkau kebutuhan masyarakat hingga pelosok desa.

“Bakti TNI AD ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan di Madura tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Setiap kabupaten memiliki karakter geografis, kondisi sosial, potensi wilayah dan persoalan yang berbeda.

Karena itu, program pembangunan harus disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat. Pembangunan tidak hanya diarahkan ke kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa, wilayah terpencil hingga kepulauan.

“Pembangunan harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Koordinasi lintas sektor antara TNI AD, pemerintah dan seluruh elemen bangsa lainnya harus terus dilakukan agar program yang dilaksanakan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Keberadaan Babinsa di setiap desa turut membantu mengidentifikasi persoalan masyarakat secara langsung, mulai dari kondisi rumah, fasilitas pendidikan, kebutuhan air bersih, tempat ibadah hingga kebutuhan sosial lainnya.

Gotong royong antara prajurit dan masyarakat juga mendorong warga ikut bertanggung jawab terhadap fasilitas yang dibangun.

Membangun Kepercayaan melalui Kemanunggalan

Wilayah Madura merupakan bagian dari teritorial Kodam V/Brawijaya dan berada di bawah Korem 084/Bhaskara Jaya.

Di bawah kepemimpinan Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, Bakti TNI AD Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di Pulau Madura.

Danrem menegaskan bahwa program tersebut merupakan wujud sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kegiatan Bakti TNI AD untuk rakyat ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat. Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, kita ingin menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Program tersebut diwujudkan melalui pembangunan jembatan, sumur bor, rehabilitasi RTLH, sekolah dan tempat ibadah, serta pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial.

“Kami ingin memastikan seluruh pekerjaan berlangsung dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang. Kehadiran TNI AD harus mampu menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat melalui pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Interaksi antara prajurit dan masyarakat selama pelaksanaan kegiatan juga membuka ruang komunikasi. Warga dapat menyampaikan persoalan secara langsung, sementara prajurit di lapangan dapat mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang selanjutnya menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah.

Bakti TNI AD pada akhirnya bukan hanya tentang jumlah bangunan yang berhasil diselesaikan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kepercayaan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sinergi untuk Jawa Timur

Pembangunan di Madura menjadi bagian dari gerak pembangunan yang lebih luas di Jawa Timur. Program ini mempertemukan pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, relawan dan masyarakat dalam satu semangat kegotongroyongan.

Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., menilai Bakti TNI AD di Madura menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan kawasan yang masih menghadapi tantangan di sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat.

“Bakti TNI AD di Madura ini sangat luar biasa. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, kolaborasi dan kegotongroyongan di semua lini, semua level dan seluruh elemen. Terima kasih kepada Pak Pangdam beserta seluruh jajaran,” ujar Khofifah.

Sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya juga telah berlangsung melalui berbagai program, salah satunya renovasi RTLH yang telah berjalan sejak 2009.

Hingga 2025, sebanyak 154.399 unit RTLH telah direnovasi dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1,24 triliun. Pada 2026, sasaran renovasi mencapai 1.700 unit RTLH di wilayah Kodam V/Brawijaya, termasuk 377 unit yang tersebar di empat kabupaten di Madura.

Bagi masyarakat penerima manfaat, capaian tersebut bukan sekadar angka. Di balik setiap rumah yang diperbaiki terdapat keluarga yang mendapatkan tempat tinggal lebih layak, lingkungan lebih sehat, serta rasa aman dan nyaman.

“Kolaborasi panjang ini membuktikan bahwa sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya tidak hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, rasa aman serta kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” ujar Khofifah.

Baca Juga :  Aksi Penodongan Sadis di Persawahan Gunung Sari Pesawaran, Lima Pelaku Diduga Bersenjata Tajam, Dua Remaja Terluka

Pengabdian kepada Rakyat

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menyampaikan bahwa Bakti TNI AD untuk rakyat di Madura merupakan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara sekaligus implementasi Operasi Militer Selain Perang dalam membantu pemerintah mengatasi kesulitan masyarakat.

“Kami hadir membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dalam mengatasi berbagai kesulitan masyarakat. Tahun ini di Pulau Madura adalah bukti bahwa TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, tetapi pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Pangdam.

Pengabdian tersebut diwujudkan melalui berbagai sasaran pembangunan. Sebanyak 33 jembatan dibangun untuk membuka akses, 52 sumur bor disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air, dan 400 RTLH direnovasi beserta fasilitas MCK.

Rehabilitasi 12 sekolah, pembangunan 20 rumah ibadah serta dukungan bagi empat panti asuhan turut melengkapi sasaran fisik yang tersebar di empat kabupaten di Madura.

Kegiatan juga menyentuh aspek sosial melalui operasi kesehatan, operasi katarak dan bibir sumbing, khitanan massal, donor darah, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, serta pemberian kaki palsu dan kursi roda.

Beragam sasaran tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat memiliki wajah yang berbeda. Ada warga yang membutuhkan akses transportasi, keluarga yang memerlukan rumah layak, masyarakat yang membutuhkan air bersih, hingga mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan alat bantu untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Pembangunan fisik dan nonfisik berjalan beriringan. Jembatan, sumur, rumah, sekolah dan tempat ibadah memperbaiki lingkungan kehidupan masyarakat, sementara pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial menyentuh langsung kualitas hidup warga.

Bagi TNI AD, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kedekatan dengan rakyat. Prajurit hadir bukan hanya melalui tenaga dan kemampuan teritorial, tetapi juga melalui komunikasi, gotong royong dan kepedulian.

Denyut Pengabdian yang Terus Berjalan

Selama dua bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, Bakti TNI AD dilaksanakan di empat kabupaten di Madura dengan melibatkan prajurit, pemerintah daerah dan masyarakat.

Dari desa ke desa, berbagai pekerjaan diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang dekat dengan kehidupan warga, mulai dari akses transportasi dan air bersih hingga tempat tinggal, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

Hasil pembangunan bukan hanya dapat dilihat dari berdirinya jembatan, tersedianya sumur bor, atau rumah yang kembali layak ditempati. Di balik setiap pekerjaan terdapat kehidupan masyarakat yang perlahan menjadi lebih mudah.

Ada warga yang dapat menjangkau wilayah lain dengan lebih cepat, keluarga yang memiliki tempat tinggal lebih aman, anak-anak yang memperoleh ruang belajar lebih nyaman, serta masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan lebih dekat.

Penanaman 2.000 pohon trembesi juga menjadi bagian dari pesan tentang keberlanjutan. Pohon-pohon tersebut membutuhkan waktu untuk tumbuh, tetapi kelak diharapkan menghadirkan lingkungan yang lebih hijau, teduh dan sehat bagi generasi berikutnya.

Demikian pula pelayanan kesehatan, khitanan massal, donor darah, pemberian kaki palsu dan kursi roda serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Manfaatnya tidak selalu dapat diukur dengan angka, tetapi bagi penerima bantuan, hal itu dapat berarti kesempatan untuk kembali beraktivitas, mendapatkan kesehatan yang lebih baik dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri.

Bakti TNI AD untuk rakyat pada akhirnya bukan sekadar pembangunan fisik. Program tersebut merupakan upaya menghadirkan perubahan yang lebih utuh dengan mempertemukan pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.

Namun, pekerjaan tidak berhenti ketika pembangunan selesai. Jembatan akan terus dilalui, sumur akan terus digunakan, sekolah kembali dipenuhi aktivitas belajar, rumah menjadi tempat keluarga menjalani kehidupan, dan pohon-pohon yang ditanam akan tumbuh bersama waktu.

Semua fasilitas tersebut membutuhkan kepedulian masyarakat untuk dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dari situlah makna Bakti TNI AD menemukan bentuknya: hadir bersama rakyat, bekerja bersama rakyat dan membangun untuk rakyat.

Bukan semata tentang apa yang telah dibangun, melainkan tentang harapan yang tumbuh setelahnya. Jembatan membuka akses, air bersih meringankan beban, rumah memberikan rasa aman, sekolah menumbuhkan cita-cita, pelayanan kesehatan memulihkan harapan, dan gotong royong memperkuat kepercayaan.

Di Pulau Madura, denyut pengabdian itu  itu terus berjalan. Dari pelosok desa hingga wilayah kepulauan, dari pembangunan infrastruktur hingga pelayanan kemanusiaan, Bakti TNI AD menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih layak, mandiri dan sejahtera.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi