banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Kisah InspiratifPendidikan

Tingkatkan Minat Baca, Guru Bahasa Indonesia MA Darul Ulum Tlasih Gunakan Metode Beli Buku Baru

×

Tingkatkan Minat Baca, Guru Bahasa Indonesia MA Darul Ulum Tlasih Gunakan Metode Beli Buku Baru

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Sebuah inovatif dalam penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah kembali dihadirkan oleh tenaga pendidik lokal di Kabupaten Sidoarjo. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi resensi buku, guru pengampu di MA Darul Ulum Tlasih, Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, menerapkan metode unik yang mewajibkan seluruh siswa kelas 11 untuk membeli dan memiliki buku bacaan baru secara mandiri, Selasa (20/10/2026).

Langkah ini dirancang bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan kurikulum mata pelajaran semata, melainkan sebagai bentuk strategi pedagogis yang bertujuan mengubah pola pikir serta kebiasaan membaca para peserta didik secara menyeluruh.

Membangun Rasa

Penerapan metode wajib beli buku baru ini didasari oleh keyakinan kuat bahwa ikatan emosional terhadap literasi dapat ditumbuhkan melalui rasa memiliki. Ketika seorang siswa memilih, membeli, dan memegang buku fisik milik mereka sendiri, terdapat tanggung jawab serta ketertarikan pribadi yang terbentuk secara alami.

Selama ini, pembelajaran materi resensi buku sering kali hanya mengandalkan peminjaman buku perpustakaan atau pencarian ringkasan secara digital yang sifatnya sementara. Namun, dengan mewajibkan kepemilikan buku fisik baru, guru Bahasa Indonesia di MA Darul Ulum Tlasih ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih personal, menyentuh, dan berkesan bagi setiap peserta didik kelas 11.

Baca Juga :  Pemkab Sidoarjo dan KPPN Sinergi Perkuat KDMP dan Ekonomi Lokal

Proses pemilihan buku pun menyerahkan kebebasan penuh kepada para siswa untuk menentukan judul maupun genre yang sesuai dengan minat mereka masing-masing, mulai dari novel fiksi, buku motivasi, pengembangan diri, hingga karya populer lainnya. Kebebasan memilih ini menjadi kunci utama agar siswa tidak merasa tertekan dalam menjalankan tugas pembelajaran.

Pengalaman Pribadi

Keputusan untuk mewajibkan pembeli buku baru ini memicu beragam respons yang sangat menarik di dalam ruang kelas. Bagi kelompok siswa yang sejak awal sudah memiliki kegemaran membaca, kebijakan ini disambut dengan penuh antusiasme karena menjadi momen yang tepat untuk menambah koleksi buku pribadi mereka.

Sebaliknya, bagi sebagian siswa yang sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah membeli buku bacaan non-pelajaran sendiri, kebijakan ini menjadi sebuah pengalaman hidup yang sangat baru. Momen saat memilih buku di toko hingga membelinya dengan uang pribadi menjadi titik balik yang mengikis anggapan bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan.

Baca Juga :  Sembuhkan Trauma Perundungan, Siswa SMPN 3 Bangkalan Lahirkan 5 Karya Literasi

Pengalaman pertama memiliki buku bacaan pribadi tersebut secara perlahan mengubah cara pandang para siswa terhadap dunia literasi. Buku tidak lagi dipandang sebagai beban hafalan pelajaran, melainkan sebagai sarana hiburan, media eksplorasi diri, serta jendela pengetahuan baru yang menyenangkan untuk diselami kapan saja.

Pembiasaan 20 Menit

Guna memastikan bahwa buku yang telah dibeli tidak hanya berakhir menjadi pajangan di dalam tas, kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di MA Darul Ulum Tlasih dilanjutkan dengan program pembiasaan membaca secara intensif.

Guru pengampu menetapkan aturan wajib membaca selama 20 menit di awal setiap jam pelajaran Bahasa Indonesia dimulai. Seluruh siswa di dalam kelas diminta untuk membuka buku bacaan masing-masing dan menikmati lembar demi lembar bacaan dalam suasana yang tenang dan kondusif.

Melalui pembiasaan rutin 20 menit ini, siswa dilatih untuk fokus, melatih konsentrasi, serta membangun kedisiplinan dalam membaca secara konsisten. Hasilnya, proses penyusunan tugas resensi buku dapat berjalan lebih maksimal karena siswa benar-benar memahami seluruh isi cerita dan gagasan yang tertulis di dalam buku pilihan mereka.

Baca Juga :  MPLS Ramah SD Negeri Jombang 4 Bekali Siswa Literasi Digital Lewat Edukasi Bijak Bermedia Sosial

Budaya Literasi Berkelanjutan

Langkah konkret yang dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia di MA Darul Ulum Tlasih ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Sidoarjo dalam mengemas pembelajaran literasi secara kreatif.

Pihak sekolah meyakini bahwa budaya membaca tidak dapat tumbuh secara instan tanpa adanya intervensi dan pembiasaan yang dirancang dengan matang. Dengan mengombinasikan kewajiban memiliki buku pribadi, kebebasan menentukan minat baca, serta alokasi waktu khusus untuk membaca rutin, lingkungan madrasah dapat mentransformasi ruang kelas menjadi wadah pertumbuhan generasi muda yang literat, kritis, dan berwawasan luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa