banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Fakta Mengejutkan di Sekolah Rakyat Jombang, Siswa SMA Ternyata Belum Bisa Membaca

×

Fakta Mengejutkan di Sekolah Rakyat Jombang, Siswa SMA Ternyata Belum Bisa Membaca

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat bertemu dengan wali murid Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Kamis (22/10/2026).

SeputarDesa.com, Jombang — Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kamis (22/10/2026), mengungkap tantangan serius dalam pemerataan pendidikan. Di antara para siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut, terdapat siswa kelas X SMA yang ternyata belum bisa membaca.

Temuan ini menunjukkan bahwa ketertinggalan pendidikan masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Tidak semua anak memiliki kesempatan belajar yang sama. Sebagian harus menghadapi kondisi keluarga yang sulit, terputus dari pendidikan formal, bahkan mengalami persoalan sosial yang berdampak terhadap perkembangan mereka.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat sekaligus bertemu dengan wali murid, pendamping, dan unsur pemerintah daerah. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa kemampuan awal siswa Sekolah Rakyat sangat beragam. Ada yang sudah mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, tetapi ada pula yang membutuhkan pendampingan khusus untuk mengejar ketertinggalan.

Bahkan, sejumlah siswa diketahui pernah putus sekolah selama satu hingga dua tahun. Sebagian lainnya memiliki pengalaman menjadi korban kekerasan atau terpaksa bekerja di tempat yang tidak semestinya.

“Sebagian siswa Sekolah Rakyat harus melalui proses rehabilitasi terlebih dahulu,” ujar Gus Ipul saat menjelaskan pentingnya masa matrikulasi atau penyesuaian bagi siswa.

Pendidikan Harus Menjawab Persoalan yang Dihadapi Anak

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak bisa hanya dipahami sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Program tersebut juga mengemban tanggung jawab rehabilitasi dan pemberdayaan sosial, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.

Baca Juga :  Sinergi Babinsa dan Warga Desa Ngadiwono Tekan Angka Stunting

Kondisi siswa yang beragam menuntut pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh. Selain mengikuti pelajaran, para siswa perlu mendapatkan pendampingan agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah berasrama, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan potensi masing-masing.

“Di Sekolah Rakyat ini, di samping edukasi, kita juga ada rehabilitasi sekaligus pemberdayaan sosial,” tegasnya.

Fakta adanya siswa SMA yang belum bisa membaca menjadi salah satu gambaran pentingnya penguatan kemampuan dasar dalam proses pendidikan. Pendampingan yang tepat diharapkan membantu siswa mengejar ketertinggalan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.

Disiplin Diperkuat melalui Pembinaan Berasrama

Selain meningkatkan kemampuan akademik, Kementerian Sosial juga menempatkan kedisiplinan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.

Gus Ipul menyebut pembinaan dilakukan dengan melibatkan kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, serta berbagai pemangku kepentingan. Kemensos juga bekerja sama dengan TNI dan Polri, serta melibatkan kadet Universitas Pertahanan untuk mendukung pembiasaan disiplin.

Baca Juga :  PRNU dan Banom NU Ranting Carangrejo Gelar Pengajian Maulid Nabi, LAZISNU Santuni Dhuafa dan Yatim Piatu

Kegiatan pembinaan mencakup kebiasaan bangun pagi, tidur tepat waktu, menjaga kebersihan, menata pakaian, merawat barang pribadi, latihan baris-berbaris, hingga kegiatan kepramukaan.

Melalui pola tersebut, siswa diharapkan terbiasa menjalani kehidupan secara tertib, bertanggung jawab, dan mandiri.

Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jombang beserta jajaran, pihak sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh pendamping yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.

Jombang Ditargetkan Menampung Lebih dari 2.000 Siswa

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang dapat beroperasi secara penuh dan menampung lebih dari 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Secara nasional, Gus Ipul menyebut program Sekolah Rakyat telah menampung sekitar 44.000 siswa. Pembangunan gedung permanen juga telah mencapai 100 titik, dengan 93 titik di antaranya telah beroperasi.

Ia menegaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ijazah yang diperoleh setara dengan ijazah sekolah formal sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh.

Baca Juga :  Bukber Pemdes Jeketro Jadi Ajang Berbagi, Kades Ali Mustain Salurkan 1,5 Ton Beras

Pendampingan terhadap siswa, lanjutnya, akan disesuaikan dengan bakat dan potensi masing-masing agar mereka mempunyai kesempatan berkembang secara optimal.

Ketertinggalan Literasi Perlu Menjadi Perhatian Serius

Terungkapnya siswa kelas X SMA yang belum bisa membaca menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari tersedianya gedung sekolah atau jumlah peserta didik.

Kemampuan membaca merupakan fondasi penting untuk memahami pelajaran, mengembangkan pengetahuan, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, siswa yang mengalami ketertinggalan membutuhkan pemetaan kemampuan, pendampingan yang sesuai, serta evaluasi perkembangan belajar secara berkelanjutan.

Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang selama ini menghadapi hambatan dalam memperoleh pendidikan. Dukungan pemerintah, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang layak.

Dengan pendekatan pendidikan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan yang terintegrasi, program ini diharapkan tidak hanya mengembalikan anak-anak ke bangku sekolah, tetapi juga membantu mereka mengejar ketertinggalan dan membangun masa depan yang lebih baik.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: MiftahudinEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa