banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaDaerah

LPG 3 Kg Menghilang di Jombang, Warga Dipaksa Berburu di Tengah Janji Stok Aman

×

LPG 3 Kg Menghilang di Jombang, Warga Dipaksa Berburu di Tengah Janji Stok Aman

Sebarkan artikel ini
Foto : Gambar Ilustrasi.

SeputarDesa.com, Jombang – Kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Jombang kian memicu keresahan masyarakat. Gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu ini justru sulit ditemukan di sejumlah wilayah, memunculkan pertanyaan serius terkait sistem distribusi di lapangan.

Berdasarkan pantauan Tim Investigasi SeputarDesa.com pada Minggu malam (12/4/2026), sejumlah pangkalan LPG di beberapa kecamatan terlihat kosong tanpa stok. Warga yang datang silih berganti harus pulang dengan tangan hampa setelah menunggu cukup lama.

Seorang warga Kecamatan Diwek, Siti (43), mengaku kesulitan mendapatkan LPG meski sudah mendatangi beberapa pangkalan.

“Sudah keliling ke tiga tempat, tapi semuanya kosong. Kalau pun ada, harganya sudah naik. Kami ini butuh untuk masak sehari-hari,” ujarnya.

Di tingkat pengecer, harga LPG 3 kg dilaporkan mengalami kenaikan dari harga normal. Kondisi ini semakin membebani masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi.

Baca Juga :  Dandim Grobogan Kunjungi Koramil 08/Tawangharjo Dan Koramil 16/Pulokulon, Ingatkan Anggota Bekerja Keras Mendukung Program Pemerintah

Kelangkaan juga berdampak pada pelaku usaha kecil. Ahmad (38), pedagang gorengan di kawasan kota Jombang, mengaku harus mengurangi produksi.

“Biasanya saya pakai dua tabung sehari, sekarang satu saja susah. Terpaksa jualan dikurangi karena tidak ada gas,” katanya.

Situasi ini memperlihatkan adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di masyarakat. Warga bahkan harus mencari hingga ke luar kecamatan demi mendapatkan satu tabung LPG.

Di sisi lain, pernyataan bahwa stok LPG dalam kondisi aman justru menuai kritik. Masyarakat menilai kondisi di lapangan tidak mencerminkan hal tersebut.

Baca Juga :  Bupati Purworejo Sambut Kunjungan Rektor UNY, Bahas Rencana Pendirian Kampus di Purworejo

Menanggapi hal ini, salah satu pengelola pangkalan yang enggan disebutkan namanya menyebut distribusi memang tidak lancar.

“Pengiriman tidak menentu, kadang terlambat. Begitu datang langsung habis karena banyak yang antre,” ungkapnya.

Masyarakat mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah tegas. Transparansi distribusi dan pengawasan ketat dinilai penting untuk memastikan LPG bersubsidi benar-benar sampai kepada yang berhak.

Jika tidak segera ditangani, kelangkaan LPG 3 kg ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin memberatkan kehidupan warga kecil di Kabupaten Jombang.(**)

Baca Juga :  Satu Genteng, Satu Harapan: TMMD Ke-127 Renovasi RTLH di Dusun Ngepreng

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa