banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Ziarah ke Makam KH Wahab Hasbullah, Cak Shodiq Monata dan Tokoh Jombang Perkuat Silaturahmi

×

Ziarah ke Makam KH Wahab Hasbullah, Cak Shodiq Monata dan Tokoh Jombang Perkuat Silaturahmi

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Cak Shodiq Monata berziarah di makam KH Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab), Jombang, Selasa (11/8/2026).

SeputarDesa.com, Jombang – Ziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah di Jombang menjadi momentum perjumpaan yang tidak sekadar sarat nilai spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antartokoh. Cak Shodiq Monata berziarah ke makam salah satu ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut pada Selasa (11/8/2026).

Kedatangan Cak Shodiq disambut hangat sejumlah tokoh yang berada di kompleks makam. Di antaranya Ir. H. A. Suudi Yatmo, KH Hasib Wahab, H. Karnadi, serta Ketua Panitia H. Abdul Rozaq Sholeh.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Tidak tampak sekat di antara mereka. Ziarah justru menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana sederhana, hangat dan penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan para ulama.

Cak Shodiq bersama para tokoh kemudian mengikuti rangkaian ziarah dan doa di makam KH Abdul Wahab Hasbullah. Suasana khidmat terasa di kompleks makam. Tabur bunga juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok ulama yang memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah Islam Indonesia dan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  Kodim 0819/Pasuruan Gelar Pemeriksaan Kendaraan Dinas di Koramil Lumbang

Bagi masyarakat pesantren dan warga Nahdliyin, ziarah makam ulama memiliki makna yang lebih luas dari sekadar mendatangi tempat peristirahatan terakhir. Tradisi tersebut menjadi sarana untuk mendoakan para pendahulu sekaligus mengenang perjuangan, pemikiran dan keteladanan yang telah mereka wariskan.

KH Abdul Wahab Hasbullah sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya dan berkembangnya NU. Ulama kelahiran Jombang tersebut dikenal memiliki peran besar dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara nilai-nilai keislaman dengan kehidupan kebangsaan.

Jejak perjuangannya hingga kini masih menjadi bagian penting dari sejarah NU dan masyarakat Jombang. Pemikiran serta keteladanan KH Abdul Wahab Hasbullah terus dikenang, terutama dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta membangun kehidupan beragama yang berjalan berdampingan dengan semangat kebangsaan.

Baca Juga :  DPD PSI Kabupaten Pasuruan Merapat ke Makassar, Isyaratkan Arah Politik Baru

Usai melaksanakan ziarah dan doa, Cak Shodiq Monata bersama Ir. H. A. Suudi Yatmo, KH Hasib Wahab, H. Karnadi dan sejumlah tokoh lainnya mengabadikan pertemuan tersebut melalui foto bersama.

Momen itu menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana tradisi ziarah dapat menjadi ruang silaturahmi. Di tengah suasana makam yang khidmat, para tokoh berbincang dan berjumpa dalam suasana cair serta penuh keakraban.

Ziarah akhirnya tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada ulama yang telah wafat, tetapi juga menjadi sarana untuk merawat hubungan antarsesama.

Bagi masyarakat Jombang, kompleks makam KH Abdul Wahab Hasbullah memiliki arti tersendiri. Tempat tersebut menjadi salah satu ruang penting untuk mengenang perjalanan seorang ulama yang tidak hanya memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki peran dalam perjalanan sosial dan kebangsaan Indonesia.

Baca Juga :  Ketua LPM Tubaba menyayangkan dugaan jual beli jabatan aparatur tiyuh Candra Jaya

Tradisi ziarah yang terus berlangsung dari generasi ke generasi menunjukkan bahwa warisan ulama tidak berhenti pada catatan sejarah. Nilai perjuangan dan keteladanan mereka tetap dapat dihidupkan melalui doa, penghormatan, silaturahmi dan pengamalan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan masyarakat.

Kunjungan Cak Shodiq Monata ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah pun menjadi sebuah perjumpaan sederhana dengan pesan yang lebih luas: merawat silaturahmi, menghormati ulama dan menjaga ingatan terhadap sejarah perjuangan para pendahulu.

Di tengah perubahan zaman, pesan tersebut menjadi penting untuk terus diwariskan agar generasi berikutnya tidak hanya mengenal nama para ulama, tetapi juga memahami nilai perjuangan dan keteladanan yang mereka tinggalkan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi