Kampung Tematik Pekuncen Mulai Digodok, Babinsa Siap Dukung Pengembangan
Seputardesa.com, Pasuruan – Upaya mengembangkan potensi wilayah melalui program kampung tematik terus digencarkan di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Kampung Tematik yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Pekuncen, Rabu (6/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0819/15 Gadingrejo, Serka Zainal Arifin, turut hadir sebagai bentuk dukungan TNI dalam pendampingan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi wisata lokal.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan langkah strategis dalam pengembangan kampung tematik yang berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Selain itu, rapat juga membahas berbagai konsep inovatif yang dapat meningkatkan daya tarik serta perekonomian masyarakat.
Serka Zainal Arifin menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa merupakan wujud sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan wilayah. “Kami siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pengembangan kampung tematik yang berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT/RW hingga generasi muda melalui Karang Taruna, dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata Kota Pasuruan memberikan arahan terkait strategi pengembangan kampung tematik agar memiliki ciri khas yang kuat dan mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Pasuruan.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan Kampung Tematik Kelurahan Pekuncen dapat berkembang secara optimal, tidak hanya menjadi ikon wilayah, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Tekan Angka Stunting, Babinsa Tambaksari Aktif Dampingi Program Desa
Seputardesa.com, Pasuruan -Upaya percepatan penanganan stunting terus digencarkan di wilayah Kecamatan Purwodadi. Salah satunya melalui kegiatan Rembug Stunting yang digelar di Balai Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Rabu (6/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Tambaksari Koramil 0819/22 Purwodadi, Koptu Dedik, turut hadir melaksanakan pendampingan guna memastikan program berjalan optimal di tingkat desa.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Ibu Nurul yang mewakili Camat Purwodadi, Pj Kepala Desa Tambaksari Ibu Sholihati Rohmah, Kepala Puskesmas Purwodadi dr. Agus, Bidan Desa Tambaksari Ibu Sri Wahyuni, serta para kader Posyandu stunting Desa Tambaksari.
Rembug stunting ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah dan komitmen lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Berbagai strategi dibahas, mulai dari peningkatan gizi ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Babinsa Tambaksari Koptu Dedik menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan TNI dalam membantu pemerintah daerah menekan angka stunting. “Kami siap mendukung penuh setiap program pemerintah, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Sinergi antara aparat, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting agar program ini dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya para kader Posyandu, dalam memberikan edukasi kepada warga terkait pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak.
Sementara itu, pihak Puskesmas Purwodadi menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kerja sama berkelanjutan dari semua pihak. Dengan adanya rembug stunting ini, diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret yang tepat sasaran dalam menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Purwodadi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gizi anak semakin meningkat, sehingga generasi masa depan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.
DPRD Sidoarjo Dorong Pemuda Kreatif Angkat Potensi Desa Lewat Teknologi
SeputarDesa.com, Sidoarjo – DPRD Sidoarjo menaruh perhatian serius terhadap perubahan di tingkat desa yang kini semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan tuntutan inovasi. Lembaga legislatif daerah tersebut menilai bahwa desa-desa di Kabupaten Sidoarjo sejatinya memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, industri kreatif, hingga kearifan lokal yang menjadi kekuatan identitas masyarakat. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak optimal apabila tidak dikelola dengan pendekatan yang inovatif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Di tengah arus disrupsi teknologi yang terus berkembang, masa depan desa tidak lagi semata ditentukan oleh luas wilayah atau melimpahnya sumber daya alam. Justru, kreativitas dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor kunci dalam mendorong kemajuan desa. Dalam konteks ini, generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan.
Foto : Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto
Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto, menegaskan bahwa potensi desa yang besar harus diimbangi dengan keberanian untuk berinovasi. Menurutnya, pemuda desa harus mampu melihat peluang dan mengolah potensi yang ada menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
“Potensi desa sangat besar, tetapi perlu kreativitas dan keberanian untuk mengolahnya menjadi nilai ekonomi. Di sinilah peran generasi muda menjadi penting sebagai motor penggerak inovasi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, menyampaikan bahwa desa pada dasarnya tidak kekurangan potensi. Tantangan utama justru terletak pada bagaimana potensi tersebut dikemas secara kreatif sehingga memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di era digital.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar potensi, tetapi bagaimana kreativitas mampu mengolah dan mengemasnya menjadi sesuatu yang bernilai serta memberikan solusi,” katanya.
Foto : Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan
Pandangan tersebut mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan desa. Jika sebelumnya desa kerap dipandang sebagai wilayah dengan keterbatasan, kini desa memiliki peluang yang sama untuk berkembang layaknya kawasan perkotaan. Teknologi digital membuka akses tanpa batas, memungkinkan potensi lokal dikenal hingga ke pasar yang lebih luas, bahkan global.
DPRD Sidoarjo memandang bahwa integrasi antara kreativitas dan teknologi menjadi kunci dalam membangun desa yang berdaya saing. Desa tidak hanya diposisikan sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai sumber inovasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
Berbagai contoh telah menunjukkan bagaimana pemuda desa mampu menghadirkan perubahan nyata. Di sektor pertanian, misalnya, mulai berkembang penerapan metode modern seperti hidroponik, aquaponik, hingga pertanian berbasis teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat keberlanjutan sektor pertanian.
Transformasi juga terjadi pada aspek pemasaran. Pemuda desa kini semakin aktif memanfaatkan media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital untuk memasarkan produk lokal. Dengan strategi yang kreatif, produk desa yang sebelumnya hanya dikenal di lingkup terbatas kini mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Model pemasaran langsung kepada konsumen ini memberikan keuntungan signifikan. Selain memangkas rantai distribusi, pelaku usaha desa juga dapat memperoleh margin yang lebih besar, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya pada sektor pertanian, inovasi juga berkembang di bidang ekonomi kreatif. Produk berbasis kearifan lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas, hingga fesyen kini dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern. Sentuhan desain, kemasan yang menarik, serta strategi branding yang tepat menjadikan produk desa memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Desa tidak lagi identik dengan keterbelakangan, tetapi justru dapat menjadi sumber inovasi yang memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
DPRD Sidoarjo menyadari bahwa transformasi ini membutuhkan dukungan yang terintegrasi. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah terus diperkuat, terutama dalam penyediaan infrastruktur digital seperti akses internet hingga ke pelosok desa. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi berbasis teknologi.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) juga mulai didorong. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi, mempermudah pengelolaan usaha, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah penting lainnya. DPRD Sidoarjo mendukung berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi pemuda desa agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kolaborasi dengan akademisi, pelaku usaha, dan komunitas kreatif juga terus didorong guna membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah tersebut, DPRD Sidoarjo optimistis desa-desa di wilayahnya mampu bertransformasi menjadi desa yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa yang maju dan berdaya saing.
Pada akhirnya, kemajuan desa bukan hanya tentang potensi yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana potensi tersebut dihidupkan melalui kreativitas, inovasi, dan keberanian untuk mengambil langkah baru. Dengan dukungan teknologi dan semangat kolaborasi, desa-desa di Sidoarjo diharapkan mampu menjadi contoh nyata bahwa kekuatan lokal dapat berkembang menjadi solusi global di era digital.(**)
Lepas Jemaah Haji Kabupaten Cirebon, Pesan Bupati, Jaga Kesehatan dan Semoga Menjadi Haji Mabrur
SeputarDesa.com, Cirebon – Bupati Cirebon Imron melepas jemaah haji Kloter 19 asal Kabupaten Cirebon di Asrama Haji Watubelah, Selasa (5/5/2026), untuk pemberangkatan haji melalui Bandara Kertajati.
Pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga jemaah serta jajaran pemerintah daerah, yang turut memberikan doa dan dukungan.
Dalam kesempatan itu, Imron mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, mengingat saat ini Arab Saudi tengah memasuki musim panas dengan suhu tinggi.
“Karena di Arab sekarang lagi musim panas, jaga kesehatan supaya bisa melaksanakan ibadah dengan tenang,” ujar Imron.
Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar dan optimal.
Selain itu, Imron juga mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, cukup istirahat, serta mengikuti arahan petugas haji selama berada di Tanah Suci.
“Ya, harapan kami bahwa masyarakat Kabupaten Cirebon yang pergi haji di sana itu bisa melaksanakan dengan nyaman, tenang, dan tertib,” katanya.
Ia turut meminta keluarga jemaah di Kabupaten Cirebon untuk terus mendoakan kelancaran ibadah para calon haji.
“Semoga saudara-saudara kita yang pergi haji ini bisa melaksanakan kegiatan hajinya dengan baik dan bisa kembali ke Kabupaten Cirebon dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imron juga mengungkapkan masa tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Cirebon saat ini mencapai sekitar 26 tahun.
“Karena kita jemaah haji ini dibatasi per kloter, maka yang baru daftar sekarang harus menunggu sekitar 26 tahun,” pungkas Imron.
Soliditas 3 Pilar di Pasrepan, Karya Bakti Tingkatkan Kenyamanan Warga
Seputardesa.com, Pasuruan – Sinergitas TNI, Polri, dan pemerintah desa kembali ditunjukkan melalui kegiatan karya bakti yang digelar oleh Koramil 0819/17 Pasrepan bersama Polsek dan Aparatur Pemerintah Desa (Apdes) Kecamatan Pasrepan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (5/5/2026).
Karya bakti yang melibatkan anggota Koramil, Polsek, perangkat desa, serta masyarakat setempat ini difokuskan pada perbaikan jalan lingkungan dan pembersihan area sekitar. Tampak seluruh elemen bergotong royong menambal jalan berlubang dan merapikan lingkungan demi menciptakan akses yang aman dan nyaman bagi warga.
Danramil 0819/17 Pasrepan, Kapten Chk Dwi Suryo Saputro, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI bersama unsur terkait terhadap kondisi infrastruktur di wilayah binaan.
“Karya bakti ini merupakan wujud sinergi 3 pilar dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memperbaiki fasilitas umum seperti jalan agar lebih layak dan aman digunakan. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mempererat kebersamaan antara aparat dan warga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa gotong royong seperti ini diharapkan dapat terus dipelihara sebagai budaya yang menjadi kekuatan dalam membangun desa.
Sementara itu, warga Desa Pohgading menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan karya bakti ini, diharapkan kondisi lingkungan semakin baik, serta hubungan harmonis antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat semakin solid dalam menjaga dan membangun wilayah.
Demi menjaga Kesehatan dan Kebugaran Prajurit, Koramil 0819/26 Tosari Laksanakan Pembinaan Fisik
Seputardesa.com, Pasuruan – Dalam rangka menjaga dan memelihara kondisi fisik Prajurit, untuk mendukung tugas pokok sehari-hari di wilayah dan menjaga tubuh tetap sehat dan bugar, Kapten Inf Nurkoliq Danramil 0819/26 Tosari bersama anggota Melaksanakan Kegiatan Pembinaan Jasmani & Olaraga Umum bertempat di Seputaran Makoramil 0819/26 Tosari. Selasa, (05/05/2026).
Pada kesempatan tersebut Kapten Inf Nurkoliq mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pembinaan fisik bagi prajurit Koramil agar tetap memiliki fisik prima sehingga dalam menjalankan tugas pokok di wilayah dapat maksimal.
“Pembinaan fisik yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara terprogram, dengan tujuan membina dan meningkatkan kemampuan fisik prajurit”, ujarnya.
Harapannya dengan kegiatan olahraga yang dilakukan dengan rutin, akan menumbuhkan kesadaran sendiri agar tidak malas berolahraga untuk kesehatan, supaya daya tahan tubuh anggota bisa semakin bugar untuk selalu siap melaksanakan tugas, pungkasnya.
Pelatihan Konten Berbasis AI Digelar di Surabaya, Peserta Diajak Produksi Video Lebih Efisien
Seputardesa.com, Surabaya – Era produksi video pendek yang menguras waktu dan biaya besar mulai bergeser. Kini, siapa pun punya kesempatan menciptakan konten estetik berkelas sinematik hanya dalam hitungan menit. Fenomena ini ditangkap oleh Rumah Literasi Digital (RLD) melalui pelatihan bertajuk “AI Short Content Creator” yang berlangsung di Hanaka Social Space, Surabaya, Selasa (05/5/2026).
Puluhan peserta dari beragam latar belakang profesi berkumpul untuk membedah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia visual.
Mereka tidak lagi dipusingkan dengan kerumitan teknis penyuntingan konvensional, melainkan diajak menguasai berbagai alat bantu AI yang mampu mengotomatisasi proses kreatif.
Direktur RLD, Andika Ismawan, menyebut bahwa langkah tersebut merupakan respon atas masifnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, masyarakat saat ini jauh lebih cepat menangkap informasi yang disajikan secara visual ketimbang teks murni.
“Metode berbasis visual jauh lebih mudah dipahami publik. Melalui berbagai tools AI yang kami pelajari hari ini, pembuatan konten bukan lagi soal kerumitan, tapi efisiensi dan kreativitas,” ujarnya.
Pelatihan tersebut menghadirkan Deni Adi Santoso, seorang praktisi AI Filmmaker, sebagai mentor utama. Pemilik akun Instagram @denipanthom ini membagikan rahasia bagaimana kecerdasan buatan mampu memangkas alur produksi yang biasanya memakan waktu berhari-hari menjadi sangat singkat, namun tetap menjaga kualitas estetika yang berpotensi viral.
Dukungan penuh datang dari pemilik Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto. Pria yang akrab disapa Bang Yok itu mengapresiasi inisiatif jurnalis Surabaya dalam membekali masyarakat dengan kemampuan teknologi terbaru. Ia pun membuka pintu kolaborasi jangka panjang bagi kegiatan kreatif serupa.
“Sebagai tuan rumah, tentu bangga bisa menjadi bagian dari edukasi ini. Kami siap mendukung penuh setiap acara yang digelar kawan-kawan jurnalis, terutama yang berkaitan dengan literasi digital seperti yang dilakukan RLD,” ungkap Bang Yok.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga dukungan dari jejaring bisnis Bang Yok, mulai souvenir cantik dari AIPEL Computer hingga voucher menarik dari Bengkel Mobil NEWFAST.
Sinergi antara komunitas literasi dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mencetak kreator konten baru yang mampu bersaing di kancah nasional meski berangkat dari perangkat yang sederhana.
Sementara, salah satu peserta, Rani Aulia, Mahasiswi UPN Fakultas Fisip dan Konten Kreator Platinum Slime mengungkapkan, pelatihan pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) memberikan manfaat besar, khususnya bagi dirinya yang berprofesi sebagai content creator.
Menurutnya, kemampuan menghasilkan video secara otomatis melalui AI sangat membantu ketika beban pekerjaan sedang tinggi dan waktu produksi terbatas.
“Kalau lagi banyak konten dan tidak sempat produksi, AI bisa jadi solusi. Tinggal generate, videonya sudah bisa jadi,” terangnya.
Baginya, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut juga mudah dipahami. Bahkan bagi peserta yang belum familiar dengan teknologi AI, penjelasan diberikan secara jelas dan berulang sehingga lebih mudah dicerna.
Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat lebih sering diselenggarakan dengan materi yang semakin beragam, khususnya terkait teknik penulisan prompt agar hasil konten AI lebih maksimal.
Selain itu, ia juga menilai penggunaan video AI dapat menjadi variasi menarik dalam konten digital karena dinilai lebih kreatif dan menghibur.
Lebih lanjut, ia mendorong agar workshop digital seperti ini dapat menjangkau lebih banyak komunitas, tidak hanya di kalangan kreator konten, tetapi juga komunitas lain seperti pelaku usaha kreatif.
“Workshop seperti ini sangat bermanfaat karena sekarang semuanya serba digital. Semoga bisa lebih banyak lagi diadakan dan menjangkau komunitas yang lebih luas,” urainya.
Ia pun mengapresiasi penyelenggara karena telah memberikan wawasan baru.
“Sebelumnya, aku hanya memanfaatkan AI untuk menghasilkan gambar, namun kini sudah memahami cara membuat video berbasis AI yang dinilai sangat mendukung pekerjaannya,” terangnya.
Atasi Banjir Tahunan di Tanggulangin dan Candi, Pemkab Sidoarjo Gandeng BNPB untuk Solusi Permanen
SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus bergerak cepat menangani persoalan banjir tahunan yang kerap melanda wilayah dataran rendah, terutama di Desa Kedungbanteng (Kecamatan Tanggulangin) dan Desa Kedungpeluk (Kecamatan Candi). Langkah ini diperkuat melalui audiensi langsung antara Bupati Sidoarjo, Subandi, dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Sidoarjo sebagai Daerah Delta yang Rawan
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Subandi memaparkan bahwa kondisi geografis Sidoarjo sebagai daerah delta menjadikannya sangat rentan tergenang air karena berada di titik pertemuan aliran sungai dan laut. Mengingat kebijakan efisiensi anggaran daerah, keterlibatan pemerintah pusat melalui BNPB menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan infrastruktur pengendali banjir.
“Agenda banjir di Desa Kedungbanteng ini adalah tahunan. Solusi ini harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah agar penanganannya lebih terarah dan berkelanjutan,” tegas Subandi.
Rencana Strategis dan Kebutuhan Teknis
Berdasarkan pemaparan dari BPBD Sidoarjo dan Dinas PUBMSDA, terdapat beberapa titik lemah yang perlu segera ditingkatkan kapasitasnya, mulai dari saluran air hingga kinerja rumah pompa. Untuk itu, Pemkab Sidoarjo telah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp209,5 miliar kepada BNPB guna mendukung berbagai program prioritas, antara lain:
Normalisasi Sungai Bagebug: Rp15 miliar.
Perbaikan Pompa Kedungcangkring: Rp35 miliar.
Penambahan Pompa: Di wilayah Penatarsewu dan Kedungbanteng senilai Rp15 miliar.
Peningkatan 37 Unit Pompa & Pengadaan Pompa Portable: Kapasitas 250 liter per detik senilai Rp134 miliar.
Peningkatan Saluran Gedangrowo: Rp5,5 miliar.
Sarana Prasarana Kendaraan Bencana: Rp5 miliar.
Respons Positif dari Pusat
Audiensi tersebut membuahkan hasil positif. Pihak BNPB meminta BPBD Sidoarjo melakukan mapping menyeluruh agar bantuan yang akan dikucurkan tepat sasaran. Sebagai tindak lanjut teknis, Kalaksa BPBD Sidoarjo diminta tetap berada di Jakarta untuk mendalami detail penanganan yang disarankan oleh BNPB.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan baik dan dicarikan solusi. Kami berharap kolaborasi ini dapat segera mewujudkan tata kota yang lebih baik, terutama dalam memberikan rasa aman bagi warga desa dari ancaman banjir,” pungkas Subandi.
Apresiasi Kampung Lali Gadget, Wabup Mimik Idayana Dorong Replikasi Edukasi Berbasis Alam di Desa-Desa Sidoarjo
SeputarDesa.com, Sidoarjo Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., melakukan kunjungan kerja ke wahana Outdoor Learning (ODL) Kampung Lali Gadget (KLG) di Dusun Bendet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap inovasi desa dalam menangani isu ketergantungan anak pada perangkat digital.
Ruang Alternatif Penyeimbang Era Digital
Dalam kunjungannya, Mimik Idayana memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda penggerak KLG yang telah menciptakan ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar dan berinteraksi dengan alam. Menurutnya, inisiatif ini merupakan contoh nyata peran aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui aktivitas fisik dan sosial tanpa gangguan gadget.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong program-program serupa agar dapat berkembang di wilayah lain. Saya berharap konsep ini dapat direplikasi di kecamatan dan desa-desa lain di Sidoarjo,” ungkap Mimik Idayana di sela kegiatannya memantau anak-anak bermain.
Sinergi dengan Kurikulum Pendidikan
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menilai bahwa metode yang diterapkan di Kampung Lali Gadget sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan saat ini. KLG dinilai menjadi model pembelajaran kontekstual di luar kelas (outing class) yang efektif untuk jenjang PAUD/TK hingga SD.
“Kami sangat mendukung destinasi ODL di Sidoarjo ini. Hal ini sejalan dengan program penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak,” jelas Netti.
Melestarikan Kearifan Lokal melalui Permainan Tradisional
Achmad Irfandi, pendiri Kampung Lali Gadget, menjelaskan bahwa wahana ini hadir sebagai respons atas kekhawatiran terhadap penggunaan gadget yang berlebihan. Di tempat ini, anak-anak diajak kembali ke dunia bermain yang sesungguhnya melalui berbagai permainan tradisional seperti:
Dakon.
Egrang.
Gobak Sodor.
Bakiak Panjang.
Kegembiraan nampak jelas di wajah para peserta, salah satunya Anindiya (5), siswa TK Dharma Wanita Persatuan Wedoro Waru, yang mengaku sangat senang bisa bermain bakiak panjang bersama teman-temannya di lokasi tersebut. Melalui kolaborasi antara pegiat desa dan pemerintah daerah, diharapkan sarana prasarana di KLG terus berkembang sehingga anak-anak Sidoarjo tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan edukasi luar ruangan yang berkualitas.
Kabar Gembira! Pemkab Sidoarjo Bebaskan Denda Pajak Daerah Mulai 4 Mei 2026
SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) resmi meluncurkan program pembebasan denda pajak daerah. Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak 4 Mei hingga 29 Oktober 2026 dengan tujuan meringankan beban ekonomi warga sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak di wilayah Sidoarjo.
Cakupan Pembebasan Denda
Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melunasi tunggakan pajak tanpa dikenakan denda administratif. Berikut adalah rincian kategori pajak yang mendapatkan pembebasan:
PBB-P2 & BPHTB: Pembebasan denda berlaku untuk masa pajak hingga tahun 2025.
Pajak Daerah Lainnya: Meliputi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti makanan/minuman, tenaga listrik, perhotelan, parkir, serta jasa kesenian dan hiburan untuk masa pajak hingga tahun 2025 serta periode Januari-Maret 2026.
Pajak Reklame & Pajak Air Tanah: Berlaku untuk masa pajak hingga tahun 2025 serta periode Januari hingga Maret 2026.
Komitmen Pembangunan Sidoarjo
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat. Ia berharap momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga untuk memenuhi kewajiban mereka.
“Pajak merupakan kontribusi bersama untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program kesejahteraan lainnya di Sidoarjo,” ujar Subandi.
Kepatuhan wajib pajak dinilai sangat krusial guna mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Kemudahan Akses Pembayaran
Untuk meminimalisir antrean, BPPD Sidoarjo telah menyediakan berbagai kanal pembayaran digital dan fisik yang mudah diakses oleh masyarakat desa maupun kota, antara lain:
Perbankan & Ritel: Bank Jatim, Mandiri, BNI, BTN, OCBC Nisp, Kantor Pos, Alfamart, dan Indomaret.
Platform Digital: QRIS, Virtual Account, GoPay, OVO, Shopee, Blibi, serta melalui BUMDes.
Warga dapat melakukan pengecekan tagihan atau mendapatkan informasi lebih lanjut melalui tautan bit.ly/BPPDKabSidoarjo atau memindai kode QR resmi yang telah disediakan oleh BPPD Kabupaten Sidoarjo.