banner 970x250
Advertorial

DPRD Sidoarjo Dorong Penguatan Kebijakan UMKM Sentra Kulit Tanggulangin agar Berdaya Saing Nasional

×

DPRD Sidoarjo Dorong Penguatan Kebijakan UMKM Sentra Kulit Tanggulangin agar Berdaya Saing Nasional

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama penggerak perekonomian daerah. Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius DPRD adalah industri kerajinan kulit di Kecamatan Tanggulangin yang selama puluhan tahun dikenal sebagai sentra produksi berbagai produk kulit berkualitas.

Sentra industri kulit Tanggulangin memiliki sejarah panjang sebagai pusat kerajinan yang menghasilkan beragam produk seperti tas, sepatu, jaket, dompet, sabuk, dan berbagai aksesori kulit lainnya. Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah Sidoarjo, tetapi juga telah dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan dalam beberapa kesempatan, produk kerajinan kulit Tanggulangin juga menembus pasar yang lebih luas.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, menilai bahwa keberadaan industri kerajinan kulit Tanggulangin memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor ini, baik sebagai perajin, pedagang, maupun pelaku usaha pendukung lainnya.

Oleh karena itu, DPRD Sidoarjo mendorong berbagai kebijakan yang dapat memperkuat sektor UMKM, khususnya bagi para perajin di sentra kulit Tanggulangin. Dukungan tersebut meliputi penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga perluasan akses promosi dan pemasaran produk.

“DPRD Sidoarjo memiliki komitmen kuat untuk mendukung pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Sentra kerajinan kulit Tanggulangin merupakan aset penting yang harus terus didorong agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Abdillah Nasih.

Menurutnya, perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis menuntut para pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan, baik dari segi kualitas produk, inovasi desain, maupun strategi pemasaran. Tanpa adanya dukungan kebijakan yang tepat, pelaku UMKM akan menghadapi tantangan yang semakin berat dalam menghadapi persaingan pasar.

Karena itu, DPRD Sidoarjo memandang penting adanya langkah-langkah strategis untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui kegiatan promosi produk yang dapat memperkenalkan kembali potensi kerajinan kulit Tanggulangin kepada masyarakat luas.

Kehadiran Ketua DPRD Sidoarjo dalam kegiatan Tanggulangin Fair 2026 yang digelar di Pasar Wisata Tanggulangin menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor UMKM. Kegiatan ini dinilai menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Menurut Abdillah Nasih, kegiatan pameran seperti Tanggulangin Fair memiliki peran penting dalam memperkuat promosi produk UMKM. Melalui kegiatan tersebut, para perajin dapat menampilkan hasil karya terbaik mereka sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

“Tanggulangin Fair menjadi ruang bagi para perajin untuk menunjukkan kualitas produk mereka. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pasar dan menjalin kemitraan baru,” jelasnya.

Selain aspek promosi, DPRD Sidoarjo juga mendorong peningkatan kualitas produksi agar produk kerajinan kulit Tanggulangin mampu bersaing dengan produk dari daerah lain maupun produk impor. Peningkatan kualitas tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan desain, pemilihan bahan baku yang berkualitas, serta penerapan teknologi produksi yang lebih modern.

Dalam kegiatan Tanggulangin Fair 2026, para perajin juga diperkenalkan dengan teknologi industri yang dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi. Salah satunya adalah mesin jahit otomatis berbasis komputer yang mampu mempercepat proses produksi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk.

Abdillah Nasih menilai bahwa pemanfaatan teknologi tersebut dapat menjadi peluang bagi para perajin untuk meningkatkan kapasitas produksi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi harus tetap memperhatikan karakter dan nilai seni yang menjadi ciri khas produk kerajinan kulit Tanggulangin.

“Teknologi tentu dapat membantu meningkatkan produktivitas. Namun kekuatan utama produk Tanggulangin tetap terletak pada kualitas kerajinan tangan dan kreativitas para perajinnya. Hal ini harus terus dijaga agar produk tetap memiliki identitas yang kuat,” katanya.

Tanggulangin Fair 2026 sendiri diselenggarakan selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Februari 2026, dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM. Sebanyak 55 stan turut meramaikan kegiatan tersebut, terdiri dari 30 stan perajin kulit dan aksesoris serta 25 stan kuliner yang menampilkan berbagai produk lokal.

Berbagai produk kerajinan kulit unggulan dipamerkan dalam kegiatan ini, mulai dari tas, sepatu, jaket, dompet, hingga berbagai aksesori kulit lainnya. Produk-produk tersebut menunjukkan kemampuan para perajin dalam menghadirkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Bagi DPRD Kabupaten Sidoarjo, kegiatan seperti Tanggulangin Fair tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri kreatif yang lebih kuat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas pasar mereka.

Ke depan, DPRD Sidoarjo menegaskan akan terus mendorong berbagai kebijakan yang berpihak pada pengembangan UMKM. Dukungan terhadap sentra industri kulit Tanggulangin diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan kebijakan yang kuat serta sinergi antara pelaku usaha dan berbagai pihak terkait, sentra kerajinan kulit Tanggulangin diharapkan mampu berkembang menjadi pusat industri kreatif yang modern, inovatif, dan memiliki daya saing kuat di tingkat nasional.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: zeera Editor: Zeera

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi