banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Event

Dr. Yohanes Winarto Gaungkan Semangat Kesetaraan di Soekarno Run 2026, Angkat Makna “Berlari di Atas Kaki Sendiri”

×

Dr. Yohanes Winarto Gaungkan Semangat Kesetaraan di Soekarno Run 2026, Angkat Makna “Berlari di Atas Kaki Sendiri”

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Surakarta – Ribuan pelari memadati garis start Soekarno Run 2026 yang digelar di Kota Surakarta, Minggu (28/6/2026) pagi. Sebanyak sekitar 7.500 peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang lari yang tahun ini mengusung tema “Berlari di Atas Kaki Sendiri.”

Di tengah ribuan peserta yang bersiap menempuh lintasan, perhatian tertuju kepada Dr. Yohanes Winarto, S.H., M.H., Ketua Dewan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan. Kehadirannya bukan semata untuk mengejar catatan waktu, tetapi menunjukkan bahwa olahraga merupakan ruang yang terbuka bagi semua kalangan.

Sepanjang lintasan, Yohanes berbaur bersama peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelari profesional, komunitas lari, keluarga, anak-anak, hingga sahabat disabilitas. Kebersamaan itu menjadi gambaran nyata bahwa olahraga mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang usia, profesi, maupun kemampuan fisik.

Tema “Berlari di Atas Kaki Sendiri” menjadi pesan utama yang diusung dalam Soekarno Run 2026. Tema tersebut tidak hanya dimaknai secara harfiah sebagai aktivitas berlari menggunakan kekuatan sendiri, tetapi juga mengandung filosofi tentang kemandirian, kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat untuk terus melangkah dengan kemampuan yang dimiliki.

Baca Juga :  Ketua DPRD Grobogan Hadiri Turnamen Bola Voli Bologarang Cup III 2026, Dukung Lahirnya Bibit Atlet Berprestasi

Makna tersebut mengajak setiap peserta agar tidak membandingkan dirinya dengan orang lain, melainkan fokus pada proses dan perjuangan pribadi. Dalam olahraga maupun kehidupan, setiap orang memiliki titik awal, kemampuan, dan ritme yang berbeda. Karena itu, keberhasilan bukan hanya diukur dari siapa yang mencapai garis finis paling cepat, melainkan dari keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk terus melangkah.

Pesan itu juga sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya berdiri di atas kekuatan sendiri, percaya pada kemampuan bangsa, serta tidak mudah bergantung kepada pihak lain. Semangat tersebut diterjemahkan dalam konteks olahraga sebagai dorongan untuk membangun karakter yang tangguh, disiplin, dan percaya diri.

Baca Juga :  Carangrejo Run Fest 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lomba Lari 5K Perdana Bernuansa Pedesaan

Menurut Yohanes Winarto, olahraga tidak hanya membentuk kesehatan jasmani, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas sosial. “Tema Berlari di Atas Kaki Sendiri mengingatkan kita bahwa setiap langkah memiliki arti. Kita mungkin memiliki kecepatan yang berbeda, tetapi semua berhak berada di garis start dan mencapai garis finis dengan perjuangannya masing-masing,” ujarnya.

Soekarno Run 2026 diikuti sekitar 7.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka terbagi dalam empat kategori, yakni 10K, 5K Speed Run, 5K Fun Run, dan 1,1K Kids Dash. Kategori tersebut dirancang agar masyarakat dari berbagai usia dan tingkat kemampuan dapat berpartisipasi.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut meramaikan kegiatan ini. Di antaranya Anggota DPR RI Aria Bima, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah periode 2013–2023 Ganjar Pranowo, mantan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto bersama Wakil Wali Kota Astrid Widayani, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Ketua DPRD Grobogan Turut Meriahkan Soekarno Run 2026, Gaungkan Semangat Kesetaraan Lewat Olahraga

Melalui tema “Berlari di Atas Kaki Sendiri”, Soekarno Run 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang edukasi yang mengajak masyarakat membangun gaya hidup sehat, memperkuat semangat gotong royong, serta menanamkan nilai bahwa setiap perjuangan layak dihargai. Sebab pada akhirnya, kemenangan sejati bukan sekadar menjadi yang tercepat, melainkan keberanian untuk terus melangkah dengan kemampuan sendiri tanpa menyerah pada keadaan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: Iwan Luthfi Editor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi