banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Kisah Inspiratif

Empat Kali Gagal Seleksi, Anak Desa Made Akhirnya Wujudkan Mimpi Menjadi Prajurit TNI AL

×

Empat Kali Gagal Seleksi, Anak Desa Made Akhirnya Wujudkan Mimpi Menjadi Prajurit TNI AL

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang — Mimpi menjadi prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) akhirnya terwujud bagi Wahyu Putra Pamungkas, pemuda asal Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Jalan menuju cita-cita itu tidak mudah. Wahyu harus mengikuti proses seleksi hingga empat kali. Kegagalan demi kegagalan pernah ia rasakan, tetapi tekadnya untuk menjadi prajurit TNI AL tidak pernah padam.

Sejak awal, keinginan Wahyu begitu kuat. Ketika disarankan untuk mencoba mendaftar sebagai prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) maupun TNI Angkatan Udara (TNI AU), ia tetap menolak.

Baginya, pilihannya hanya satu.

“Pokoknya harus TNI AL.”

Tekad tersebut bukan sekadar keinginan sesaat. Wahyu terus mencoba meski beberapa kali harus menerima kenyataan belum berhasil dalam seleksi. Ia kembali mempersiapkan diri, memperbaiki kekurangan dan mengikuti proses seleksi berikutnya.

Baca Juga :  Inspiratif! Kisah Anita Oktaviana, Sinergikan Pengobatan Modern dan Thibbunnabawi, Lulusan Hong Kong yang Berdedikasi untuk Kesehatan Masyarakat

Di balik perjuangan Wahyu, ada sosok seorang ayah yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan.

Wahyu merupakan putra dari Maryadi dan almarhumah Nur Jannah. Setelah kepergian sang ibu, perjuangan keluarga menjadi semakin berarti. Maryadi sebagai seorang ayah terus bekerja keras dan berusaha memberikan dukungan agar keinginan anaknya dapat terwujud.

Bagi seorang ayah, melihat anak berhasil meraih cita-cita tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Terlebih, cita-cita tersebut tidak diraih dengan jalan yang mudah.

Empat kali mengikuti seleksi menjadi perjalanan panjang bagi Wahyu dan keluarganya. Ada rasa kecewa, harapan yang kembali dibangun, hingga akhirnya datang kabar yang selama ini dinantikan.

Baca Juga :  Di Tengah Gempuran Produk Modern, Pengrajin Batu Akik Dusun Tumbal Pertahankan Tradisi Manual Warisan Leluhur

Wahyu Putra Pamungkas akhirnya dinyatakan lulus dan berhasil menjadi prajurit TNI AL.

Kini, pemuda dari Desa Made tersebut menjalani pengabdian sebagai bagian dari Batalyon Zipur Menzeni 3 Pasmar 3.

Keberhasilan Wahyu bukan hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi kebahagiaan bagi sang ayah dan keluarga. Dari sebuah desa di Kecamatan Kudu, sebuah cita-cita besar akhirnya berhasil diwujudkan.

Kisah Wahyu menjadi bukti bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Empat kali mengikuti seleksi tidak membuatnya berpaling dari tujuan. Ia tetap memilih TNI AL dan terus berjuang sampai akhirnya kesempatan itu datang.

Baca Juga :  Inspiratif! Kisah Anita Oktaviana, Sinergikan Pengobatan Modern dan Thibbunnabawi, Lulusan Hong Kong yang Berdedikasi untuk Kesehatan Masyarakat

Di balik seragam yang kini dikenakannya, ada perjalanan panjang seorang anak yang tidak mau menyerah dan seorang ayah yang terus bekerja keras mendukung cita-cita anaknya.

Dari Desa Made untuk sebuah pengabdian. Empat kali mencoba, berkali-kali jatuh, tetapi akhirnya berhasil berdiri dengan seragam TNI AL yang selama ini diimpikan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi