Seputardesa.com, Artikel – Pertanyaan apakah motor listrik saat hujan aman digunakan masih sering muncul di kalangan calon maupun pengguna kendaraan listrik. Kekhawatiran tersebut cukup wajar karena motor listrik mengandalkan baterai, controller dan berbagai komponen elektronik untuk menghasilkan tenaga.
Namun, keberadaan komponen listrik bukan berarti motor listrik tidak boleh terkena air. Kendaraan yang dirancang untuk penggunaan di jalan raya umumnya memiliki perlindungan terhadap air sesuai spesifikasi masing-masing.
Kementerian ESDM bahkan pernah melakukan pengujian endurance terhadap motor hasil konversi kendaraan listrik sejauh 10.000 kilometer selama 48 hari. Pengujian tersebut mencakup kondisi jalan menanjak, turunan dan macet, termasuk penggunaan dalam kondisi hujan maupun panas.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membawa motor listrik berkendara ketika hujan.
Motor Listrik Bisa Dipakai Saat Hujan
Secara umum, motor listrik dapat digunakan ketika hujan selama kendaraan tersebut memang memiliki perlindungan terhadap air sesuai spesifikasi produsennya.
Salah satu indikator yang dapat diperhatikan adalah IP Rating atau Ingress Protection. Angka tersebut memberikan informasi mengenai tingkat perlindungan suatu komponen dari benda padat dan air.
Sebagai contoh, beberapa motor listrik menggunakan baterai dengan rating IP67. ALVA menjelaskan bahwa baterai pada seluruh lini produknya memiliki sertifikasi IP67.
Polytron juga pernah menyebut baterai Fox-R memiliki sertifikasi IPX67 setelah melalui pengujian terkait ketahanan terhadap air dan debu.
Namun, konsumen perlu memahami bahwa rating tersebut berlaku pada komponen dan kondisi pengujian tertentu. Artinya, angka IP bukan berarti seluruh motor boleh direndam atau digunakan tanpa batas di dalam banjir.
Hujan dan Banjir Adalah Dua Kondisi Berbeda
Air hujan yang mengenai motor ketika kendaraan sedang berjalan berbeda dengan kondisi ketika kendaraan terendam atau menerobos banjir.
Saat hujan, air umumnya mengenai bagian luar kendaraan dalam bentuk tetesan dan cipratan. Sementara ketika melewati banjir, air dapat mencapai bagian motor yang lebih rendah dan memberikan tekanan serta paparan yang jauh lebih besar.
Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menganggap motor yang aman digunakan ketika hujan otomatis aman melewati semua jenis genangan.
Batas kemampuan melewati genangan juga berbeda pada setiap model.
Sebagai contoh, ALVA menyebut beberapa produknya memiliki sertifikasi IP67 serta teknologi yang memungkinkan menghadapi genangan hingga ketinggian tertentu. Namun, produsen tersebut tetap mengingatkan pengguna untuk memperhatikan kondisi jalan dan batas penggunaan kendaraan.
Perhatikan Charging Port
Bagian yang juga harus mendapat perhatian setelah motor digunakan dalam kondisi hujan adalah charging port.
Jangan terburu-buru mengisi daya apabila area konektor masih basah. Pastikan port pengisian sudah kering sebelum charger dipasang.
ALVA secara khusus menyarankan pengguna memastikan charging port dalam kondisi kering setelah motor terkena hujan atau selesai dicuci. Produsen tersebut juga menyarankan pemilik mengeringkan area sambungan panel dan bagian lain yang berpotensi menyimpan air.
Langkah sederhana ini penting karena proses pengisian daya melibatkan hubungan antara kendaraan dengan sumber listrik.
Hindari Semprotan Air Bertekanan Tinggi
Motor listrik boleh dicuci, tetapi bukan berarti seluruh bagian kendaraan aman terkena semprotan air bertekanan sangat tinggi.
ALVA menyarankan pengguna menghindari penggunaan pressure washer secara langsung pada bagian tertentu dan memastikan penutup komponen tertutup rapat sebelum mencuci kendaraan.
Setelah dicuci, motor juga sebaiknya dikeringkan menggunakan kain yang sesuai. Berikan perhatian lebih pada charging port, celah panel dan bagian bawah motor yang banyak terkena cipratan air jalan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Motor Kehujanan?
Tidak perlu panik jika motor listrik terkena hujan. Setelah sampai di tempat tujuan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan.
Pertama, parkir kendaraan di tempat yang aman dan tidak tergenang. Kedua, lap bagian yang basah, terutama area charging port. Ketiga, periksa apakah terdapat lumpur atau kotoran yang menempel di bagian bawah motor.
Jika motor baru saja melewati genangan cukup tinggi, perhatikan apakah muncul gejala yang tidak biasa. Apabila terdapat indikator peringatan, gangguan tenaga atau masalah pada sistem kelistrikan, sebaiknya kendaraan diperiksa di bengkel resmi.
Bagaimana Jika Terpaksa Melewati Genangan?
Pengendara sebaiknya menghindari genangan yang tidak diketahui kedalamannya.
Selain risiko terhadap sistem kendaraan, genangan juga menyimpan risiko keselamatan lain. Lubang jalan, benda tajam, permukaan licin dan arus air dapat membahayakan pengendara.
Kemampuan sebuah motor listrik melewati genangan juga tidak bisa disamaratakan. Karena itu, jangan menjadikan kemampuan satu model sebagai patokan untuk model lainnya.
Kementerian ESDM memang memiliki catatan pengujian kendaraan listrik dalam kondisi hujan dan panas, tetapi pengujian tersebut tidak berarti seluruh motor listrik dapat digunakan menerobos banjir tanpa memperhatikan batas teknis kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















