SeputarDesa.com — M. Teguh Cahyadin atau yang akrab disapa Gus Din, mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Jawa Timur periode 2021–2024, kini kembali aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepemudaan, keulamaan, dan kebangsaan.
Gus Din diketahui pernah memimpin DPW PSI Jawa Timur pada periode 2021 hingga 2024. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPW, Gus Din memutuskan meninggalkan partai politik yang identik dengan simbol gajah tersebut pada 2024.

Setelah mengakhiri kiprahnya di struktur PSI dan meninggalkan partai politik tersebut pada 2024, Gus Din melanjutkan aktivitasnya di luar politik praktis.
Dalam momentum Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35, Gus Din tercatat sebagai Pembina Jaringan Ulama Muda Nusantara.
Pasca meninggalkan PSI, Gus Din melanjutkan kiprahnya di luar struktur partai politik. Saat ini, ia menjabat sebagai Pembina Jaringan Ulama Muda Nusantara, sebuah wadah silaturahmi dan gerakan yang menghimpun tokoh serta kiai muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Jaringan Ulama Muda Nusantara merupakan wadah silaturahmi dan gerakan yang mempertemukan para tokoh serta kiai muda dari berbagai daerah di Indonesia. Wadah ini dibangun untuk memperkuat komunikasi, silaturahmi, dan kerja sama dalam berbagai persoalan sosial serta kebangsaan.
Sebagai pembina, Gus Din memiliki peran dalam memberikan arahan dan pemikiran bagi pengembangan jaringan tersebut, khususnya dalam mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Jaringan Ulama Muda Nusantara juga membawa komitmen untuk mengawal nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.
Kehadiran Gus Din dalam kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan momentum Muktamar NU ke-35 menunjukkan adanya kesinambungan kiprah setelah dirinya meninggalkan dunia politik praktis. Pengalaman organisasi dan politik yang pernah dijalaninya menjadi salah satu latar belakang dalam aktivitasnya saat ini.
Perjalanan Gus Din dari dunia politik praktis menuju aktivitas sosial dan kebangsaan menjadi bagian dari dinamika perjalanan pengabdian tokoh muda di Indonesia. Kiprahnya kini diarahkan pada penguatan silaturahmi dan peran ulama muda dalam menjaga persatuan serta kehidupan kebangsaan.
Gus Din kini menempatkan peran tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antartokoh dan kiai muda, sekaligus mendorong kontribusi generasi muda dalam menjaga persatuan, kebangsaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















