banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah WNI Waspada Usai Serangan di Bandara Riyadh

×

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah WNI Waspada Usai Serangan di Bandara Riyadh

Sebarkan artikel ini

Seputardesa.com, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta warga negara Indonesia (WNI), termasuk para jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi untuk terus waspada.

Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Kemenhaj menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid, Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Serangan tersebut telah diklaim dilakukan oleh kelompok Houthi dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia serta 309 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kemenhaj mengimbau bagi calon jemaah umrah yang belum berangkat ke Arab Saudi untuk terus memantau situasi, termasuk mengenai informasi penerbangan.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Resmi Buka TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Mangunrejo 

“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta pada Minggu, 11 Oktober 2026.

“Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” imbuhnya.

Sementara untuk jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, diimbau untuk mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Di tempat terpisah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyebut belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut.

Baca Juga :  37 Tahun Tak Bersertifikat, 4 Aset Tanah Puskesmas Batu Senilai Rp15,6 Miliar Akhirnya Diselamatkan

Namun, pihak KBRI masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan ada atau tidaknya WNI sebagai korban luka-luka.

“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada/tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” ungkap pihak KBRI dalam keterangan resminya pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Menurut data dari KBRI Riyadh, korban tewas dalam serangan tersebut adalah empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Baca Juga :  INDOPOSCO 2026 Beri Apresiasi bagi Insan dan Institusi Pers

Senada dengan Kemenhaj, pihak KBRI juga meminta masyarakat untuk terus berkoordinasi mengenai rencana penerbangan yang akan dilakukan via Bandara King Khalid dengan maskapai terkait.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa