SeputarDesa.com, Sidoarjo – Aksi demonstrasi warga Dusun Sumogirang, Desa Mbandilan, Kecamatan Prambon, yang menuntut agar Kasun Zainal Abidin mengundurkan diri, menunjukkan bahwa masyarakat desa kini semakin kritis dan tidak ragu menyampaikan aspirasi.
Saya, M. Irwani Nasirul Umam, dalam kapasitas sebagai Ketua BPD sekaligus Pemred Seputardesa.com, memandang aksi ini sebagai wujud meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap peran mereka dalam mengawasi jalannya pemerintahan desa.
Menurut saya, aksi ini adalah tanda bahwa warga merasa ruang komunikasi kurang terbuka. Saya sering mengingatkan bahwa:
“Ketika warga sampai turun ke jalan, itu artinya suara mereka tidak menemukan tempat lagi di meja musyawarah.”
Pemerintah desa harus menjawab situasi ini dengan membuka ruang dialog seluas-luasnya, memberikan klarifikasi, dan bila perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Sementara itu, warga juga sudah menunjukan kepeduliannya dengan turun langsung, dan hal ini harus dihargai sebagai bentuk partisipasi publik.
Tuntutan agar seorang Kepala Dusun mundur tentu bukan hal sepele. Namun, jika dikelola dengan bijak, momentum ini dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar yang harus dijaga. Saya meyakini bahwa:
“Desa akan maju jika pemimpinnya terbuka terhadap kritik dan warganya merasa dihargai.”
Aksi warga Sumogirang seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman, melainkan kesempatan memperbaiki sistem dan membangun kembali kepercayaan antara aparatur desa dan masyarakat.
Sebagai Pemred Seputardesa.com sekaligus Ketua BPD, saya percaya bahwa aspirasi warga adalah energi perubahan. Selama disampaikan dengan damai, suara rakyat patut didengarkan dan menjadi dasar perbaikan bagi semua pihak.














