SeputarDesa.com, Purworejo – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H, Komunitas Budaya Arahiwang Moncer resmi membuka Pasar Takjil Arahiwang pada Selasa (24/02/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Situs Arahiwang, yang berlokasi di Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.
Pembukaan pasar takjil tersebut disambut antusias oleh masyarakat Desa Borowetan dan sekitarnya. Sejak sore hari, warga mulai berdatangan untuk melihat berbagai stan kuliner yang tertata di area situs, sekaligus menikmati suasana ngabuburit yang kental dengan nuansa budaya dan kebersamaan.
Ketua Komunitas Budaya Arahiwang Moncer, Sugiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pasar Takjil Arahiwang akan digelar setiap hari mulai 24 Februari hingga 15 Maret 2026. Waktu operasional dimulai pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB, atau menjelang waktu berbuka puasa.
“Pasar Takjil Arahiwang ini kami buka setiap hari selama Ramadan, mulai tanggal 24 Februari sampai 15 Maret 2026, pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi warga sekitar,” ujar Sugiyanto di hadapan para pengunjung.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi di Situs Arahiwang bukan tanpa alasan. Selain sebagai ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan budaya, kawasan tersebut dinilai strategis dan representatif untuk kegiatan masyarakat yang bersifat edukatif dan sosial.
Ragam Menu Takjil, Dari Kekinian Hingga Jajanan Jadul
Pasar Takjil Arahiwang menghadirkan beragam menu berbuka puasa yang menggugah selera. Pengunjung dapat menemukan aneka gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe mendoan, serta camilan manis seperti kolak pisang dan kolak ubi.
Tak hanya itu, tersedia pula minuman segar seperti es dawet ireng yang menjadi salah satu favorit warga. Kekayaan kuliner tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan hadirnya jajanan jadul seperti serabi, tiwul, grontol, kokrok, serta aneka panganan tradisional lainnya yang kini mulai jarang ditemui.
Keberagaman menu tersebut tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi sarana pelestarian kuliner tradisional khas daerah. Konsep pasar yang mengangkat nilai budaya ini sekaligus memperkenalkan kembali makanan-makanan lokal kepada generasi muda.

Libatkan Warga Lokal, Perkuat Ekonomi dan Edukasi Kebersamaan
Penanggung jawab kegiatan, Indartiningsih (Iin), menjelaskan bahwa seluruh pedagang yang berpartisipasi dalam Pasar Takjil Arahiwang merupakan warga Desa Borowetan dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, keterlibatan warga menjadi prioritas utama agar manfaat ekonomi dari kegiatan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat selama bulan Ramadan.
“Yang berjualan di sini adalah warga Borowetan dan sekitarnya. Kami ingin di bulan Ramadan ini masyarakat sekitar situs tidak sekadar mendapatkan rezeki, tetapi juga memperoleh edukasi tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi aktif dalam kegiatan komunitas,” jelas Iin.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membangun rasa memiliki terhadap Situs Arahiwang sebagai ruang bersama yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara positif.
Ngabuburit Seru dengan Permainan Tradisional
Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) Samud Purnomo mengajak seluruh masyarakat Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip khususnya, dan Kabupaten Purworejo pada umumnya untuk turut meramaikan Pasar Takjil Arahiwang.
Menurutnya, pasar ini bukan sekadar tempat berbelanja menu berbuka puasa, tetapi juga ruang interaksi sosial yang menghadirkan pengalaman ngabuburit berbeda.
“Kami mengajak masyarakat untuk datang ke Pasar Takjil Arahiwang. Bukan hanya berbelanja, tetapi juga menikmati suasana kebersamaan. Kami juga menyediakan permainan jadul berupa long bumbung secara gratis bagi warga yang menunggu waktu berbuka puasa,” ungkap Samud Purnomo.
Permainan long bumbung yang disediakan secara cuma-cuma menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan generasi muda yang mungkin belum familiar dengan permainan tradisional tersebut. Kehadiran permainan ini sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Harapan untuk Ramadan yang Lebih Bermakna
Dengan digelarnya Pasar Takjil Arahiwang selama hampir tiga pekan, Komunitas Budaya Arahiwang Moncer berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Ramadan. Selain menggerakkan ekonomi warga, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Suasana sore di Situs Arahiwang pun kini tampak lebih hidup. Tawa anak-anak yang bermain, warga yang bercengkerama sambil memilih menu berbuka, serta aroma jajanan tradisional yang menggoda, menjadi gambaran harmonis Ramadan di Desa Borowetan.
Pasar Takjil Arahiwang bukan sekadar pasar musiman, melainkan ruang silaturahmi yang mempertemukan nilai ekonomi, budaya, dan kebersamaan dalam satu rangkaian kegiatan yang penuh makna.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














