banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Liwetan Akbar HSN 2026 di Darul Ulum Jombang, PCNU Ajak Nahdliyin Perkuat Ukhuwah dan Tradisi Kebersamaan

×

Liwetan Akbar HSN 2026 di Darul Ulum Jombang, PCNU Ajak Nahdliyin Perkuat Ukhuwah dan Tradisi Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Suasana Liwetan Akbar dalam rangka tasyakuran Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, Kamis (29/10/2026).

SeputarDesa.com, Jombang – Dalam rangka tasyakuran Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menggelar kegiatan silaturahmi dan Liwetan Akbar yang melibatkan para alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pengurus NU, santri, alumni, serta masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (29/10/2026), pukul 19.30 WIB, bertempat di SMA DU 2 Unggulan BPPT Cambridge International, Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Kabupaten Jombang.

Melalui kegiatan ini, PCNU Jombang mengajak seluruh warga Nahdliyin, para santri, alumni, dan masyarakat untuk hadir serta mengikuti Liwetan Akbar sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus merawat tradisi kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Sejumlah ulama dan pengasuh pesantren turut hadir, di antaranya Kiai Hasan selaku Rais Syuriyah, Kiai Fahmi selaku Ketua Tanfidziyah, KH Zaimuddin, KH Afifuddin, KH Hamid Bisri, KH Rohmatul Akbar Rifa’i, serta KH Salahuddin yang mewakili Pondok Pesantren Denanyar.

Baca Juga :  Danramil 0819/03 Kraton Hadiri Sosialisasi Pekerjaan U-Ditch dan Rigid Pavement

Hadir pula perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Jombang. Kehadiran para perwakilan MWC NU tersebut semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan menjadi wujud eratnya hubungan silaturahmi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Jombang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya membangun sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta kehidupan beragama yang harmonis.

Dalam sambutannya, pihak pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum selaku shohibul bait menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia juga mengingatkan pentingnya memuliakan tamu, menjaga tali persaudaraan, serta senantiasa memanjatkan doa demi keberlangsungan dan kemaslahatan pondok pesantren.

Baca Juga :  Menjaga Ikatan Persaudaraan di Tepian Sungai Tuntang, Tradisi Asrah Batin Kedungjati Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman
Keterangan Foto: Suasana Liwetan Akbar dalam rangka tasyakuran Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, Kamis (29/10/2026).

Secara historis, Pondok Pesantren Darul Ulum didirikan pada 1885 oleh Mbah Kiai Tamim Irsyad dengan dukungan menantunya, KH Kholil Al-Jureimi. Sejak awal berdiri hingga sekarang, pesantren ini konsisten mengambil peran dalam pendidikan agama, pembentukan akhlak, serta penanaman nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat atas besarnya kontribusi ulama dan santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu peristiwa penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi salah satu pemantik semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tradisi Liwetan Akbar yang sarat makna kebersamaan dan kearifan lokal. Para peserta duduk bersama menikmati hidangan dalam suasana penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut juga dipadukan dengan pembacaan istigasah dan tahlil bersama sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemaslahatan bagi pesantren, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Karhutla Arjuno-Welirang Meluas ke Kota Batu, BPBD Imbau Warga Waspada Kabut Asap Hari Ini

Semangat kebersamaan dalam Liwetan Akbar tercermin dari pesan bahwa seduluran bukan sekadar tentang bertemu, melainkan bagaimana menjaga ikatan persaudaraan sepanjang masa. Tradisi duduk dan makan bersama menjadi simbol kesetaraan, kerukunan, serta kuatnya persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui tasyakuran HSN 2026 ini, PCNU Jombang berharap semangat Hari Santri tidak berhenti sebagai peringatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, nilai perjuangan santri diharapkan terus diwujudkan melalui pengabdian, menjaga persatuan, merawat tradisi pesantren, serta meneruskan perjuangan para ulama demi kemaslahatan umat dan masa depan bangsa.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: MiftahuddinEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi