SeputarDesa.com, Tuban – Sigit Ari Wijaya adalah representasi kepemimpinan baru yang tumbuh dari masyarakat dan bekerja bersama rakyat. Ia dikenal luas di kalangan masyarakat Rengel dan sekitarnya, bukan hanya sebagai pengusaha sukses pemilik Ratu Bakery, tetapi juga sebagai pribadi yang membumi, dekat dengan lingkungan sosial, dan peduli terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di luar aktivitas usaha dan politik, Sigit Ari Wijaya juga dikenal sebagai penghobi tanaman bonsai, sebuah kegemaran yang mencerminkan ketekunan, kesabaran, dan konsistensi—nilai yang sama yang ia bawa dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Kedekatan ini membuatnya hadir sebagai sosok yang tidak berjarak dengan masyarakat, melainkan bagian dari kehidupan mereka.
Menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Analis Kesehatan Surabaya (1995–1998), Sigit Ari Wijaya membangun etos kerja dan disiplin sejak dini. Pengalaman membangun Ratu Bakery dari usaha lokal hingga berkembang memberikan pemahaman mendalam tentang ekonomi kerakyatan, tantangan UMKM, serta pentingnya penciptaan lapangan kerja yang berkeadilan.
Keputusan terjun ke dunia politik merupakan bentuk pengabdian yang diperluas. Pada Pemilihan Umum Tahun 2024, kepercayaan masyarakat terwujud nyata melalui perolehan 7.394 suara di Daerah Pemilihan Tuban 3 yang meliputi Kecamatan Soko, Grabagan, Semanding, dan Rengel. Mandat ini menjadi penegasan bahwa rakyat menginginkan wakil yang hadir, bekerja, dan memberi solusi.
Kepercayaan tersebut mengantarkan Sigit Ari Wijaya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tuban periode 2024–2029 dari Partai NasDem, sekaligus Anggota Komisi II Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Tuban. Di lembaga legislatif, ia berdiri tegas memperjuangkan kepentingan ekonomi rakyat dan pembangunan daerah yang adil serta merata.
Dengan prinsip “Bekerja Nyata, Bukan Sekadar Janji”, Sigit Ari Wijaya secara konsisten mengusung Pemerataan Pembangunan dalam Berbagai Sektor sebagai garis perjuangan utama. Pembangunan tidak boleh elitis dan timpang. Infrastruktur harus merata, pendidikan dan kesehatan harus terjangkau, ekonomi kerakyatan harus diperkuat, dan pelayanan publik harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga tingkat bawah.
Bagi Sigit Ari Wijaya, jabatan adalah amanah, politik adalah alat perjuangan, dan keberpihakan kepada rakyat adalah harga mati. Ia berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar secara langsung, memperjuangkan dengan keberanian, dan bekerja dengan keteguhan, demi mewujudkan Kabupaten Tuban yang adil, mandiri, dan berkelanjutan.(**)














