banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaInvestigasi

Pemilik Dapur SPPG Podoroto Sampaikan Permintaan Maaf, Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan dan Berdayakan UMKM Lokal

×

Pemilik Dapur SPPG Podoroto Sampaikan Permintaan Maaf, Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan dan Berdayakan UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
Foto : Gambar Ilustrasi

SeputarDesa.com, Jombang – Menyusul keluhan terkait nasi yang dinilai kurang matang dalam distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemilik Dapur SPPG Podoroto, Bu Darma, didampingi Babinsa, Serma Yusron, mendatangi Pimpinan Redaksi SeputarDesa.com, Jumat (5/6/2026), untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Bu Darma menyampaikan penyesalannya atas kejadian yang terjadi pada distribusi menu MBG beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa pihaknya menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat semakin baik.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas kejadian tersebut. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan pelayanan dan kualitas makanan yang didistribusikan bisa lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SPPG Podoroto, David, telah memberikan klarifikasi bahwa nasi yang kurang matang diduga terjadi akibat faktor teknis saat proses memasak. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terjadi pada seluruh nasi yang diproduksi.

“Kemungkinan saat proses memasak ada yang kurang air. Tetapi tidak semua nasi tidak matang, hanya beberapa bagian yang memang kurang matang. Kondisi beras juga tidak selalu stabil, ada yang membutuhkan air lebih banyak dan ada yang tidak,” jelas David.

Ia memastikan pihak SPPG akan memperketat proses pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.

“Kami akan meningkatkan quality control sebelum distribusi sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Selain menyampaikan permintaan maaf, Bu Darma juga mengungkapkan komitmen untuk memaksimalkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG. Menurutnya, berbagai komoditas yang tersedia di Desa Podoroto akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan program.

“Kami ingin keberadaan dapur MBG juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ke depan kami akan berusaha memaksimalkan potensi UMKM lokal, termasuk untuk komoditas telur, ayam, dan lele,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap berbagai kritik dan saran yang konstruktif demi meningkatkan kualitas pelayanan SPPG.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat, media, maupun pihak lainnya. Kritik dan saran yang membangun akan kami jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan layanan ke depan,” tambahnya.

Terkait belum adanya respons saat media melakukan konfirmasi sebelumnya, Bu Darma meminta masyarakat dapat memahami kondisi Kepala SPPG yang masih relatif muda dan belum terbiasa menghadapi sorotan publik.

Baca Juga :  Ziarah dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana

“Mohon maaf apabila saat dimintai keterangan oleh media, Kepala SPPG belum bisa memberikan penjelasan. Yang bersangkutan masih muda dan kemungkinan merasa gugup atau takut menghadapi situasi tersebut. Kami berharap hal itu dapat dimaklumi,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Seputardesa.com, M. Irwani Nasirul Umam, mengapresiasi langkah pihak SPPG yang datang langsung untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf.

Menurutnya, keterbukaan dan kemauan untuk melakukan evaluasi merupakan hal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Kami mengapresiasi itikad baik dari Bu Darma yang datang langsung untuk memberikan penjelasan dan menyampaikan permohonan maaf. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dan komitmen untuk memperbaiki pelayanan ke depan,” ujarnya.

Ia  juga menyambut baik rencana pemberdayaan UMKM dan peternak lokal dalam pemenuhan kebutuhan dapur MBG. Menurutnya, program ini harus mampu memberikan manfaat ganda, baik dari sisi peningkatan gizi maupun penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami berharap evaluasi yang dilakukan tidak hanya pada aspek kualitas makanan, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat lokal sehingga manfaat program ini semakin luas dirasakan warga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kritik yang muncul dari masyarakat hendaknya dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan program. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka antara pengelola, masyarakat, dan media perlu terus dijaga.

“Dengan adanya klarifikasi, permohonan maaf, dan komitmen perbaikan ini, kami berharap ke depan pelayanan MBG semakin baik dan kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi