banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Potret Terkini Eks Transmigrasi Tapus: Dari 100 Rumah, Kini Tersisa 60 KK, Warga Bertahan di Tengah Perkebunan Sawit

×

Potret Terkini Eks Transmigrasi Tapus: Dari 100 Rumah, Kini Tersisa 60 KK, Warga Bertahan di Tengah Perkebunan Sawit

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Penampakan rumah warga di kawasan eks Transmigrasi Tapus, Desa Tapus, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

SeputarDesa.com, Tanah Bumbu – Kondisi kawasan eks transmigrasi Tapus, Desa Tapus, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kini memperlihatkan gambaran kehidupan masyarakat yang masih bertahan di tengah perubahan lingkungan dan perkembangan kawasan perkebunan sawit.

Kawasan yang awalnya dibangun dengan sekitar 100 unit rumah tersebut sejak awal tidak pernah terisi penuh. Saat ini, jumlah warga yang masih menetap tercatat sekitar 60 kepala keluarga (KK) yang terbagi dalam dua RT.

Berbeda dengan kawasan transmigrasi yang membuka permukiman baru, eks Trans Tapus merupakan kawasan penambahan penduduk di desa yang sebelumnya sudah ada. Jarak permukiman ini dengan desa induk sekitar lima kilometer, sehingga aktivitas masyarakat berlangsung cukup jauh dari pusat permukiman utama.

Baca Juga :  Mitigasi Kekeringan, Unit Pengelola Bendungan Kuningan Cek Lapangan di Daerah Irigasi Jengkelok Seluas 6.279 Hektare

Dari sisi lingkungan, kawasan eks Trans Tapus kini dikelilingi perkebunan kelapa sawit milik perusahaan yang dikelola melalui pola plasma. Hamparan kebun sawit menjadi pemandangan yang mendominasi wilayah tersebut.

Bagi warga yang masih memiliki lahan, tanah yang tersisa juga dimanfaatkan untuk menanam kelapa sawit. Tanaman tersebut tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga dipersiapkan sebagai salah satu aset untuk menghadapi masa pensiun.

Potret eks Trans Tapus ini menjadi gambaran bahwa kondisi setiap kawasan transmigrasi memiliki cerita dan perkembangan yang berbeda. Ada kawasan yang berkembang pesat, sementara sebagian lainnya mengalami perubahan jumlah penghuni dan pola pemanfaatan lahan seiring berjalannya waktu.

Baca Juga :  Kodim Pasuruan Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Senam dan Perlombaan

Kawasan ini juga menyimpan cerita perjalanan masyarakat yang datang dari berbagai daerah, termasuk mereka yang berasal dari Jawa pada 1995. Seiring waktu, kehidupan warga terus menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan dan peluang ekonomi yang tersedia.

Kini, di tengah hamparan perkebunan sawit, sekitar 60 KK masih melanjutkan kehidupan di eks Trans Tapus. Bagi mereka yang tetap bertahan, lahan yang dimiliki menjadi salah satu bekal untuk menyongsong masa depan, termasuk mempersiapkan hari tua.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi