SeputarDesa.com, Purworejo – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo untuk memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. Melalui program khitan gratis, tiga santri TPQ Al Muhsin di Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang, mendapatkan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga.
Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Al Muhsin Bersholawat bersama Grup Hadroh Modern As-Soleh yang berlangsung di halaman TPQ Al Muhsin, Lugosobo, Sabtu malam (10/10/2026).
Acara ini turut dihadiri perwakilan LAZISNU Purworejo, jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gebang, serta pengurus Ranting NU Kelurahan Lugosobo.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal, mengingatkan para santri agar senantiasa tekun mengaji, istiqomah dalam menuntut ilmu, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Ia juga menekankan pentingnya meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sebagaimana tercermin dalam semangat Resolusi Jihad.
“Menjadi santri bukan hanya soal mengaji, tapi juga meneruskan perjuangan ulama dalam menjaga Indonesia. Semangat inilah yang kita rawat dalam Hari Santri,” ujar KH. Muhammad Haekal.

Menurutnya, peringatan Hari Santri tidak semata-mata menjadi agenda seremonial, tetapi juga harus menjadi sarana menanamkan nilai keagamaan, kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Pada kesempatan tersebut, ia turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam puncak rangkaian peringatan Hari Santri yang diselenggarakan PCNU Purworejo pada 31 Oktober 2026 di Amphiteater Alun-alun Purworejo.
Agenda tersebut direncanakan menampilkan 16 grup hadroh perwakilan MWCNU se-Kabupaten Purworejo dan ditutup dengan penampilan penyanyi religi Wafiq Azizah.
Di sisi lain, program khitan gratis ini merupakan hasil kolaborasi LAZISNU Purworejo dengan Pondok Khitan Al-Kautsar Soenat yang berlokasi di Lugosobo. Program tersebut dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan yang dijadwalkan berlangsung setiap dua bulan sekali.
Melalui program ini, LAZISNU Purworejo berupaya memperluas manfaat kegiatan sosial keagamaan, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan layanan khitan bagi anak-anak mereka.
“Melalui LAZISNU, kami ingin kehadiran NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di bidang sosial keagamaan,” pungkasnya.
Program khitan gratis ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026, sekaligus memperkuat peran organisasi keagamaan dalam mendampingi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















