SeputarDesa.com, Purworejo – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh enam pemuda Karang Taruna Dusun Jeketro, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau, mereka rela menghabiskan waktu hingga dini hari demi membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Tanpa mengenal lelah, enam pemuda yang terdiri dari Wahono, Anjar, Topik, Prayit, Juni, dan Ujang bahu-membahu mengambil atau ngangsu air bersih dari sumber mata air di Teneran, Dusun Jetis, Desa Kaligono, yang hingga kini masih memiliki debit air cukup besar.
Kegiatan pengambilan dan pengangkutan air dimulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Meski harus bekerja hingga larut malam, semangat mereka tidak surut. Bagi para pemuda tersebut, membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih merupakan bentuk kepedulian nyata yang tidak mengenal batas waktu.
Di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan sumber air warga mengalami penurunan debit, upaya sederhana ini menjadi sangat berarti. Air bersih yang berhasil diangkut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga warga, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari pada keesokan harinya.
Berangkat dari Panggilan Hati
Di sela-sela kegiatan pendistribusian air, Prayit, salah seorang warga Dusun Jeketro, menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan atas dasar kepedulian dan keinginan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan, keterlibatan para pemuda bukan untuk mendahului pemerintah desa maupun menyaingi pihak lain yang sebelumnya telah memberikan bantuan air bersih kepada warga.
“Yang kami lakukan ini murni panggilan hati untuk membantu warga yang memang sangat membutuhkan air bersih. Sama sekali tidak ada maksud untuk melangkahi perangkat desa, apalagi menyaingi pihak-pihak lain yang juga sudah membantu pengiriman air kepada warga,” tegas Prayit.
Menurutnya, kesempatan untuk membantu semakin terbuka karena adanya armada kendaraan yang dipinjamkan secara sukarela oleh Rifky Angga Noersakti, warga Cangkreplor, RT 03 RW 05, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.
“Yang kami lakukan adalah murni panggilan hati untuk membantu warga. Kebetulan ada armada yang dipinjamkan untuk mengangkut air, sehingga kami berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin,” imbuhnya.
Apresiasi atas Dukungan dan Kepedulian
Sementara itu, Wahono dan Topik menyampaikan rasa terima kasih kepada Rifky Angga Noersakti yang telah memberikan dukungan berupa peminjaman kendaraan untuk mengangkut air bersih.
Bagi mereka, dukungan tersebut sangat membantu kelancaran kegiatan, sehingga air dapat diangkut dari sumber yang masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga Dusun Jeketro.
“Atas nama pribadi dan warga Dusun Jeketro, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Rifky Angga Noersakti yang dengan sukarela meminjamkan armadanya untuk pengangkutan air bersih ini. Kami merasa senang bisa ikut membantu warga, meskipun harus bekerja sampai malam dan dini hari,” ujar Wahono.
Ia juga berharap kebaikan yang telah diberikan menjadi amal yang membawa keberkahan, serta mendatangkan kelancaran rezeki dan usaha bagi Rifky.
Semangat yang ditunjukkan keenam pemuda tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Dengan tenaga, waktu, dan dukungan yang tersedia, masyarakat dapat saling membantu menghadapi kesulitan bersama.
Berharap Kemarau Segera Berakhir
Krisis air bersih akibat musim kemarau masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Purworejo, termasuk Dusun Jeketro, Desa Kaligono. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan air rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu kelangsungan tanaman dan pepohonan, khususnya pohon buah-buahan yang membutuhkan pasokan air memadai.
Warga berharap hujan segera turun sehingga sumber-sumber air kembali terisi dan kondisi lingkungan berangsur pulih. Dengan demikian, kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan tanaman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga tidak mengalami kekeringan berkepanjangan.
Di tengah keterbatasan tersebut, aksi enam pemuda Jeketro memberikan pesan bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan penting dalam menghadapi persoalan kemanusiaan. Ketika kepedulian tumbuh dan generasi muda bersedia turun tangan, harapan untuk meringankan beban masyarakat akan selalu terbuka.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















