banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Tiga Bulan Kesulitan Air Bersih, Warga Joyo Mulya Samarinda Terpaksa Beli Air hingga Rp200 Ribu per Tandon

×

Tiga Bulan Kesulitan Air Bersih, Warga Joyo Mulya Samarinda Terpaksa Beli Air hingga Rp200 Ribu per Tandon

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Warga Joyo Mulya, Kelurahan Lempake, Samarinda, saat mengisi tandon dengan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah krisis air yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

SeputarDesa.com, Samarinda – Krisis air bersih masih dirasakan warga kawasan Joyo Mulya, Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat distribusi air dari PDAM Tirta Kaltim yang belum kembali normal.

Kondisi tersebut memaksa warga mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Salah satunya dengan membeli air bersih yang diangkut menggunakan kendaraan pick-up dan ditampung dalam tandon. Untuk setiap tandon, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

Pengeluaran tambahan ini menjadi beban bagi masyarakat. Pasalnya, air merupakan kebutuhan pokok yang harus tersedia setiap hari, mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga kebutuhan sanitasi keluarga.

Salah seorang warga, Ibu Ina, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut cukup memberatkan masyarakat. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan solusi agar distribusi air bersih kembali normal.

“Sudah sangat memberatkan. Untuk mendapatkan air bersih saja kami harus mengeluarkan uang tambahan. Padahal air merupakan kebutuhan pokok setiap keluarga. Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi masyarakat,” keluh Ibu Ina.

Di tengah kondisi tersebut, warga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kota Samarinda dan PMI Kalimantan Timur yang telah membantu penyaluran air bersih bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Pemberangkatan Kloter Terakhir, Seluruh Jemaah Haji Purworejo Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Mba Rina, warga RT 38 Joyo Mulya, Kelurahan Lempake, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang mengalami kesulitan air bersih.

“Alhamdulillah, ada kepedulian dari BPBD Kota Samarinda dan PMI Kaltim yang membantu masyarakat. Kami berharap suplai air bersih ini jangan sampai berhenti, karena warga masih sangat membutuhkan,” ungkapnya.

Meski bantuan distribusi air bersih telah membantu memenuhi kebutuhan sementara, masyarakat berharap penanganan tidak berhenti pada pengiriman air tangki. Diperlukan langkah berkelanjutan agar persoalan distribusi air dapat segera diselesaikan.

Baca Juga :  Percepatan Tanam Padi dengan Teknologi PMAAS di Pandaan, Wujud Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Keterangan foto: Warga Joyo Mulya, Kelurahan Lempake, Samarinda, saat mengisi tandon dengan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah krisis air yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Pemprov dan Pemkot Diharapkan Segera Mengambil Langkah

Persoalan yang berlangsung selama tiga bulan tersebut membutuhkan koordinasi serius antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, dan pihak PDAM Tirta Kaltim.

Tim Satgas Kekeringan yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, BPBD Provinsi Kalimantan Timur, serta PMI Kaltim diharapkan meningkatkan koordinasi dan melakukan penanganan langsung di wilayah terdampak.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian di antaranya memastikan distribusi air bersih secara rutin dan merata, mengevaluasi penyebab terganggunya pelayanan PDAM, menjamin kualitas air yang disalurkan, serta memetakan kebutuhan masyarakat di kawasan Lempake, khususnya Joyo Mulya.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga perlu menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat memperoleh kepastian pelayanan air bersih dan tidak terus terbebani biaya pembelian air secara mandiri.

Warga Menunggu Kepastian Normalisasi Air

Om Umar menyampaikan keprihatinannya atas kondisi masyarakat yang telah berbulan-bulan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Ia berharap Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera mengambil langkah konkret.

Baca Juga :  Ratusan Pemuda Konawe Selatan Siap Ramaikan Musda dan Pelantikan KNPI Sultra di Kendari

Menurutnya, bantuan air bersih memang diperlukan dalam kondisi darurat. Namun, persoalan utama yang harus diselesaikan adalah bagaimana memastikan distribusi air kembali berjalan normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar.

Tiga bulan bukan waktu yang singkat bagi masyarakat untuk menghadapi keterbatasan air bersih. Karena itu, warga membutuhkan kepastian mengenai langkah penanganan dan target normalisasi distribusi air.

Pemerintah diharapkan hadir memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Sebab, akses terhadap air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan kebutuhan penting bagi kehidupan dan kesehatan warga.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi