SeputarDesa.com, Kota Batu — Pemerintah Kota Batu mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tidak hanya mengejar prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi juga membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan kader Qur’ani dari putra-putri asli Kota Batu.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Batu Nurochman saat menerima audiensi LPTQ Kota Batu di ruang kerja Wali Kota, Kamis (1/10/2026).
Nurochman menilai prestasi MTQ akan memiliki nilai kebanggaan tersendiri apabila lahir dari anak-anak asli Kota Batu yang dibina secara konsisten dan berkelanjutan sejak tingkat desa dan kelurahan.
“Kalau anak-anak asli Kota Batu bisa berprestasi karena kemampuan mereka sendiri, tentu menjadi kebanggaan bersama. Pembinaan harus diperkuat sejak desa dan kelurahan,” kata Nurochman.
Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Regenerasi harus dibangun melalui proses panjang, mulai dari menemukan potensi, melakukan pembinaan rutin, hingga memberikan ruang bagi para kader untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Pemkot Batu, lanjut Nurochman, siap memberikan dukungan terhadap kebutuhan pembinaan, termasuk sarana dan pembiayaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para ustaz dan pembina yang selama ini berada di garis depan pembinaan.
“Jangan sampai kebutuhan pembinaan justru sepenuhnya menjadi beban ustaz dan pembina. Pemerintah harus hadir memberikan dukungan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kota Batu H. Nurochmat menyampaikan, MTQ V Kota Batu dijadwalkan berlangsung pada 13–14 November 2026.
MTQ V Kota Batu mengusung tema “Gema Syiar MTQ Kota Batu”. Selain menjadi ajang kompetisi, pelaksanaan MTQ juga diarahkan menjadi bagian dari proses pembinaan dan regenerasi kader Qur’ani di Kota Batu.
LPTQ saat ini tengah menyiapkan pola pembinaan rutin di desa dan kelurahan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas basis pencarian bakat sekaligus memastikan kader-kader Qur’ani Kota Batu tidak hanya muncul saat momentum MTQ.
Dengan pola pembinaan berkelanjutan, pemerintah dan LPTQ ingin membangun regenerasi yang tidak bergantung pada pencarian peserta secara instan menjelang perlombaan, tetapi bertumpu pada potensi lokal yang dibina sejak dini.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















