SeputarDesa.com, Jombang – Organisasi YAKUZA Maneges resmi dideklarasikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). Organisasi yang berada di bawah pimpinan Den Gus Thuba Topo Broto Maneges tersebut membawa semangat dakwah inklusif dan gerakan sosial yang terinspirasi dari ajaran KH Hamim Djazuli atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Miek.
Deklarasi yang digelar di Aula Bung Tomo, Pemerintah Kabupaten Jombang, tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan Bupati Jombang, Wakil Ketua DPRD Jombang, unsur Polres Jombang, Kodim, Kejaksaan Negeri Jombang, Forkopimda, serta perwakilan anggota YAKUZA Maneges dari berbagai wilayah.
Dalam deklarasi tersebut, Gus Thuba menegaskan bahwa nama YAKUZA yang digunakan organisasi tersebut tidak berkaitan dengan kelompok kriminal atau mafia Jepang. YAKUZA merupakan akronim dari “Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi.”
Menurut Gus Thuba, organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin memperbaiki diri sekaligus memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial.
“Di bawah pimpinan saya, organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat. YAKUZA Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri,” tegas Gus Thuba dalam sambutannya.
Terinspirasi Perjalanan Dakwah Gus Miek
Semangat yang dibawa YAKUZA Maneges tidak lepas dari sosok Gus Miek, ulama karismatik asal Kediri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri.
Gus Miek dikenal memiliki pendekatan dakwah yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di lingkungan marginal. Pendekatan tersebut menjadi salah satu inspirasi bagi YAKUZA Maneges dalam membangun ruang pembinaan dan dakwah yang lebih inklusif.
Gus Thuba sendiri merupakan cucu Gus Miek. Nilai-nilai yang diwariskan sang kakek menjadi salah satu landasan dalam mengembangkan organisasi tersebut, khususnya dalam mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan dan memperbaiki kehidupan spiritual.

YAKUZA Maneges Wilayah JOKER
Deklarasi YAKUZA Maneges wilayah Jombang-Mojokerto atau yang disingkat JOKER menjadi momentum awal bagi penguatan organisasi di tingkat wilayah.
Kepemimpinan wilayah JOKER dipercayakan kepada H. Maulana Syahiduzzaman, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Gus Maman.
Dalam sambutannya, Gus Maman menyampaikan bahwa YAKUZA Maneges berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin “Moloekatan Gus Miek”.
Ia menjelaskan, salah satu nilai yang ingin terus ditanamkan adalah peningkatan spiritual sebagaimana ajaran yang diwariskan Gus Miek. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang lebih baik.
“Organisasi YAKUZA Maneges ini di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek, menanamkan nilai spiritual yang diajarkan almarhum Gus Miek. Tidak ada manusia yang terlahir buruk dan tidak ada jalan yang tertutup bagi mereka yang mau kembali,” ujar Gus Maman.
Pesan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari semangat organisasi dalam merangkul masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang pernah mengalami persoalan dalam perjalanan hidupnya.
Menguatkan Gerakan Sosial dan Kemanusiaan
Dengan dideklarasikannya YAKUZA Maneges wilayah JOKER, organisasi tersebut menyatakan komitmennya untuk mengembangkan kegiatan dakwah, pembinaan spiritual, serta gerakan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Kehadiran organisasi ini diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk bersama-sama membangun kehidupan sosial yang lebih baik dengan berlandaskan nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Deklarasi di Jombang tersebut sekaligus menjadi langkah awal YAKUZA Maneges dalam memperkenalkan visi dan gerakannya kepada masyarakat secara lebih luas.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















