SeputarDesa.com, Brebes — Pengurus Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Daerah Irigasi (DI) Jengkelok menggelar rapat koordinasi menghadapi musim tanam (MT) III, Kamis (27/8/2026).
Rapat yang berlangsung di Kemantren Bantarsari tersebut merupakan inisiatif para pengurus GP3A dan P3A di wilayah DI Jengkelok. Kegiatan juga dihadiri seluruh mantri yang bertugas sebagai pengelola irigasi di masing-masing wilayah.
DI Jengkelok memiliki cakupan layanan sekitar 6.279 hektare yang terbagi dalam lima Kemantren, yakni Bantarsari, Kubangjero, Rungkang, Losari Hulu, dan Losari Hilir.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan pengaturan distribusi air menghadapi MT III, terlebih musim tanam kali ini berlangsung di tengah kondisi kemarau dan ancaman El Nino.
Dalam rapat tersebut, para pengurus menyampaikan bahwa ketersediaan air untuk MT III relatif aman setelah adanya suplesi air dari Bendungan Kuningan.
“Alhamdulillah, dengan adanya suplesi air dari Bendungan Kuningan, untuk musim tanam III ini dipastikan kebutuhan air dapat terpenuhi. Tinggal bagaimana pengaturan dan pembagian air di lapangan agar merata,” demikian poin yang mengemuka dalam koordinasi GP3A dan P3A.
Para pengurus menilai keberadaan suplesi tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan musim tanam III. Namun, distribusi air tetap harus dikawal secara bersama-sama agar tidak terjadi ketimpangan antara wilayah hulu dan hilir.
Salah satu prioritas yang dibahas adalah areal persawahan di wilayah hilir. Pengaturan distribusi akan lebih memperhatikan kebutuhan petani di wilayah hilir, mengingat daerah hulu relatif lebih mudah mendapatkan aliran air.
“Prioritas kita adalah pemerataan. Wilayah hilir harus mendapatkan perhatian karena kalau tidak diatur dengan baik, kebutuhan air di bagian bawah bisa terganggu. Sementara wilayah hulu dipastikan setiap hari masih merasakan aliran air,” menjadi salah satu penekanan dalam rapat tersebut.
Para pengurus GP3A, P3A dan para mantri juga menekankan pentingnya komunikasi selama pelaksanaan MT III. Setiap persoalan terkait pembagian air diharapkan segera dikoordinasikan sehingga dapat ditangani sebelum mengganggu pola tanam petani.
Dengan dukungan suplesi dari Bendungan Kuningan dan koordinasi seluruh pengelola irigasi, pelaksanaan MT III di wilayah DI Jengkelok diharapkan dapat berjalan lancar.
Para petani juga diimbau mengikuti pengaturan pola distribusi air yang telah dikoordinasikan bersama, sehingga ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara efektif dan berkeadilan untuk seluruh wilayah layanan DI Jengkelok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















