SeputarDesa.com, Sidoarjo – Jumlah santri yang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo terus bertambah pada Selasa (1/9/2026) malam. Hingga data terbaru, tercatat 75 pasien telah masuk dan mendapatkan penanganan medis setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 pasien menjalani rawat inap, sementara 32 pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinilai membaik. Sedangkan pasien lainnya masih menjalani observasi oleh tim medis.
Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. H. Iqbal Faizin, M.Kes., AIFO-K, sebelumnya menyampaikan bahwa hingga pukul 21.15 WIB, hampir 60 pasien telah masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Ya, kondisi di RS Siti Hajar sampai pukul 21.15 tercatat ada pasien masuk melalui IGD hampir 60. Kemudian yang diperlukan rawat inap tercatat tujuh. Semuanya sudah tertangani dengan baik, tinggal menunggu observasi bagi yang stabil dan yang rawat inap juga sudah masuk di kamar,” ungkapnya.

Ia memastikan pihak rumah sakit masih memiliki kapasitas untuk menerima pasien apabila jumlah santri yang membutuhkan penanganan medis kembali bertambah.
“Kami masih bisa menampung kira-kira hampir 50-an pasien lagi. Insyaallah semuanya terkondisikan dengan baik, baik keluarga maupun pasien. Yang keluarga di luar, yang pasien di dalam,” jelasnya.
Namun, seiring berjalannya proses penanganan dan pendataan, jumlah pasien yang masuk ke RSI Siti Hajar kembali bertambah hingga mencapai 75 orang.
Sementara itu, kejadian serupa dilaporkan terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah santri mengalami keluhan seperti muntah, pusing, lemas dan gangguan kesehatan lainnya setelah sebelumnya mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Makanan MBG yang dikonsumsi para santri tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Pengasuh pondok, Agus Arfudin, mengatakan keluhan awalnya dialami sembilan santri dan langsung mendapatkan penanganan di Pos Kesehatan Pesantren (Puskestren). Namun, jumlah santri yang mengalami keluhan kemudian terus bertambah menjelang malam.

Sejumlah ambulans pun dikerahkan untuk mengevakuasi santri ke berbagai fasilitas kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk mengetahui jumlah keseluruhan santri yang mengalami keluhan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga belum memastikan penyebab kejadian tersebut. Dugaan adanya kaitan dengan makanan MBG masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis, pemeriksaan sampel makanan, serta investigasi terhadap proses pengolahan, penyimpanan dan distribusi makanan.
Bupati Sidoarjo Subandi sebelumnya menyatakan Pemkab Sidoarjo akan melakukan pemeriksaan terhadap SPPG yang memasok makanan MBG untuk mengetahui penyebab kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan dan pendataan terhadap para santri masih berlangsung. Data jumlah pasien juga masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















