SeputarDesa.com, Tanah Bumbu – Di tengah maraknya perdagangan melalui platform online dan menjamurnya toko-toko sayur keliling, aktivitas pasar desa di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, masih menunjukkan geliatnya.
Salah satunya Pasar Desa Rejowinangun, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu. Pasar yang digelar satu kali dalam sepekan, setiap Sabtu, tersebut memiliki keunikan tersendiri karena aktivitas perdagangan berlangsung mulai sore hingga malam hari.
Kondisi ini berbeda dengan pasar desa di sejumlah daerah di Pulau Jawa yang umumnya ramai pada pagi hingga menjelang siang. Di Rejowinangun, para pedagang mulai berdatangan dan mempersiapkan dagangannya menjelang sore, sementara jumlah pengunjung semakin meningkat ketika hari mulai petang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, saat sore hari para pedagang terlihat mulai menata berbagai jenis dagangan. Pengunjung kemudian berdatangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sekadar mencari makanan dan jajanan.
Pasar ini juga menjadi tempat bertemunya para pedagang yang datang secara berpindah-pindah mengikuti jadwal pasaran. Pola tersebut membuat suasana pasar tetap hidup setiap pekannya.
Beragam kebutuhan masyarakat tersedia di pasar tersebut. Mulai dari makanan dan warung jajanan, kue, sembako, sayuran, pakaian, perlengkapan rias, peralatan dapur, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.
Tidak hanya kebutuhan sehari-hari, masyarakat juga dapat menemukan berbagai peralatan pertanian, termasuk peralatan berbahan besi dan perlengkapan yang digunakan untuk menunjang aktivitas pertanian.
Daya tarik lainnya adalah lokasi Pasar Desa Rejowinangun yang cukup strategis. Pasar berada di pinggir jalan raya, berdekatan dengan permukiman warga serta tidak jauh dari kawasan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Letak tersebut turut mendukung tingginya mobilitas masyarakat yang datang berbelanja. Aktivitas pasar biasanya semakin ramai menjelang sore hingga malam hari.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pasar juga dilengkapi fasilitas musala. Sementara untuk mengatur kendaraan, tersedia juru parkir yang membantu menata kendaraan pengunjung.
Penataan parkir juga dibantu oleh Linmas sehingga kendaraan yang datang dapat diarahkan dan ditertibkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas jual beli di kawasan pasar.
Dari sisi fasilitas, bangunan pasar juga telah beberapa kali mendapatkan rehabilitasi. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan pasar desa agar tetap dapat dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan Pasar Desa Rejowinangun menunjukkan bahwa pasar tradisional masih memiliki ruang di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Interaksi langsung antara pedagang dan pembeli, beragam kebutuhan yang tersedia dalam satu lokasi, serta waktu operasional yang menyesuaikan karakter masyarakat setempat menjadi salah satu kekuatan pasar tersebut.
Pasar desa bukan sekadar tempat transaksi ekonomi. Di dalamnya juga terdapat ruang pertemuan masyarakat, tempat pedagang kecil menggantungkan penghasilan, sekaligus bagian dari aktivitas sosial dan kehidupan ekonomi warga desa.
Dengan karakter yang berbeda dari pasar pada umumnya, Pasar Desa Rejowinangun menjadi salah satu gambaran bagaimana pasar tradisional dapat bertahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















