SeputarDesa.com, Purworejo – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setia Budi, S.I.Kom., secara resmi membuka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Desa Redin, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Selasa (13/10/2026).
Pembukaan program TMMD tersebut menjadi langkah awal kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan, pemukulan alat kerja, serta penandatanganan berita acara oleh Wakil Bupati Purworejo bersama Komandan Kodim (Dandim) 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja.
Upacara tersebut dihadiri Letkol Christophorus Satar Budiharianto, S.T., Dandenzibang 2/IV/Yka yang mewakili Danrem 072/Pamungkas, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, Wakapolres Purworejo Kompol Amin Supangat, S.H., M.M., jajaran kepala dinas, unsur pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Dion Agasi Setia Budi menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan pedesaan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kebersamaan, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan.
“Melalui TMMD Sengkuyung Tahap IV ini, pembangunan rabat beton di Desa Redin diharapkan dapat meningkatkan kualitas jalan, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” ungkapnya.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat Desa Redin untuk terlibat aktif dan bergotong royong bersama personel TNI selama program berlangsung. Keterlibatan warga dinilai penting agar seluruh sasaran kegiatan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Selain berpartisipasi dalam proses pembangunan, masyarakat diharapkan turut menjaga dan merawat hasil pekerjaan setelah program TMMD berakhir. Dengan demikian, infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Semangat kebersamaan ini hendaknya terus kita pelihara sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke desa-desa di Kabupaten Purworejo. Semoga pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Desa Redin berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Dion.

Bangun Jalan Rabat Beton Sepanjang 1.059 Meter
Sementara itu, Dandim 0708/Purworejo melalui Pasi Teritorial Kapten Inf Afik Sutanto menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 mencakup sasaran fisik, nonfisik, sasaran fisik tambahan, serta berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Pada sasaran fisik utama, TMMD difokuskan pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.059 meter, lebar 2,1 meter, dan ketebalan 0,12 meter.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi desa, mempermudah mobilitas warga, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan kegiatan perekonomian masyarakat.
Selain pembangunan jalan, sasaran fisik tambahan meliputi rehabilitasi musala dan pos keamanan lingkungan (pos kamling). Perbaikan kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan beribadah sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan.
Sasar Kesehatan, Pendidikan, dan Wawasan Kebangsaan
TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik.
Program tersebut meliputi penyuluhan pencegahan stunting pada anak, Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), wawasan kebangsaan dan bela negara, tanggap bencana, pendidikan, serta Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Di bidang sosial kemasyarakatan, kegiatan yang direncanakan antara lain pemberian bantuan kepada warga kurang mampu, donor darah, pengobatan gratis, dan bazar sembako.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, manfaat TMMD diharapkan dapat dirasakan secara lebih luas, baik melalui peningkatan akses infrastruktur maupun pengetahuan, kesehatan, dan kepedulian sosial masyarakat.
Sejumlah Instansi Salurkan Bantuan Sosial
Dukungan terhadap pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV di Desa Redin juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan uang tunai kepada 45 orang kaum duafa. Sementara itu, Kementerian Agama memberikan bantuan uang tunai kepada 20 orang kaum duafa.
Dukungan lainnya berupa bantuan 50 sak semen dari Perhutani, 50 batang bibit tanaman dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo, serta bantuan dana sebesar Rp3 juta dari Bank Jateng.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Total Anggaran TMMD Capai Rp374,8 Juta
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Desa Redin didukung pembiayaan dari beberapa sumber, yakni APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp169.904.600, APBD Kabupaten Purworejo sebesar Rp184.964.000, serta swadaya desa sebesar Rp20.000.000.
Dengan dukungan dari ketiga sumber tersebut, total anggaran pelaksanaan TMMD mencapai Rp374.868.600.
Melalui dukungan anggaran dan keterlibatan berbagai pihak, program TMMD diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa Redin.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan desa membutuhkan sinergi dan komitmen bersama. Infrastruktur yang memadai, masyarakat yang berdaya, serta semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















