banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Hari Jadi ke-620 Desa Podoroto, Sedekah Desa Jadi Momentum Syukur dan Pelestarian Budaya

×

Hari Jadi ke-620 Desa Podoroto, Sedekah Desa Jadi Momentum Syukur dan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Pemerintah Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menggelar rangkaian peringatan Hari Jadi Desa Podoroto ke-620 yang dipuncaki dengan kegiatan Sedekah Desa pada Sabtu (17/10/2026). Berbagai kegiatan diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus upaya mempererat kerukunan, kebersamaan, serta melestarikan tradisi dan sejarah desa.

Sebelum puncak peringatan, rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat, mulai dari kompetisi olahraga, kegiatan keagamaan, hingga dialog budaya dan kajian sejarah desa.

Pada Kamis malam (15/10/2026), digelar kegiatan tahlil, dialog budaya, serta kajian sejarah desa dan budaya di area Makam Sentono, Dusun Garu, Desa Podoroto. Kegiatan tersebut dihadiri Dian Sukarno, penyusun buku Simpul Desa Podoroto.

Dialog budaya dan kajian sejarah tersebut menjadi ruang untuk menggali kembali perjalanan sejarah Desa Podoroto, mengenang jasa para leluhur, serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga sejarah sebagai bagian dari identitas dan jati diri desa.

Rangkaian kegiatan lainnya diawali dengan kompetisi bola voli plastik antar-RW yang mulai digelar pada Sabtu (12/9/2026) dan mencapai partai final pada Minggu (20/9/2026). Kompetisi tersebut menjadi bagian dari kemeriahan menyambut hari jadi desa sekaligus sarana mempererat persaudaraan, kekompakan, dan semangat sportivitas antarwarga.

Memasuki Sabtu (17/10/2026) pagi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an di lima masjid yang tersebar di seluruh Desa Podoroto. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi desa beserta seluruh masyarakatnya.

Baca Juga :  Pasar Desa Rejowinangun Tetap Ramai di Tengah Gempuran Pasar Online

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan kenduri tumpeng di halaman Balai Desa Podoroto. Tradisi kenduri tumpeng menjadi bagian dari kegiatan Sedekah Desa yang mencerminkan rasa syukur masyarakat atas perjalanan panjang desa sekaligus menjaga warisan budaya dan nilai gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan warga.

Kegiatan kenduri tumpeng tersebut turut dihadiri Camat Kesamben yang diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kesamben, Hari Santoso, S.E., Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD Desa Podoroto, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mantan perangkat desa yang telah purna tugas.

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para mantan perangkat desa menjadi bagian dari kebersamaan dalam memperingati hari jadi. Momentum ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menghargai kontribusi para pendahulu yang telah turut berperan dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan Desa Podoroto.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kesamben, Hari Santoso, S.E., mengajak masyarakat Desa Podoroto untuk tidak melupakan sejarah dan senantiasa menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membangun desa.

Ia berharap, momentum Hari Jadi ke-620 Desa Podoroto dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, serta melestarikan tradisi dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Jangan sampai kita lupa sejarah. Semoga Desa Podoroto senantiasa aman, tenteram, dan barokah,” ujar Hari Santoso dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Desa Podoroto, Adhim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-620 Desa Podoroto dan kegiatan Sedekah Desa.

Baca Juga :  Karya Bakti Mandiri Tahap I 2026, Anggota Koramil Geyer Bersama Masyarakat Gelorakan Semangat Gotong Royong

Menurut Adhim, Sedekah Desa bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada masyarakat.

“Sedekah Desa ini bukan hanya acara seremonial, tetapi merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan kepada kita semua. Atas nama Pemerintah Desa Podoroto, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga atas kepedulian, partisipasi, dan dukungan dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-620 Desa Podoroto,” ujar Adhim.

Pada kesempatan tersebut, Adhim juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam memberikan pelayanan kepada warga masih terdapat kekurangan atau hal-hal yang belum berjalan secara sempurna.

“Sebagai pemerintah desa, kami menyadari bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tentu masih ada kekurangan. Untuk itu, saya memohon maaf apabila selama ini terdapat pelayanan yang kurang berkenan atau belum sesuai dengan harapan masyarakat. Ke depan, kami berharap dapat terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kepentingan seluruh warga Desa Podoroto,” tambahnya.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-620 dan Sedekah Desa dapat semakin memperkuat kebersamaan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun Desa Podoroto agar semakin maju, sejahtera, dan penuh keberkahan.

Di tempat terpisah, Camat Kesamben, Yanuar Pristyawan Wijaya, S.Kom., M.KP., menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam peringatan tersebut. Hal itu lantaran dirinya sedang mengikuti kegiatan di Malang hingga Minggu (18/10/2026), sehingga kehadirannya diwakilkan kepada Sekcam Kesamben, Hari Santoso, S.E.

Baca Juga :  Profil Menteri Keuangan RI, Purbaya Menggantikan Sri Mulyani

Yanuar berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Desa Podoroto dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Semoga peringatan hari jadinya lancar dan barokah,” demikian pesan yang disampaikan Camat Kesamben.

Setelah doa bersama dan kenduri tumpeng, kemeriahan peringatan dilanjutkan dengan pagelaran musik campursari Wahyu Laras. Hiburan rakyat ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk menikmati suasana perayaan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Peringatan Hari Jadi ke-620 Desa Podoroto tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang sejarah dan perjuangan para pendahulu dalam membangun desa. Melalui berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi olahraga, kegiatan keagamaan, dialog budaya, kajian sejarah, hingga tradisi Sedekah Desa, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, melestarikan warisan leluhur, dan memperkuat semangat gotong royong.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang diusung dalam peringatan tahun ini, yakni “Mari Bersatu, Melangkah Maju, Podoroto Hebat! Jaya Lestari Budaya Kita.”

Melalui peringatan ini, Desa Podoroto diharapkan terus berkembang menjadi desa yang maju, rukun, dan sejahtera tanpa meninggalkan nilai-nilai religius serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Selamat Hari Jadi ke-620 Desa Podoroto. Semoga semakin maju, rukun, sejahtera, aman, tenteram, dan senantiasa dilimpahi keberkahan serta mampu menjaga kelestarian budaya dan tradisi leluhur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa