banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Pemerintahan

Antisipasi Potensi Gempa Sesar Waru, Pemkab Sidoarjo dan BMKG Gelar Sekolah Lapang

×

Antisipasi Potensi Gempa Sesar Waru, Pemkab Sidoarjo dan BMKG Gelar Sekolah Lapang

Sebarkan artikel ini
jajaran pejabat Pemkab Sidoarjo, BMKG, BPBD, TNI, Polri, dan peserta foto bersama dalam pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Pendopo Delta Wibawa.

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN, hingga masyarakat umum untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan sehari penuh tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi. Turut hadir Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, serta Anggota Komisi V DPR RI Arizal Tom Liwafa yang bergabung secara daring.

Baca Juga :  PKDI Dorong BPD Demo Kades, ABPEDNAS Balik Menuding: Ada Upaya Adu Domba?

Dalam sambutannya, Moh. Bahrul Amig menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat tanpa harus panik berlebihan. Data mitigasi dari BMKG merupakan petunjuk penting untuk keselamatan jiwa warga Sidoarjo.

“Kita tidak bisa mencegah gempa bumi terjadi, tetapi kita bisa menekan dampaknya seminimal mungkin. Kuncinya terletak pada edukasi berkelanjutan dan kesadaran masyarakat agar senantiasa siap dan tanggap menghadapi segala kemungkinan,” ujar Bahrul Amig.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, memaparkan peta kerawanan bencana berdasarkan kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tahun 2024. Salah satu patahan aktif yang melintasi wilayah Sidoarjo adalah Sesar Waru, yang diidentifikasi memiliki potensi memicu gempa hingga magnitudo 6,8.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, serta selalu memantau informasi resmi dari BMKG. Keberadaan potensi inilah yang harus kita respons dengan kesiapsiagaan mengenali apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah gempa bumi terjadi,” tegas Ricko.

Merespons potensi tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menyatakan pihaknya mengintensifkan edukasi mitigasi melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Edukasi diprioritaskan di wilayah lintasan sesar aktif seperti Kecamatan Waru, Tanggulangin, Porong, dan sekitarnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Pendampingan Hukum di Desa Kedungmlati Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Prosedur Hukum

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa