banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPertanian

Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan Salurkan 4 Titik Irigasi Perpompaan di Watudakon

×

Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan Salurkan 4 Titik Irigasi Perpompaan di Watudakon

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Lokasi pembangunan irigasi perpompaan (Irpon) di Gapoktan Jerukwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas 21 hektare.

SeputarDesa.com, Jombang – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian merealisasikan Program Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran (TA) 2026 di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan infrastruktur irigasi pertanian.

Desa Watudakon mendapatkan alokasi empat titik bantuan irigasi perpompaan yang tersebar di Dusun Watudakon, Dusun Jungkir, Dusun Prembukan, dan Dusun Jerukwangi. Masing-masing titik bantuan memiliki nilai anggaran sebesar Rp155.700.000, sehingga total anggaran untuk empat titik tersebut mencapai Rp622.800.000.

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau. Dengan dukungan sarana irigasi perpompaan, petani diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan lahan, menjaga kelancaran masa tanam, serta meningkatkan produktivitas pertanian.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Kelompok Tani (Poktan) Jerukwangi. Ketua Poktan Jerukwangi, Lilik Nuryati, menyampaikan bahwa sarana irigasi perpompaan yang diterima kelompoknya dapat mengairi lahan pertanian seluas 21 hektare.

Baca Juga :  Kemarau Panjang, Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Girijoyo

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, khususnya ketika pasokan air berkurang pada musim kemarau.

“Dengan adanya bantuan irigasi perpompaan ini, kami berharap kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas 21 hektare dapat terpenuhi dengan lebih baik. Semoga fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan memberikan manfaat bagi peningkatan hasil pertanian,” ujar Lilik Nuryati, Kamis (29/10/2026)

Sementara itu, bantuan irigasi perpompaan yang diterima Poktan Watudakon dapat mengairi lahan pertanian seluas 32 hektare. Keberadaan sarana ini diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, terutama saat musim kemarau, sehingga kegiatan tanam dapat berjalan lebih optimal dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

Baca Juga :  Ratusan Jamaah Jatim Ikuti Manasik Haji di Surabaya, Siap Berangkat ke Tanah Suci

Kepala Desa Watudakon, Suharto, S.Sos., menyambut baik bantuan program irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian tersebut. Menurutnya, dukungan infrastruktur irigasi sangat penting untuk menunjang kegiatan pertanian dan membantu petani memenuhi kebutuhan air.

“Kami menyambut baik adanya bantuan program irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian ini. Bantuan tersebut sangat penting untuk mendukung kebutuhan air bagi petani, terutama saat musim kemarau. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat petani di Desa Watudakon,” ujar Suharto.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Watudakon, Supriaji, berharap bantuan irigasi perpompaan yang tersebar di empat dusun tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian sekaligus mendukung kelancaran masa tanam.

“Dengan adanya empat titik bantuan irigasi perpompaan di Dusun Watudakon, Jungkir, Prembukan, dan Jerukwangi, kami berharap kebutuhan air untuk lahan pertanian semakin terpenuhi. Kami juga berharap seluruh kelompok tani dapat bekerja sama dalam mengelola dan merawat sarana ini agar bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Supriaji.

Pengelolaan sarana secara bersama-sama oleh kelompok tani menjadi faktor penting agar bantuan tersebut dapat berfungsi maksimal dan memberikan manfaat secara berkelanjutan. Perawatan fasilitas serta pengaturan penggunaan air yang baik diperlukan agar sarana irigasi dapat mendukung kebutuhan petani secara optimal.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD 2027 Dimulai, Pemkab Jombang Usung Integrasi Ekonomi Berbasis Sektor Primer

Melalui program ini, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Watudakon semakin meningkat, kendala pengairan dapat dikurangi, serta kesejahteraan petani semakin baik. Dukungan infrastruktur irigasi di tingkat desa diharapkan turut memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: MiftahuddinEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi