banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Gus Bang Pimpin Upacara Hari Santri 2026 di Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko

×

Gus Bang Pimpin Upacara Hari Santri 2026 di Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Kamis (22/10/2026), berlangsung khidmat. Ratusan santri dan pengasuh pesantren mengikuti upacara bendera untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bertindak sebagai pembina upacara, KH. Rohmatul Akbar Rifa’i, S.T., yang akrab disapa Gus Bang, menyampaikan amanat tentang pentingnya melanjutkan perjuangan para ulama dan santri di tengah perkembangan zaman. Ia merupakan Pengasuh Asrama Ar-Risalah Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso sekaligus Bendahara PCNU Jombang.

Dalam amanatnya, Gus Bang menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran sejarah sekaligus meneguhkan peran santri dalam menjaga agama, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengingatkan kembali peran penting Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam menggerakkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Hari Santri adalah momentum bagi kita semua untuk menyegarkan kembali ingatan atas Resolusi Jihad yang diwariskan para muassis NU. Santri hari ini tidak lagi berjuang di medan perang dengan senjata, tetapi dengan ilmu, akhlak, dan tekad untuk merawat ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta menjaga keutuhan NKRI,” tegas Gus Bang.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi santri saat ini telah mengalami perubahan. Jika dahulu para santri turut berjuang melawan penjajah secara fisik, kini perjuangan harus diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan karakter, serta pengabdian nyata kepada agama, masyarakat, dan bangsa.

Baca Juga :  Penyuluhan Bahaya Judi Online Digelar di Kecamatan Tanjung, Brebes

Santri juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai luhur pesantren.

Gus Bang turut menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian sosial.

Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh membuat generasi santri kehilangan jati diri. Sebaliknya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas kontribusi positif bagi masyarakat.

“Zaman boleh berganti dan teknologi terus berkembang, tetapi identitas santri sebagai garda terdepan penyejuk bangsa tidak boleh pudar. Santri harus hadir membawa nilai-nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang) dalam kehidupan bermasyarakat. Berkhidmahlah kepada agama, ulama, dan bangsa dengan penuh keikhlasan,” imbuhnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat. Nilai moderasi, toleransi, dan keseimbangan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama di tengah beragamnya latar belakang sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Diteror Video Call Grup WhatsApp Diteriaki "Mati Kamu", Jurnalis di Sisir Kota Batu Lapor Polres

Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko juga menjadi momentum untuk memperkuat tradisi kepesantrenan yang diwariskan para ulama dan masyayikh.

Pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga menanamkan adab, penghormatan kepada guru, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat pengabdian kepada sesama.

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, khidmah atau pengabdian merupakan bagian penting dari pembentukan karakter santri. Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri untuk berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, menghargai perbedaan, serta mengedepankan kemaslahatan bersama.

Baca Juga :  Gubernur Jatim dan Bupati Subandi Bagi BBM Gratis untuk Ojol, Pasar Murah Sedati Gede Diserbu Warga

Semangat hubbul wathan atau cinta tanah air juga menjadi nilai yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Kecintaan terhadap bangsa dan negara harus berjalan selaras dengan pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Melalui peringatan HSN 2026, para santri diharapkan semakin teguh dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak, menghormati para masyayikh, serta meneruskan perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama dalam merawat agama dan membangun peradaban.

Upacara berlangsung tertib dan lancar, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia, keberkahan para ulama dan masyayikh, serta kemaslahatan umat.

Peringatan ini sekaligus menegaskan bahwa semangat santri tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus tercermin dalam perilaku, karya, dan pengabdian sehari-hari.

Selamat Hari Santri Nasional 2026. Mengawal Indonesia, merawat tradisi, meneguhkan peradaban.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: MiftahudinEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa