banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Peringati Hari Santri 2026, MWCNU Kesamben Gelar Apel, Santuni Anak Yatim, dan Luncurkan Kirab Kotak Infaq NU

×

Peringati Hari Santri 2026, MWCNU Kesamben Gelar Apel, Santuni Anak Yatim, dan Luncurkan Kirab Kotak Infaq NU

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Suasana apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar MWCNU Kesamben bersama Banom NU di Lapangan Desa Kesamben, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10/2026). (Dok. NU Media)

SeputarDesa.com, Jombang – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesamben bersama badan otonom (Banom) NU menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan amanat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), santunan anak yatim piatu dan kaum dhuafa, serta peluncuran Kirab Kotak Infaq sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan kemandirian organisasi.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kesamben, H. Maksun, S.Kep., Ns., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz.

Dalam amanat tersebut, ditekankan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu. Semangat perjuangan, cinta tanah air, serta pengabdian kepada bangsa harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

Keterangan foto: Ketua Tanfidziyah MWCNU Kesamben, H. Maksun, S.Kep., Ns., selaku inspektur upacara saat membacakan amanat Ketua Umum PBNU dalam apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Desa Kesamben, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10/2026). (Dok. NU Media)

Amanat tersebut juga mengingatkan kembali peran penting Resolusi Jihad dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Nilai-nilai perjuangan para ulama dan santri menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus dijaga melalui persatuan, semangat kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga :  Atasi Banjir Tahunan di Tanggulangin dan Candi, Pemkab Sidoarjo Gandeng BNPB untuk Solusi Permanen

Peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kedaulatan negara, merawat keberagaman, serta meneruskan cita-cita para ulama.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Kesamben.

Keterangan foto: Peserta apel Hari Santri Nasional 2026 dari Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-MWCNU Kesamben mengikuti rangkaian kegiatan di Lapangan Desa Kesamben, Kabupaten Jombang.

Santunan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial warga Nahdliyin terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan pengamalan nilai-nilai keislaman yang menekankan pentingnya berbagi, mempererat solidaritas, dan membantu sesama.

Pada kesempatan yang sama, rangkaian peringatan HSN 2026 juga ditandai dengan peluncuran Kirab Koin NU. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat berinfak dan bersedekah di kalangan warga Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat kemandirian organisasi melalui partisipasi bersama.

Baca Juga :  Perkuat Keamanan dan Kekompakan Warga, Babinsa Plinggisan Intensifkan Patroli Siskamling

Kirab Kotak Infaq NU Dimulai 26 Oktober

Kirab Kotak Infaq dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, untuk wilayah timur. Kegiatan tersebut akan dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik pemberangkatan di MTsN 8 Desa Carangrejo.

Sementara itu, pelaksanaan Kirab Kotak Infaq untuk wilayah barat dijadwalkan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Pemberangkatan dimulai pukul 07.30 WIB dari MI Al-Ihsani, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Pelaksanaan kirab di dua wilayah tersebut diharapkan dapat menggerakkan partisipasi warga Nahdliyin dalam menyukseskan gerakan Infaq NU. Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kemandirian organisasi diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Kirab Kotak Infaq NU juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kontribusi bagi kemaslahatan umat tidak harus dimulai dari nominal besar. Infak yang diberikan secara ikhlas, meskipun dalam jumlah kecil, apabila dihimpun bersama-sama dapat menjadi kekuatan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Bakti TNI AD di Madura, Menyentuh Kebutuhan Warga hingga Pelosok dan Kepulauan
Keterangan foto: Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Kesamben dalam kegiatan apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Desa Kesamben, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10/2026). (Dok.NU Media)

Melalui rangkaian apel, santunan, dan peluncuran Kirab Kotak Infaq NU tersebut, MWCNU Kesamben bersama Banom NU dan LAZISNU berupaya menjadikan peringatan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong keterlibatan warga dalam kegiatan kemasyarakatan.

Semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan apel dan kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pengabdian nyata, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI dan melanjutkan perjuangan para ulama.

Dengan semangat tersebut, warga Nahdliyin di Kecamatan Kesamben diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran keagamaan, sosial, dan kebangsaan demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa