banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Opini

Idulfitri 1447 H: Menjaga Sportivitas Sosial dan Menuntut Keadilan untuk Rakyat

×

Idulfitri 1447 H: Menjaga Sportivitas Sosial dan Menuntut Keadilan untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Foto : H. Rochmad Abidin, S.TP Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Jombang

Oleh: H. Rochmad Abidin, S.TP
Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Jombang

 

Idulfitri 1447 Hijriah kembali hadir sebagai momentum kemenangan setelah sebulan penuh umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Namun kemenangan ini sejatinya bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang pengendalian diri, kejujuran, dan keberanian untuk bersikap adil—nilai-nilai yang juga menjadi dasar dalam kehidupan sosial, termasuk dalam dunia olahraga dan kebangsaan.

Dalam olahraga, khususnya tinju, kita diajarkan tentang sportivitas berani bertanding secara jujur, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Nilai ini sejatinya relevan dalam kehidupan berbangsa. Sayangnya, dalam realitas sosial hari ini, kita masih melihat ketidakseimbangan “pertandingan” antara rakyat kecil dengan kekuatan kebijakan yang seharusnya melindungi mereka.

Di tengah gema Idulfitri, masih banyak masyarakat yang belum merasakan kemenangan dalam arti sesungguhnya. Tekanan ekonomi yang semakin berat, peluang kerja yang terbatas, serta ketidakpastian dalam memenuhi kebutuhan hidup menjadi “laga” yang harus dihadapi setiap hari oleh rakyat kecil. Ironisnya, kebijakan yang diharapkan menjadi pelindung justru sering kali belum berpihak secara nyata.

Baca Juga :  Pemdes Kedungmlati Bangun Jalan Rabat Beton di Dusun Krandegan, Dukung Akses dan Ekonomi Warga

Sebagaimana dalam pertandingan tinju yang adil membutuhkan wasit yang tegas dan aturan yang berpihak pada kejujuran, demikian pula negara. Negara harus hadir sebagai “wasit” yang adil tidak membiarkan ketimpangan terjadi, tidak membiarkan yang lemah terus tertekan, dan tidak membiarkan kebijakan hanya menguntungkan segelintir pihak.

Kita tidak kekurangan program, tetapi sering kali kekurangan keberanian untuk memastikan keadilan. Bantuan yang tidak tepat sasaran, kurangnya perhatian terhadap pembinaan generasi muda, serta minimnya dukungan terhadap potensi daerah menjadi catatan yang harus diperbaiki. Dalam dunia olahraga, pembinaan adalah kunci. Tanpa pembinaan yang serius, tidak akan lahir atlet yang tangguh. Begitu pula dengan bangsa—tanpa kebijakan yang berpihak, sulit melahirkan masyarakat yang sejahtera.

Baca Juga :  Dari UMK ke UMB, Sensus Ekonomi 2026 Merekam Siapa Bertahan dan Siapa Tumbang

Sebagai Ketua Pertina Kabupaten Jombang, saya melihat langsung bagaimana potensi generasi muda sangat besar, namun sering terbentur keterbatasan fasilitas dan dukungan. Ini menjadi gambaran bahwa pembangunan belum sepenuhnya merata. Jika kita ingin mencetak generasi yang kuat, baik secara fisik maupun mental, maka kebijakan harus benar-benar hadir hingga ke akar rumput.

Idulfitri mengajarkan kita untuk kembali jujur. Jujur melihat kondisi, jujur mengakui kekurangan, dan jujur dalam memperbaiki keadaan. Pemerintah harus berani mengevaluasi kebijakan yang tidak efektif, serta membuka ruang kritik sebagai bagian dari perbaikan. Kritik bukanlah serangan, melainkan bentuk kepedulian.

Selain itu, semangat kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan harus terus dijaga. Dalam olahraga, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh individu, tetapi juga oleh kerja tim. Begitu pula dalam kehidupan berbangsa—kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen untuk mewujudkan keadilan sosial.

Baca Juga :  Wahyu di Bulan Ramadan dan Ujian Demokrasi Lokal

Momentum Idulfitri 1447 H ini harus menjadi titik balik. Bukan hanya untuk memperbaiki diri secara pribadi, tetapi juga untuk memperbaiki sistem yang belum berpihak. Kita membutuhkan keberanian untuk menegakkan keadilan, sebagaimana seorang atlet yang berani bertanding secara jujur di atas ring.

Akhirnya, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua tidak hanya kembali suci, tetapi juga semakin kuat dalam memperjuangkan kejujuran, sportivitas, dan keadilan bagi seluruh rakyat.

Minal aidin wal faizin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi