banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaDaerahKesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Imbau Warga Waspadai Penyakit Pancaroba

×

Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Imbau Warga Waspadai Penyakit Pancaroba

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Cirebon – Anomali cuaca yang belakangan terjadi di Kabupaten Kuningan, dengan perubahan ekstrem dari panas terik menjadi hujan bersuhu dingin, mulai memicu kewaspadaan berbagai pihak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh agar terhindar dari ancaman penyakit yang umum muncul saat musim pancaroba.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, menyampaikan bahwa perubahan suhu secara drastis menjadi tantangan serius bagi sistem imun tubuh. Menurutnya, tubuh dipaksa terus menyesuaikan diri dalam waktu singkat sehingga rentan mengalami penurunan daya tahan.

“Perubahan cuaca itu memang kadang-kadang melemahkan daya tahan tubuh kita. Karena cuaca yang ekstrem dari panas tiba-tiba jadi dingin atau dingin jadi panas, tubuh kita jadi perlu adaptasi,” ujar Edi, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga :  Adzan Pitu, Tradisi Unik Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Sejak Era Sunan Gunung Jati

Ia menjelaskan, berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, penyakit yang paling sering menyerang warga saat peralihan musim adalah infeksi saluran pernapasan, dengan keluhan yang didominasi batuk dan pilek.

“Yang paling banyak itu batuk pilek. Biasanya terkait dengan gangguan pernapasan akibat perubahan cuaca,” ungkapnya.

Meski batuk pilek sering dianggap ringan, Edi menegaskan masyarakat tidak boleh meremehkan gangguan kesehatan apa pun. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat memicu komplikasi, terutama bagi kelompok rentan.

“Semua penyakit bisa berbahaya kalau tidak diobati. Tingkat keparahannya juga sangat tergantung pada kondisi klinis masing-masing pasien,” tegas Edi.

Baca Juga :  Desa Kubang Talun Kabupaten Cirebon Resmi Jadi Desa Wisata, Ribuan Warga Hadiri Festival

Untuk mengantisipasi penyakit pancaroba, Dinkes Kuningan mendorong masyarakat menjalankan pola hidup sehat secara disiplin, terutama dalam menjaga kualitas istirahat dan asupan nutrisi.

“Tidur yang baik itu sekitar 6–8 jam dan tidak bergadang. Makan juga harus teratur dan sesuai kebutuhan kalori, tidak berlebihan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga jadwal makan agar tidak terlambat, karena kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memicu gangguan lambung. Asam lambung yang terus diproduksi secara alami berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bila tidak diimbangi pola makan yang tepat.

Baca Juga :  Pastikan Program Berjalan Maksimal, Dansatgas TMMD Ke-127 Turun Langsung ke Lokasi

Sebagai langkah pencegahan tambahan, Dinkes Kuningan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, tetap rutin berolahraga, serta mempertimbangkan konsumsi vitamin atau suplemen bila diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Dengan langkah sederhana namun konsisten, masyarakat diharapkan mampu menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem yang tidak menentu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi