banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaKabar Desa

Ketukan Pintu Sang Pemimpin: Kala Janji Renovasi Tiba di Rumah Meleot Krembung

×

Ketukan Pintu Sang Pemimpin: Kala Janji Renovasi Tiba di Rumah Meleot Krembung

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Sebuah rangkulan hangat mendarat di pundak seorang pria paruh baya bertopi peci hitam. Di hadapannya, Bupati Sidoarjo H. Subandi, yang mengenakan kemeja biru muda sederhana, berdiri memberikan ketenangan. Sambil memegangi tas kain hijau berisi bantuan yang diserahkan bersama tim, tatapan sang Bupati seolah menegaskan satu hal: negara hadir, dan penderitaan warga di bawah atap yang rapuh harus segera berakhir.

Pemandangan sarat emosi itu mewarnai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan orang nomor satu di Sidoarjo tersebut di kawasan Kecamatan Krembung. Langkah kakinya sengaja diarahkan masuk ke gang-gang sempit, bukan untuk seremonial, melainkan untuk melihat langsung potret buram Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih membayangi sebagian warganya.

Menembus Sisi Kelam Rumah Tak Layak Huni

Dalam blusukan kali ini, ada tiga potret kemiskinan yang ditemui langsung oleh Subandi. Mulai dari kediaman Rahmat di Desa Wangkal, hingga rumah milik Munadak dan Suladi di Desa Keret. Namun, kondisi di kediaman Munadak benar-benar memukul nurani kemanusiaan.

Baca Juga :  TNI, Polri Bergotong Royong Membantu Warga Perbaiki Jalan Longsor 

Bagaimana tidak, tim di lapangan menemukan ruang privat seperti kamar tidur yang terpaksa menyatu tanpa sekat layak dengan kamar mandi. Sebuah realitas yang tentu jauh dari standar kesehatan dan kelayakan hidup manusia.

Melihat pemandangan memprihatinkan itu, Subandi tidak menunda waktu. Ia langsung mengeluarkan instruksi tegas di lokasi agar seluruh jajaran kedinasan, mulai dari Dinas Sosial, Baznas, hingga perangkat kecamatan dan desa, segera melipat lengan baju.

“Kondisinya memang perlu segera diperbaiki. Perangkat terkait kita minta untuk membantu, termasuk melibatkan swadaya masyarakat. Yang terpenting warga bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman,” ujar Subandi dengan nada bicara yang menuntut percepatan.

Juli-Agustus: Target Total Merombak Derita

Aksi nyata serupa dipastikan juga menyasar kediaman Suladi di Desa Keret. Di bawah terik matahari, Subandi memberikan kepastian hukum dan waktu yang jelas terkait kapan pengerjaan bedah rumah akan dimulai. Pemerintah tidak ingin memberikan harapan palsu yang menggantung.

Baca Juga :  Yohanes Winarto Tekankan Disiplin dan Selektivitas Kader dalam Rapat Perluasan PAC PDI-P Kedungjati

Rencana renovasi total dijadwalkan akan digulirkan paling lambat antara bulan Juli hingga Agustus 2026. Konstruksi bangunan akan dirombak menyeluruh tanpa setengah-setengah, mencakup perbaikan:

  • Struktur Atap: Mengganti kayu dan genting lapuk demi keamanan dari risiko ambruk.

  • Dinding dan Lantai: Penguatan tembok dan sterilisasi lantai agar lebih higienis.

  • Fasilitas Sanitasi: Pembuatan kamar mandi yang layak demi menunjang kesehatan jangka panjang keluarga.

Momentum pengerjaan sengaja dikejar sebelum musim penghujan tiba, memanfaatkan cuaca kemarau agar hasilnya bisa maksimal dan cepat dihuni kembali.

Komitmen Angkat Derajat Warga Kurang Mampu

Sidak ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menempatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap program kerja. Kolaborasi lintas sektor—melibatkan legislatif, dinas sosial, lembaga zakat, hingga gotong royong warga—menjadi mesin penggerak utama pengentasan kemiskinan di akar rumput.

Baca Juga :  Gus Sentot Minta Pengawasan Ketat Program MBG, Tegaskan Sanksi Jika Terjadi Penyimpangan

Bagi warga kecil seperti Suladi, kehadiran dan kepastian yang dibawa oleh sang pemimpin daerah adalah jawaban dari doa-doa panjang mereka selama ini.

“Saya sangat bersyukur karena rumah ini akan direnovasi sehingga nantinya bisa menjadi tempat tinggal yang lebih baik, aman, dan nyaman untuk keluarga kami,” ucap Suladi dengan mata berkaca-kaca.

Dari Krembung, Sidoarjo mengirimkan pesan penting: bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya gedung-gedung di pusat kota, melainkan dari seberapa cepat pemerintahnya bergerak membenahi atap rumah warganya yang hampir roboh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi