SeputarDesa.com, Grobogan – Desa Jeketro kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Hasil Bumi tahun 2026 sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil panen dan keberkahan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan budaya dan keagamaan tersebut berlangsung meriah serta penuh khidmat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat desa.
Rangkaian acara Sedekah Hasil Bumi dimulai pada Kamis, 7 Mei 2026. Pada pukul 13.00 WIB dilaksanakan kirab gunungan hasil bumi yang diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda, serta warga dari berbagai dusun. Berbagai hasil pertanian seperti padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan dihias menarik membentuk gunungan dan diarak mengelilingi jalan desa sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah.

Kirab berlangsung semarak dengan iringan musik tradisional dan antusiasme warga yang memadati sepanjang jalan desa. Warga tampak mengenakan pakaian adat serta membawa berbagai hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.
Setelah kirab selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipusatkan di balai desa. Kegiatan ini diikuti oleh tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat sebagai bentuk permohonan doa agar Desa Jeketro senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta hasil panen yang lebih baik di masa mendatang.
Ba’da salat Isya, rangkaian acara dilanjutkan dengan semaan tahfidz Al-Qur’an yang dilaksanakan di balai desa. Suasana khusyuk dan penuh religius terasa selama kegiatan berlangsung, diikuti para hafidz, tokoh agama, santri, dan masyarakat umum.

Memasuki rangkaian acara hari kedua, pada Jumat pagi digelar senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Kecamatan Gubug, perangkat desa, demang, tenaga kesehatan dari Puskesmas Gubug 2, ibu-ibu kader, anak-anak sekolah dasar, hingga masyarakat umum. Acara senam bersama ini menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Kegiatan senam bersama turut dihadiri Camat Gubug, Bambang Supriyadi. Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat Desa Jeketro sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan budaya, sosial, dan kesehatan masyarakat di desa.

Puncak acara Sedekah Hasil Bumi tahun 2026 digelar pada Jumat malam dengan hiburan qosidah serta pagelaran wayang kulit yang menghadirkan Ki Dalang Hartono Wono Segoro dengan lakon “Wahyu Kamulyan Sandang Pangan”. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara hingga larut malam.
Lakon “Wahyu Kamulyan Sandang Pangan” mengandung pesan moral tentang harapan akan kemakmuran, kesejahteraan, serta pentingnya menjaga persatuan dan rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat. Pagelaran wayang kulit menjadi salah satu hiburan tradisional yang paling dinantikan warga sekaligus bagian dari upaya melestarikan seni budaya Jawa.
Kepala Desa Jeketro, Ali Mustain, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Hasil Bumi merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat desa.
“Sedekah Hasil Bumi ini adalah tradisi turun-temurun yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Jeketro. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada generasi muda pentingnya rasa syukur, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial antarwarga. Kami berharap seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan, kerukunan, serta terus melestarikan budaya lokal yang menjadi kekayaan desa kita,” ujar Ali Mustain.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa Jeketro akan terus mendukung kegiatan budaya dan keagamaan yang mampu mempererat hubungan masyarakat sekaligus menjadi sarana hiburan rakyat yang positif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh warga yang telah bersama-sama menyukseskan rangkaian acara Sedekah Hasil Bumi tahun ini. Semoga Desa Jeketro senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, hasil panen yang melimpah, dan masyarakat yang semakin sejahtera,” tambahnya.
Masyarakat berharap tradisi Sedekah Hasil Bumi Desa Jeketro dapat terus dilestarikan setiap tahun sebagai bagian dari identitas budaya desa sekaligus momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan warga.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















