banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPeristiwa

Gubernur Jatim Khofifah Dampingi Wapres Gibran Hadiri Haul KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang

×

Gubernur Jatim Khofifah Dampingi Wapres Gibran Hadiri Haul KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran pesantren dan ulama dalam membangun peradaban bangsa saat menghadiri Haul ke-55 Al Maghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Minggu (10/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengikuti rangkaian ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah di kompleks pemakaman keluarga pesantren.

Menurut Khofifah, haul bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan dan pengabdian ulama dalam memperkuat nilai kebangsaan serta persatuan umat.

“Kehadiran Bapak Wapres menjadi kehormatan besar. Jejak perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai tokoh penggerak umat tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi kita semua hingga hari ini,” ujar Khofifah.

Khofifah menilai sosok KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab berhasil membuktikan bahwa agama dan pembangunan nasional merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ia menyebut pesantren sejak awal telah menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, sekaligus penguatan karakter kebangsaan.

Baca Juga :  Gugur Gunung Bersama Pemerintah Desa Jeketro, Warga RT 02 RW 03 Rehab Rumah Muhroji

Menurutnya, gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan kepada pendiri Nahdlatul Ulama tersebut pada 2014 menjadi bentuk pengakuan negara atas kontribusi besar Mbah Wahab dalam menjaga persatuan dan membangun pendidikan umat.

Khofifah juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat sinergi dengan pesantren dan ulama sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

“Spirit pesantren harus terus menjadi fondasi pembangunan Jawa Timur. Kekuatan moral dan spiritual masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan kemajuan ekonomi dan keadilan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, kultur pesantren yang kuat menjadi salah satu kekuatan utama Jawa Timur dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas daerah selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Buronan Internasional Steven Lyons Berhasil Diamankan di Bali

Di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Khofifah mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai kunci menjaga persatuan.

Selain itu, Khofifah juga mendorong pesantren agar terus berkembang menjadi pusat inovasi dan kewirausahaan. Menurutnya, santri masa kini harus memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan kemandirian ekonomi agar mampu bersaing di tingkat global.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: MiftahEditor: Irwani Umam

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi