banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPeristiwa

Ribuan Orang Tua dan Siswa Serbu BRI Ajamu, Antrean Mengular Demi Bantuan PIP dan KIP

×

Ribuan Orang Tua dan Siswa Serbu BRI Ajamu, Antrean Mengular Demi Bantuan PIP dan KIP

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Labuhanbatu — Kantor BRI Cabang Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, dipadati oleh ratusan bahkan ribuan orang tua dan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Senin (15/6). Lonjakan pengunjung terjadi setelah sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Labuhanbatu mengeluarkan surat pemberitahuan kepada siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sejak pagi hari, para ibu bersama anak-anak mereka telah memenuhi area pelayanan bank untuk mengurus pencairan bantuan pendidikan maupun pembukaan rekening baru. Antrean panjang yang mengular membuat suasana di kantor BRI Ajamu tampak jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasa.

Baca Juga :  Musrengbangcam Kedungjati 2026, Harnomo Ungkap Anggaran Rp15 M untuk Peningkatan Jalan

Tingginya jumlah warga yang datang dalam waktu bersamaan membuat petugas bank bekerja ekstra. Pegawai BRI terlihat kewalahan melayani antrean yang terus bertambah sepanjang hari. Meski demikian, pelayanan tetap berlangsung hingga petang demi mengakomodasi seluruh masyarakat yang datang.

Tidak semua siswa yang hadir langsung menerima dana bantuan di rekening mereka. Sebagian masih menjalani proses administrasi berupa pembukaan rekening dan pembuatan buku tabungan baru sebagai persyaratan untuk mendapatkan bantuan yang nantinya akan diverifikasi oleh pihak sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Dandim 0819/Pasuruan Hadiri Acara Pisah Sambut Kapolresta Pasuruan

Proses pendaftaran dan pelayanan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Banyak orang tua mengaku harus menunggu berjam-jam demi menyelesaikan seluruh tahapan administrasi yang diperlukan.

Membludaknya masyarakat di BRI Ajamu menunjukkan tingginya antusiasme penerima manfaat terhadap program bantuan pendidikan pemerintah. Namun, kondisi ini juga menjadi perhatian agar ke depan proses pelayanan dapat dilakukan secara lebih terjadwal dan tertib, sehingga tidak menimbulkan penumpukan antrean yang berlebihan di lokasi pelayanan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi