SeputarDesa.com, Jombang – Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan sarana pembelajaran, tetapi juga kompetensi guru sebagai ujung tombak pendidikan. Berangkat dari semangat tersebut, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Kudu menggelar Workshop Metode Hypnoteaching dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa yang diikuti guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Kudu dan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) di kawasan wisata Sendang Made, Desa Made, Kecamatan Kudu, ini menghadirkan Mr. David Sugiarto, S.Pd., M.Si., C.Ht., C.I. sebagai narasumber. Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, inspiratif, dan berpusat pada peserta didik.
Ketua KKMI Kecamatan Kudu, Puji Rahayu, mengatakan bahwa perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang inovatif. Karena itu, peningkatan kapasitas pendidik harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai forum pengembangan profesi.
“Guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa. Melalui workshop ini kami berharap para guru memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan di ruang kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik,” ujar Puji Rahayu.

Dalam sesi materi, David Sugiarto menjelaskan bahwa hypnoteaching merupakan metode pembelajaran yang mengedepankan komunikasi positif, bahasa persuasif, serta pendekatan psikologis yang bertujuan membangun kenyamanan belajar siswa. Menurutnya, suasana kelas yang kondusif akan memudahkan siswa memahami materi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.
“Ketika guru mampu membangun komunikasi yang positif, siswa akan merasa dihargai, lebih fokus, dan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi. Itulah esensi hypnoteaching, yakni menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan tanpa menghilangkan substansi materi,” jelas David.
Selain penyampaian teori, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi penerapan hypnoteaching dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui sesi interaktif tersebut, para guru diajak memahami teknik membangun sugesti positif, mengelola suasana kelas, hingga menciptakan komunikasi yang mampu menumbuhkan antusiasme belajar siswa.
Suasana workshop berlangsung dinamis. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan pembelajaran di madrasah. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya komitmen guru MI di Kecamatan Kudu dan Kabuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, KKMI Kecamatan Kudu berharap lahir lebih banyak guru yang tidak hanya kompeten dalam penguasaan materi, tetapi juga memiliki kemampuan membangun karakter, motivasi, dan semangat belajar siswa. Peningkatan kualitas guru diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi madrasah yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















