banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaKabar Desa

Desa Jlodro dalam Lintasan Sejarah, Pertanian, dan Budaya Lokal

×

Desa Jlodro dalam Lintasan Sejarah, Pertanian, dan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Tuban – Desa Jlodro merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Desa ini terletak di wilayah barat Kabupaten Tuban yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kondisi geografis yang didominasi lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan perbukitan menjadikan masyarakat Desa Jlodro memiliki karakter agraris yang kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.Desa Jlodro dalam Lintasan Sejarah, Pertanian, dan Budaya Lokal

Sejarah awal terbentuknya Desa Jlodro belum memiliki catatan tertulis yang lengkap mengenai waktu pendiriannya. Namun berdasarkan tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, wilayah ini telah dihuni sejak lama oleh kelompok masyarakat yang membuka kawasan hutan dan lahan kosong menjadi permukiman serta area pertanian. Seiring berjalannya waktu, permukiman tersebut berkembang menjadi sebuah komunitas yang kemudian membentuk pemerintahan desa sebagaimana yang dikenal saat ini.

Sejak dahulu, kehidupan masyarakat Desa Jlodro bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan. Berbagai komoditas seperti padi, jagung, ketela pohon, serta tanaman palawija lainnya menjadi sumber utama penghidupan masyarakat. Selain itu, sektor peternakan dan perkebunan turut berkembang sebagai penunjang perekonomian warga. Tradisi gotong royong, musyawarah, dan rasa kekeluargaan yang kuat menjadi modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat desa.

Baca Juga :  Adzan Pitu, Tradisi Unik Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Sejak Era Sunan Gunung Jati

Perkembangan pembangunan yang berlangsung dari waktu ke waktu telah membawa berbagai perubahan positif bagi Desa Jlodro. Peningkatan infrastruktur, pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan warga. Saat ini pemerintahan Desa Jlodro dipimpin oleh Kepala Desa Suroso, yang bersama perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan desa terus berupaya mendorong pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Berbagai program pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dengan mengedepankan semangat gotong royong dan pemanfaatan potensi lokal desa.

Salah satu potensi unggulan Desa Jlodro yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir adalah sektor perkebunan durian. Kondisi tanah dan iklim yang sesuai menjadikan desa ini memiliki prospek besar sebagai kawasan pengembangan durian di Kecamatan Kenduruan. Pengembangan budidaya durian tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata berbasis pertanian atau agrowisata. Dengan potensi tersebut, Desa Jlodro memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu sentra durian sekaligus destinasi wisata berbasis hasil pertanian di wilayah Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Wakil Bupati Sidoarjo Dorong Program Pengembangan Usaha Mikro 2026 Lebih Tepat Sasaran

Selain memiliki potensi agrowisata durian, Desa Jlodro juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif. Salah satu situs yang dikenal masyarakat adalah Situs Watu Jajar, yang berada di wilayah Desa Jlodro dan hingga kini masih dijaga serta dihormati keberadaannya oleh masyarakat setempat. Situs ini berfungsi sebagai punden desa yang memiliki nilai historis dan budaya bagi warga.

Keberadaan Situs Watu Jajar tidak dapat dipisahkan dari tradisi masyarakat Desa Jlodro. Setiap tahun, setelah musim panen, masyarakat melaksanakan tradisi bersih desa atau manganan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh. Tradisi tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Situs Watu Jajar diduga memiliki keterkaitan dengan komunitas awal yang pernah mendiami kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Sebagian kalangan mengaitkannya dengan keberadaan masyarakat Kalang atau Wong Kalang yang dikenal dalam sejarah Jawa sebagai kelompok masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah pedalaman. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dari para ahli sejarah, arkeologi, dan antropologi agar dapat diketahui secara ilmiah asal-usul, fungsi, serta periodisasi situs tersebut.

Baca Juga :  Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulorejo, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto

Hingga saat ini, Situs Watu Jajar masih menjadi salah satu misteri sejarah lokal yang menyimpan potensi besar untuk diteliti dan dikembangkan. Dengan dukungan pemerintah desa, pemerintah daerah, akademisi, serta instansi yang berwenang di bidang kebudayaan, situs ini berpeluang menjadi aset berharga yang dapat memperkaya identitas Desa Jlodro sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Sebagai desa yang terus berkembang, Desa Jlodro berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian warisan budaya. Semangat gotong royong, nilai-nilai kearifan lokal, serta pemanfaatan potensi sumber daya alam dan budaya menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Desa Jlodro yang maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. Dengan memadukan potensi pertanian, perkebunan, sejarah, dan budaya yang dimiliki, Desa Jlodro diharapkan mampu menjadi desa yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga identitas dan warisan leluhur bagi generasi yang akan datang.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: Irwani UmamEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi