banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaInvestigasi

Jelang Muktamar NU, Warga Khawatir Bau Menyengat dari Sungai Ganggu Kenyamanan Muktamirin

×

Jelang Muktamar NU, Warga Khawatir Bau Menyengat dari Sungai Ganggu Kenyamanan Muktamirin

Sebarkan artikel ini
**Keterangan Foto:** Kondisi air sungai di depan Yayasan Pendidikan Syafaat, Jombang, tampak menghitam dan mengeluarkan bau menyengat, Minggu (2/8/2026).

SeputarDesa.com, Jombang – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan Tambakberas, Kabupaten Jombang, warga di sepanjang aliran sungai dari wilayah Sambong hingga Kecamatan Tembelang mengeluhkan kondisi sungai yang mengeluarkan bau menyengat, Minggu (2/8/2026). Mereka berharap persoalan tersebut segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat maupun ribuan muktamirin yang akan datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air sungai yang sebelumnya jernih tampak berubah menjadi kehitaman, berminyak, mengeluarkan aroma tidak sedap, bahkan terasa lebih hangat dari biasanya. Bau tersebut, menurut warga, sudah mulai tercium sejak sekitar dua pekan terakhir dan dalam beberapa hari terakhir kondisinya semakin menyengat.

Seorang warga yang ditemui di lokasi mengatakan kondisi tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga dikhawatirkan dapat mencoreng citra Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU.

“Sudah sekitar dua minggu terakhir, tapi sekarang kondisinya semakin parah. Selain baunya menyengat, airnya juga berubah menjadi hitam dan berminyak,” ujarnya.

Sementara itu, seorang sumber lain yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan kondisi air sungai yang kotor dan berbau bukan merupakan kejadian baru. Menurutnya, warga sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang nyata.

“Air kotor dan bau seperti ini sudah biasa. Hampir setiap hari kami melihat kondisi seperti ini. Warga juga sudah beberapa kali menyampaikan protes, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pihak-pihak terkait,” ujar sumber tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan kualitas air, menelusuri sumber penyebab perubahan kondisi sungai, serta mengambil langkah penanganan secepatnya.

Baca Juga :  Peresmian Operasional 1.061 KDKMP di Desa Loa Lepu, Tenggarong Seberang, Kukar

Menurut warga, dalam waktu dekat Kabupaten Jombang akan menjadi pusat perhatian nasional karena menjadi tuan rumah Muktamar NU di Tambakberas. Ribuan muktamirin dari berbagai provinsi diperkirakan hadir mengikuti agenda tersebut. Mereka berharap para tamu tidak disambut dengan bau menyengat yang berasal dari aliran sungai.

“Jangan sampai para muktamirin yang datang dari berbagai daerah justru mendapatkan kesan kurang baik akibat bau tidak sedap ini. Kami ingin Jombang dikenal sebagai kota santri yang bersih, nyaman, dan ramah,” kata seorang warga.

Baca Juga :  Hari Jadi ke-599 Cirebon Usung Tema “Manunggal Winangun Caruban”, Perkuat Persatuan dalam Keberagaman

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi yang berwenang mengenai penyebab perubahan kondisi air sungai maupun langkah penanganan yang telah dilakukan. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pemerintah daerah, dinas yang membidangi lingkungan hidup, serta pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Redaksi juga membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang berkepentingan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: Irwani UmamEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi