SeputarDesa.com, Grobogan – Komunitas Mulungan Rantau Korea (MURAKO) bersama masyarakat Dusun Mulungan, Desa Jatilor, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menggelar Pengajian Akbar dan Tasyakuran Masjid Baitul Ghoni pada Sabtu malam (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat hubungan antara perantau Indonesia di Korea Selatan dengan masyarakat di kampung halaman.
Ratusan jamaah memadati halaman Masjid Baitul Ghoni untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat. Selain masyarakat setempat, kegiatan juga dihadiri mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Camat Godong beserta jajaran, unsur Koramil Godong, Polsek Godong, Pemerintah Desa Jatilor, anggota LINMAS, serta Banser dari Semarang yang turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban acara.

Puncak pengajian diisi oleh KH. Abdur Rochim, M.Pd.I, yang dikenal luas sebagai Ki Goro Goro asal Demak, Jawa Tengah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, serta memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan karakter masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Grup Qasidah Nurul Jadid Sunan Kalijaga Demak yang membawakan lantunan shalawat dan lagu-lagu religi. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah yang hadir hingga acara berakhir.
Ketua Panitia MURAKO mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para perantau asal Dusun Mulungan yang bekerja di Korea Selatan terhadap kampung halaman mereka.
“Pengajian ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara warga Mulungan yang merantau di Korea Selatan dengan keluarga dan masyarakat di kampung halaman. Kami juga bersyukur atas berdirinya Masjid Baitul Ghoni dan berharap semangat meneladani Rasulullah SAW terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan MURAKO tidak hanya menjadi wadah komunikasi para perantau, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di Dusun Mulungan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan ukhuwah Islamiyah yang terus terjalin antara warga desa dan para perantau Indonesia di Korea Selatan.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, MURAKO berharap silaturahmi yang telah terbangun dapat terus dipelihara, sekaligus menjadi inspirasi bagi para perantau untuk terus berkontribusi dalam memajukan desa asalnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















