SeputarDesa.com | Jombang – Pengeboran sumur bor Program Irigasi Perpompaan (Irpom) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 di wilayah selatan kanal Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, membuahkan hasil menggembirakan. Pada kedalaman sekitar 84 meter, tim pengebor berhasil menemukan lapisan air tanah yang mengalir ke permukaan tanpa menggunakan sibel (pompa celup).
Sumur bor tersebut menggunakan paralon berdiameter 6 dim sebagai casing utama. Fenomena keluarnya air secara alami ini menarik perhatian warga dan petani yang berada di lokasi karena tidak lazim dijumpai pada setiap pengeboran sumur dalam.
Secara hidrogeologi, kondisi tersebut diduga menunjukkan bahwa pengeboran telah menembus akuifer tertekan (confined aquifer), yaitu lapisan batuan atau pasir yang menyimpan air tanah dan terkurung di antara dua lapisan kedap air, seperti lempung atau batuan impermeabel. Air di dalam akuifer jenis ini berada di bawah tekanan hidrostatis. Ketika lapisan tersebut ditembus oleh mata bor, tekanan alami dapat mendorong air naik ke dalam pipa sumur, bahkan pada kondisi tertentu mampu mengalir sendiri ke permukaan tanpa bantuan pompa. Sumur dengan karakteristik seperti ini dikenal sebagai sumur artesis.
Meski demikian, untuk memastikan bahwa sumur tersebut benar-benar merupakan sumur artesis diperlukan pengujian teknis lebih lanjut, antara lain pengukuran muka air piezometrik, uji debit (pumping test), serta analisis kondisi geologi dan hidrogeologi oleh tenaga ahli. Apabila muka air piezometrik berada di atas permukaan tanah sehingga air mengalir sendiri secara terus-menerus, maka sumur tersebut dapat dikategorikan sebagai flowing artesian well atau sumur artesis mengalir.
Pengeboran ini merupakan bagian dari Program Irigasi Perpompaan (Irpom) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN Tahun 2026 dan diperuntukkan bagi Poktan Ngemplak. Program tersebut bertujuan meningkatkan ketersediaan air irigasi guna mendukung produktivitas pertanian, khususnya pada lahan yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Ketua Gapoktan Podoroto, Rifki Arif, S.T., mengaku bersyukur atas hasil pengeboran tersebut.
“Alhamdulillah, pada kedalaman 84 meter kami berhasil menemukan sumber air yang langsung keluar tanpa menggunakan sibel. Ini menjadi harapan besar bagi petani karena menunjukkan potensi sumber air yang baik. Kami berharap setelah seluruh instalasi pompa, jaringan perpipaan, dan fasilitas pendukung selesai dibangun, sarana ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian,” ujar Rifki. Senin 3
Menurutnya, keberhasilan pengeboran ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendukung keberhasilan Program Irigasi Perpompaan di Desa Podoroto. Ketersediaan sumber air yang memadai diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menjaga stabilitas produksi pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















