banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Air PDAM Tak Kunjung Mengalir, Warga RT 38 Joyo Mulya Samarinda Masih Bergantung pada Bantuan Air Bersih

×

Air PDAM Tak Kunjung Mengalir, Warga RT 38 Joyo Mulya Samarinda Masih Bergantung pada Bantuan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Samarinda – Krisis air bersih yang dialami warga RT 38, Joyo Mulya, Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hingga kini belum juga menemukan solusi. Selama kurang lebih 3–4 bulan terakhir, aliran air Perumda Air Minum (PDAM) belum mengalir sebagaimana mestinya. Akibatnya, masyarakat masih bergantung pada bantuan suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga menjaga kebersihan lingkungan. Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan pokok justru menjadi persoalan serius yang harus dihadapi masyarakat setiap hari.

Warga pun berharap Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta instansi terkait segera turun tangan memberikan solusi konkret. Mereka meminta agar bantuan distribusi air bersih tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi dapat berlangsung secara rutin sampai pelayanan PDAM kembali normal.

Salah seorang warga, Ibu Lita, berharap BPBD, dinas teknis terkait, serta PMI Kalimantan Timur terus memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat RT 38. Menurutnya, selain bantuan suplai air melalui mobil tangki, warga juga membutuhkan sarana penampungan seperti tandon dan tangki air agar distribusi air dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.

“Kami berharap suplai air bersih terus dilakukan, baik melalui pengiriman langsung ke rumah-rumah warga maupun diberikan bantuan berupa tandon dan tangki air agar masyarakat bisa menampung air untuk kebutuhan sehari-hari,” pinta Ibu Lita.

Di tengah kesulitan tersebut, warga menyampaikan apresiasi kepada PMI Kota Samarinda dan PMI Provinsi Kalimantan Timur yang telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan air bersih ke lingkungan RT 38.

Baca Juga :  HUT ke-25 Kota Batu, Pemkot Hapus Denda Pajak Daerah hingga 31 Oktober

Warga yang akrab disapa Mama Alfin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Namun, mengingat kebutuhan air bersih masyarakat masih cukup tinggi, ia berharap distribusi dapat dilakukan secara rutin, setidaknya tiga kali dalam seminggu.

“Kami dari warga RT 38 mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur atas kepeduliannya membantu menyuplai air bersih ke lingkungan kami. Harapan kami, bantuan ini bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu,” ungkap Mama Alfin.

Selain mengharapkan bantuan berkelanjutan, warga juga meminta pihak Perumda Air Minum Kota Samarinda segera mencari alternatif untuk mengatasi persoalan pasokan air. Apabila Bendungan Benanga belum dapat berfungsi optimal atau kondisi sumber air masih mengalami kekeringan, pihak PDAM diharapkan memiliki langkah alternatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Babinsa Bantu Pembersihan Tanah Longsor Akibat Hujan deras

Keluhan lainnya disampaikan Ibu Rina. Ia menilai persoalan ini tidak boleh terus dibiarkan tanpa kepastian, terlebih masyarakat mengaku sudah sekitar 3–4 bulan tidak mendapatkan aliran air PDAM secara normal. Karena itu, ia juga meminta adanya kebijakan dispensasi atau penyesuaian tagihan rekening air selama pelayanan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami berharap pihak Perumda PDAM Kota Samarinda bisa mencari alternatif lain. Kalau Bendungan Benanga belum berfungsi atau masih kering, harus ada kebijakan lain agar masyarakat tetap mendapatkan air. Selain itu, untuk biaya tagihan PDAM kami berharap ada dispensasi, karena sudah 3–4 bulan air tidak mengalir,” tutur Ibu Rina.

Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, BPBD, dinas teknis, dan Perumda Air Minum. Pemerintah diharapkan tidak hanya mengandalkan bantuan mobil tangki sebagai solusi sementara, tetapi juga segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab terganggunya distribusi air serta menentukan langkah pemulihan yang jelas.

Baca Juga :  SPPG Roudlotun Nafi’iyah Resmi Dibuka, Danramil Gempol Tekankan Pentingnya Gizi Anak

Warga RT 38 Joyo Mulya membutuhkan kepastian kapan air PDAM kembali mengalir normal. Mereka juga berharap ada keterbukaan informasi mengenai kondisi sumber air dan upaya penanganan yang sedang dilakukan oleh pihak terkait.

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar gangguan pelayanan, melainkan menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Jangan sampai warga terus dipaksa bertahan dengan bantuan dari pihak lain tanpa adanya kepastian penyelesaian permanen.

Kini, warga RT 38 Joyo Mulya hanya berharap pemerintah dan pihak PDAM benar-benar hadir memberikan solusi, bukan sekadar janji. Sebab, masyarakat membutuhkan air untuk hidup, bukan terus-menerus menunggu kapan keran di rumah mereka kembali mengalir.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi