banner 970x250
BeritaDaerah

Belasan Tahun Terbengkalai, Pemuda Tobai Timur Sokobanah Gerakkan Swadaya Rp600 Juta untuk Perbaikan Jalan Poros Desa.

×

Belasan Tahun Terbengkalai, Pemuda Tobai Timur Sokobanah Gerakkan Swadaya Rp600 Juta untuk Perbaikan Jalan Poros Desa.

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com Sampang, 27/02/2026 – Melalui inisiatif pemuda dan kekompakan warga, akses jalan penghubung antar desa di Sampang kini tak lagi rusak parah.

Selama belasan tahun luput dari perhatian program pemerintah, jalan poros yang menghubungkan Desa Tobai Tengah dan Desa Tobai Timur di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, akhirnya diperbaiki. Menariknya, proyek sepanjang 2 kilometer ini dikerjakan sepenuhnya melalui swadaya masyarakat yang dikomandoi oleh tokoh pemuda setempat, M. Sahid.

Kondisi jalan yang rusak parah selama lebih dari satu dekade menjadi alasan utama gerakan ini muncul. Warga merasa jenuh menunggu bantuan formal yang tak kunjung datang, sementara akses tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga sehari-hari.

Baca Juga :  Jelang Libur Nataru, Polsek Sidoarjo Kota Intensifkan Patroli di Pusat Perbelanjaan

M. Sahid, pemuda yang dikenal visioner ini, berhasil menggalang dana hingga mencapai Rp600 juta. Dana fantastis tersebut terkumpul dari:

  • ​Sumbangan sukarela warga lokal.
  • ​Donasi para perantau (diaspora) asal Sokobanah yang berada di luar kota maupun luar negeri.
  • ​Inovasi penggalangan dana kreatif melalui siaran langsung (Live TikTok).

Pengerjaan jalan sepanjang 2 kilometer tersebut dilakukan secara gotong royong dan profesional selama kurun waktu satu bulan. Transformasi jalan ini menjadi simbol kemandirian masyarakat dalam membangun infrastruktur di daerahnya sendiri.

“Ini adalah bentuk terobosan dan kepedulian kami. Jalan ini sudah belasan tahun tidak tersentuh program apapun. Alhamdulillah, berkat kekompakan masyarakat dan saudara-saudara di perantauan, kita bisa membuktikan bahwa swadaya mampu membawa perubahan,” ujar M. Sahid di sela peninjauan lokasi.

Aksi swadaya ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah desa, daerah maupun provinsi untuk lebih peka terhadap kondisi infrastruktur di pelosok desa, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa lain bahwa keterbatasan anggaran negara bukan penghalang untuk maju jika pemuda dan masyarakat bersatu.(**)

Baca Juga :  Pengurus KDMP dan KKMP Kutai Kartanegara Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tahun 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi