SeputarDesa.com, Kota Batu — Wali Kota Batu Nurochman berdialog langsung dengan sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM, Kamis (24/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan mulai dari akses permodalan, pendampingan usaha hingga strategi pemasaran produk ke luar daerah menjadi pembahasan utama.
Dialog yang berlangsung dalam rangkaian On Boarding SAPA UMKM dan Workshop Pemasaran Produk UMKM itu menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta kebutuhan mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.
Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur, mengatakan bahwa pemerintah perlu mendengar langsung kondisi dan tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.
“Saya ingin mendengar langsung pengalaman Panjenengan selama menjalankan usaha. Apa yang sudah baik, dan dukungan apa yang masih dibutuhkan dari pemerintah,” ujar Cak Nur saat membuka dialog.
Sejumlah pelaku UMKM pun menyampaikan berbagai masukan. Sulis, pemilik usaha keripik tempe, mengapresiasi pendampingan yang selama ini diberikan Pemerintah Kota Batu. Menurutnya, berbagai kegiatan workshop yang diselenggarakan pemerintah telah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru untuk mengembangkan usahanya.

Sementara itu, Lely berharap program e-katalog dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Ia menilai keberlanjutan program tersebut penting agar produk UMKM Kota Batu memiliki akses pemasaran yang lebih luas, termasuk menjangkau pasar di luar daerah.
Masukan terkait promosi juga disampaikan Happy, produsen cuka apel khas Kota Batu. Ia menekankan pentingnya dukungan promosi yang lebih luas agar produk lokal berkualitas dapat dikenal masyarakat dan menjangkau lebih banyak konsumen.
Selain pemasaran, persoalan akses permodalan turut menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Salah satu pelaku UMKM mengungkapkan bahwa kendala usaha yang pernah dialaminya berdampak pada kesulitan mengakses pembiayaan. Ia berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut sehingga usahanya bisa kembali berkembang.
Berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan para pelaku usaha tersebut menjadi bahan perhatian pemerintah dalam upaya memperkuat dukungan terhadap UMKM di Kota Batu.
Usai dialog, kegiatan dilanjutkan dengan onboarding SAPA UMKM dan workshop pemasaran digital. Asisten Deputi Pengembangan Usaha, Slamet Santoso, menjelaskan bahwa SAPA UMKM tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pendataan, tetapi juga dirancang untuk mendukung pengembangan ekosistem usaha.
“SAPA UMKM tidak hanya menjadi wadah pendataan, tetapi juga menyediakan ekosistem pendukung usaha. Mulai dari pencatatan penjualan, pemanfaatan QRIS, hingga akses berbagai program pemerintah termasuk pembiayaan,” jelas Slamet.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperoleh informasi mengenai pemanfaatan teknologi dan berbagai program pendukung usaha.
Pemerintah Kota Batu berharap penguatan pendampingan, akses pembiayaan, serta perluasan pemasaran dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar. Bagi Cak Nur, pengembangan UMKM merupakan bagian penting dalam memperkuat fondasi perekonomian daerah.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















