banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Festival Budaya Arahiwang Meriah, Bupati Purworejo Kukuhkan Tiga Komunitas Sekaligus

×

Festival Budaya Arahiwang Meriah, Bupati Purworejo Kukuhkan Tiga Komunitas Sekaligus

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Halaman Art Center Kabupaten Purworejo berubah menjadi pusat perayaan seni dan budaya saat Festival Budaya Arahiwang digelar dengan meriah, Sabtu (12/9/2026).

Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun pertama Pasar Budaya Arahiwang (PBA) yang diperingati pada Minggu Pon, bertepatan dengan Minggu (13/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo Hj. Yuli Astuti bersama Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si. Wakil Bupati mengikuti rangkaian kegiatan pada sesi pembukaan sebelum melanjutkan agenda kedinasan lainnya.

Rangkaian Festival Budaya Arahiwang diawali dengan kirab budaya yang mengambil titik start dari Pendopo Kabupaten Purworejo menuju Kompleks Art Center. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur kirab, dengan warga memadati kawasan sekitar untuk menyaksikan peserta yang menampilkan beragam ekspresi seni dan budaya.

Salah satu agenda utama festival adalah pengukuhan tiga komunitas sekaligus oleh Bupati Purworejo, yakni Komunitas Arahiwang Moncer, Komunitas Paseban Risangaji, dan Komunitas Bermain Anak.

Baca Juga :  Dukung Ekonomi Rakyat, Dandim 0819/Pasuruan Evaluasi Pembangunan KDKMP Melalui Vicon

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Astuti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Budaya Arahiwang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga, melestarikan, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman dan tantangan global.

Ia berharap kegiatan kebudayaan seperti Festival Arahiwang dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sebagai sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Purworejo.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, festival tersebut juga membuka peluang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, panitia menghadirkan bazar yang menampilkan berbagai produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Festival Budaya Arahiwang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (13/9/2026). Sejumlah kegiatan turut meramaikan rangkaian acara, mulai dari Dialog Budaya, Sarasehan Kebangsaan, penampilan pencak silat dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) hingga berbagai pertunjukan kesenian daerah.

Baca Juga :  Pemdes Jombatan Realisasikan Jalan Rabat Beton di Dusun Sapon, Perkuat Infrastruktur Desa

Sejumlah kesenian yang ditampilkan antara lain Gejog Lesung, Ketoprak, Kuda Lumping Langen Eko Budoyo (LEB) dari Desa Redin, Kecamatan Gebang, serta penampilan Group Hadroh Khoirun Nada pimpinan Kyai Umar dari Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.

Ketua Paseban Risangaji, Widjonarko, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pengukuhan komunitas yang dipimpinnya. Menurutnya, pengukuhan tersebut bukan hanya sebuah bentuk pengakuan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar bagi seluruh anggota komunitas.

“Pengukuhan ini tentunya bukan sekadar menjadi pengingat, namun sekaligus merupakan tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya leluhur bersama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Komunitas Arahiwang Moncer, Maridi, menegaskan bahwa pengukuhan yang baru diterima bukan sekadar kegiatan seremonial.

Baca Juga :  Libatkan Perempuan P3A, Dinas PSDAPR Brebes Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga

Menurutnya, keberadaan komunitas harus menjadi bagian dari upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi sungguh merupakan tanggung jawab yang harus kami emban untuk terus melestarikan seni dan budaya yang merupakan peninggalan leluhur kita,” katanya.

Festival Budaya Arahiwang pun tidak hanya menjadi perayaan hari jadi Pasar Budaya Arahiwang, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat, komunitas budaya, seniman, generasi muda, dan pelaku UMKM dalam satu semangat bersama: menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: SumartonoEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi