SeputarDesa.com, Brebes — Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Partai Amanat Nasional (PAN), Tobidin, S.H., M.H., turut menyambut kedatangan Menteri Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, dalam pembukaan Festival Bawang Merah Brebes 2026, Sabtu (12/9/2026).
Kehadiran Tobidin dalam agenda besar yang menjadi kebanggaan masyarakat Brebes tersebut menegaskan pentingnya peran lembaga legislatif daerah dalam mengawal sektor pertanian, khususnya bawang merah yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Kabupaten Brebes.
Festival Bawang Merah Brebes 2026 dibuka secara resmi dengan kehadiran Menteri Pangan Zulkifli Hasan. Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., Wakil Bupati Wurja, Sekretaris Daerah Tahroni, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan sektor pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Wahyudin Nor Ali, Shintya Sandra Kusuma selaku Ketua ABMI Kabupaten Brebes, Ketua Tani Merdeka, serta para pelaku pertanian.
Di tengah kemeriahan festival yang dipadati ribuan warga, kehadiran unsur legislatif daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan terhadap petani bawang merah Brebes.
Bukan Sekadar Festival, Petani Harus Menjadi Perhatian
Bagi Kabupaten Brebes, bawang merah bukan hanya komoditas pertanian. Ribuan keluarga menggantungkan kehidupan dan masa depan ekonominya dari hasil pertanian tersebut.
Karena itu, Festival Bawang Merah Brebes tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Momentum ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, organisasi petani, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam membicarakan masa depan pertanian Brebes.
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin hadir dalam momentum tersebut di tengah harapan besar masyarakat agar perhatian terhadap bawang merah benar-benar diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada petani.
Persoalan harga yang kerap tidak stabil, biaya produksi, distribusi, ketersediaan sarana pertanian hingga kepastian pasar menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Dukungan pemerintah pusat melalui kehadiran Menteri Pangan di Brebes diharapkan mampu memperkuat langkah pemerintah daerah dan DPRD dalam membangun kebijakan pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
DPRD Diharapkan Kawal Kebijakan untuk Petani
Kehadiran Tobidin dalam pembukaan Festival Bawang Merah Brebes 2026 juga menjadi simbol pentingnya keterlibatan wakil rakyat dalam setiap upaya memperjuangkan sektor pertanian.
DPRD memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah, penganggaran, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga memastikan program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Petani bawang merah membutuhkan lebih dari sekadar promosi produk. Mereka membutuhkan kepastian harga, akses pasar yang lebih luas, sistem distribusi yang baik, teknologi pertanian, serta kebijakan yang mampu melindungi mereka ketika menghadapi persoalan di lapangan.

Festival ini menjadi momentum untuk memperkuat perhatian tersebut.
Kehadiran Menteri Pangan bersama jajaran pimpinan daerah dan wakil rakyat diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlangsungan pertanian bawang merah Brebes.
Pelepasan Ekspor Jadi Harapan Baru
Dalam pembukaan Festival Bawang Merah Brebes 2026, juga dilakukan pelepasan ekspor bawang merah.
Momentum tersebut menunjukkan bahwa komoditas unggulan Brebes memiliki peluang untuk terus berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Namun keberhasilan ekspor harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan petani.
Pengembangan pasar tidak boleh hanya menguntungkan rantai perdagangan di tingkat tertentu, sementara petani sebagai pihak yang bekerja langsung di lahan justru menghadapi ketidakpastian harga.
Di sinilah peran pemerintah dan DPRD menjadi penting untuk memastikan pertumbuhan sektor pertanian berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kirab Gunungan Bawang, Simbol Penghormatan kepada Petani
Puncak kemeriahan Festival Bawang Merah Brebes 2026 ditandai dengan Karnaval Kirab Gunungan Bawang Merah.
Rombongan kirab bergerak dari Gedung Nasional menuju Panggung Kehormatan di Alun-alun Brebes. Gunungan yang tersusun dari bawang merah dan berbagai hasil bumi diarak di tengah antusiasme ribuan warga.
Bagi masyarakat Brebes, gunungan hasil bumi memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar tradisi.
Gunungan menjadi simbol rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus penghormatan terhadap para petani yang selama ini bekerja menjaga keberlangsungan pangan dan ekonomi daerah.
Ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab menunjukkan bahwa bawang merah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Brebes.

Dari Festival ke Kebijakan Nyata
Festival Bawang Merah Brebes 2026 membawa satu harapan besar: perhatian terhadap petani harus terus berlanjut setelah panggung festival ditutup.
Kehadiran Menteri Pangan, pimpinan Pemerintah Kabupaten Brebes, tokoh pertanian, serta Anggota DPRD Kabupaten Brebes seperti Tobidin, S.H., M.H., menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama.
Petani membutuhkan kebijakan nyata, bukan hanya perayaan atas keberhasilan panen.
Stabilitas harga, kepastian pasar, peningkatan kualitas produksi, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan petani hingga pembukaan akses pasar internasional harus menjadi agenda yang terus dikawal.
Bawang merah telah membesarkan nama Brebes.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa keberhasilan komoditas tersebut benar-benar kembali kepada para petani yang selama ini menjadi fondasi utama pertanian Brebes.
Festival boleh berlangsung meriah, ekspor boleh terus berkembang, dan pasar dunia boleh semakin terbuka. Namun ukuran keberhasilan yang sesungguhnya tetap berada pada satu pertanyaan penting: apakah petani bawang merah Brebes semakin sejahtera?
Pertanyaan itulah yang menjadi pekerjaan bersama pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan setelah Festival Bawang Merah Brebes 2026 berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















