Seputardesa.com, Samarinda – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus pelantikan pengurus KOMPAK Kalimantan Timur digelar di Aula Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Agenda tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Ir. H. Seno Aji, M.Si, jajaran Forkopimda Kaltim, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta berbagai paguyuban.
Kehadiran sejumlah unsur penting pemerintahan dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi sinyal bahwa keberadaan KOMPAK Kaltim mendapat ruang untuk mengambil bagian dalam dinamika pembangunan daerah.
Namun, Rakernas dan pelantikan tidak boleh berhenti pada seremoni, tepuk tangan dan foto bersama. Setelah pengurus dilantik, tantangan sebenarnya justru dimulai.
KOMPAK Kaltim dituntut mampu menunjukkan bahwa organisasi tersebut bukan sekadar nama dan struktur kepengurusan, melainkan memiliki keberanian untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dan ikut mengawal berbagai persoalan yang terjadi di Kalimantan Timur.
Terlebih Kaltim saat ini berada di tengah perubahan besar sebagai daerah penyangga dan bagian penting dari pembangunan Ibu Kota Nusantara. Persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, pemerataan pembangunan hingga pemberdayaan masyarakat membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

Jangan sampai organisasi masyarakat hanya ramai ketika pelantikan, tetapi sunyi ketika rakyat membutuhkan suara.
Rakernas I harus menjadi ruang untuk melahirkan program konkret, bukan sekadar menyusun agenda di atas kertas. Pengurus yang baru dilantik harus berani mengukur keberhasilan organisasi berdasarkan kerja nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kehadiran pemerintah, Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, ormas dan paguyuban juga harus diterjemahkan menjadi sinergi yang sehat, bukan hubungan yang membuat organisasi kehilangan daya kritis.
Organisasi masyarakat tetap harus mampu menjadi mitra pemerintah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial. Ketika kebijakan pemerintah berpihak kepada masyarakat, wajib didukung. Namun ketika terdapat kebijakan atau program yang dinilai merugikan kepentingan publik, harus berani dikritisi.
Momentum Rakernas I ini karena itu menjadi ujian awal bagi KOMPAK Kaltim.
Setelah pelantikan, masyarakat tentu akan menunggu: apa yang akan dikerjakan? Apa yang akan diperjuangkan? Dan sejauh mana KOMPAK Kaltim mampu menjadi suara masyarakat Kalimantan Timur?
Jawabannya bukan melalui spanduk dan seremoni, melainkan melalui kerja nyata, keberanian bersikap dan konsistensi mengawal kepentingan rakyat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com













